Lakalantas di Angkinang HSS, Warga Haruyan HST Tewas di Tempat H+4 Idulfitri, Arus Balik Mudik dari Kalsel ke Kaltim Meningkat Sejumlah Pegawai di Banjarmasin Balikin Duit THR, Kok Bisa? Viral Shogun Vs Vario di Kandangan Lama, Dua Pengendara Tewas Seketika! Dahsyatnya Banjir di Satui, Haruyan, hingga Kotabaru: Kerugian Petani Tembus Miliaran Rupiah!

Jadi Tersangka Kasus Rasisme, Bareskrim Tahan Ambroncius Selama 20 Hari

- Apahabar.com Kamis, 28 Januari 2021 - 00:20 WIB

Jadi Tersangka Kasus Rasisme, Bareskrim Tahan Ambroncius Selama 20 Hari

Kader Partai Hanura, Ambroncius Nababan. Foto: Viva

apahabar.com, JAKARTA – Bareskrim Polri resmi menahan tersangka kasus rasisme, Ambroncius Nababan, Rabu (27/1).

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, Ambroncius ditahan selama 20 hari ke depan. Penahanan dilakukan berdasarkan surat perintah penahanan nomor SPHan/18/I/2021/Direktorat Tindak Pidana Siber.

“Mulai tanggal 27 Januari sampai dengan tanggal 15 Febuari 2021. Jadi 20 hari ke depan di rumah tahanan negara Bareskrim Polri. Ini surat penahanannya, ditandatangani oleh penyidik dan juga ditandatangani oleh tersangka atas nama AN,” ujar Rusdi dalam konferensi pers virtual, seperti dilansir dari Republika.co.id, Rabu.

Menurut Rusdi, upaya hukum mengamankan dan menangkap yang bersangkutan tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.

Kemudian juga, kata Rusdi, berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh bukti yang cukup, tersangka diduga keras telah melakukan tindak pidana yang dapat dikenakan penahanan.

Rusdi juga menegaskan, pihak Kepolisian akan mengusut kasus rasisme tersebut dengan tuntas dan profesional.

Selain itu, Bareskrim Polri juga melakukan penyitaan atas barang bukti berupa satu unit ponsel merek Samsung jenis Galaxy S7.

Kemudian barang bukti tersebut diserahkan kepada laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang pasti penyidik Polri akan menuntastkan kasus ini secara profesional dan akuntabel,” tegas Rusdi.

Diketahui Natalius memberikan komentar terkait sikap pemerintah yang mewajibkan warga negara Indonesia untuk divaksin. Namun menurutnya, pemerintah tidak boleh memaksa jika ada warga negara yang menolak untuk di Vaksin.

Natalius menyebut bahwa keinginan untuk divaksin atau tidak adalah Hak Asasi Manusia.

Melalui melalui akun Facebooknya, Ambroncius menanggapi sikap Natalius tersebut dengan kata-kata rasisnya.

Sikap rasis tersebut yang kemudian yang menjadi perbincangan hangat publik akhir-akhir ini. Namun belakangan, tulisan rasis Ambroncius tersebut telah dihapus.

“Mohon maaf yg sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di Vaksin. Faham?” tulis Ambroncius.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sriwijaya

Nasional

Datangi Crisis Center Sriwijaya SJ 182, Tangis Keluarga Pecah di Bandara Supadio
apahabar.com

Nasional

Sekelumit Peran BRG di Kalsel, Lembaga yang Bakal Dibubarkan Jokowi
apahabar.com

Nasional

Apkasi Dukung Mendagri tentang Pencairan THR PNS dan Gaji Ke-13
Airlangga

Nasional

Airlangga Minta THR Dibayar Penuh Tahun Ini, Ketua HIPPI Beri Tanggapan
apahabar.com

Nasional

Kunjungan Jokowi ke Kalsel, TNI-POLRI Turunkan 2.000-an Personel
apahabar.com

Nasional

Jual Keperawanan Rp19 Miliar untuk Hidup Layak
apahabar.com

Nasional

Pupuk Subsidi Over Stock, Kalsel Bisa Jadi Penyangga Daerah Lain
Habib

Nasional

Habib Rizieq Jadi Imam Salat Berjamaah di Polda Metro Jaya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com