Agya Vs Scoopy di Stagen Kotabaru, Gadis 17 Tahun Patah Kaki Hari Ini, 22 Warga Kotabaru Positif Covid-19 Polisi Ungkap Kronologis Kecelakaan Maut di Cempaka yang Tewaskan 1 Pengendara Ratusan Gram Sabu Gagal Edar di Kukar, Polda Kaltim Ringkus 1 Pelaku Mulai Besok, Wisata Dadakan di Liang Anggang Ditutup!

Jadi Tersangka Kasus Rasisme, Bareskrim Tahan Ambroncius Selama 20 Hari

- Apahabar.com Kamis, 28 Januari 2021 - 00:20 WIB

Jadi Tersangka Kasus Rasisme, Bareskrim Tahan Ambroncius Selama 20 Hari

Kader Partai Hanura, Ambroncius Nababan. Foto: Viva

apahabar.com, JAKARTA – Bareskrim Polri resmi menahan tersangka kasus rasisme, Ambroncius Nababan, Rabu (27/1).

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, Ambroncius ditahan selama 20 hari ke depan. Penahanan dilakukan berdasarkan surat perintah penahanan nomor SPHan/18/I/2021/Direktorat Tindak Pidana Siber.

“Mulai tanggal 27 Januari sampai dengan tanggal 15 Febuari 2021. Jadi 20 hari ke depan di rumah tahanan negara Bareskrim Polri. Ini surat penahanannya, ditandatangani oleh penyidik dan juga ditandatangani oleh tersangka atas nama AN,” ujar Rusdi dalam konferensi pers virtual, seperti dilansir dari Republika.co.id, Rabu.

Menurut Rusdi, upaya hukum mengamankan dan menangkap yang bersangkutan tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.

Kemudian juga, kata Rusdi, berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh bukti yang cukup, tersangka diduga keras telah melakukan tindak pidana yang dapat dikenakan penahanan.

Rusdi juga menegaskan, pihak Kepolisian akan mengusut kasus rasisme tersebut dengan tuntas dan profesional.

Selain itu, Bareskrim Polri juga melakukan penyitaan atas barang bukti berupa satu unit ponsel merek Samsung jenis Galaxy S7.

Kemudian barang bukti tersebut diserahkan kepada laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang pasti penyidik Polri akan menuntastkan kasus ini secara profesional dan akuntabel,” tegas Rusdi.

Diketahui Natalius memberikan komentar terkait sikap pemerintah yang mewajibkan warga negara Indonesia untuk divaksin. Namun menurutnya, pemerintah tidak boleh memaksa jika ada warga negara yang menolak untuk di Vaksin.

Natalius menyebut bahwa keinginan untuk divaksin atau tidak adalah Hak Asasi Manusia.

Melalui melalui akun Facebooknya, Ambroncius menanggapi sikap Natalius tersebut dengan kata-kata rasisnya.

Sikap rasis tersebut yang kemudian yang menjadi perbincangan hangat publik akhir-akhir ini. Namun belakangan, tulisan rasis Ambroncius tersebut telah dihapus.

“Mohon maaf yg sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di Vaksin. Faham?” tulis Ambroncius.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Puluhan Warga Desa Rambutan Masam Keracunan Makanan
apahabar.com

Nasional

Pagi Buta, Asrama Papua Dilempari Karung Berisi Ular
apahabar.com

Nasional

Polisi Cek CCTV, untuk Telusuri Pelaku Teror Bom Palsu di Rumah Ketua KPK
apahabar.com

Nasional

4 Anggota DPRD Kalteng Didakwa Terima Suap dari Anak Usaha Sinarmas
apahabar.com

Nasional

Densus 88 Antiteror Tangkap Terduga Teroris di Ponorogo
apahabar.com

Nasional

Kemenhub Kebut Aturan Ojek Online, Ada Tarif Batas Bawah dan Atas
apahabar.com

Nasional

China Sebut Larung Jasad ABK WNI ke Laut Disetujui Keluarga
apahabar.com

Nasional

Pilkada Serentak 2020, ASN Diperingatkan Tak Terima Suap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com