Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan 13 Menit di SDL, Jokowi Disambut Meriah Ribuan Pengungsi Banjir Kalsel

Janji Manis Jadi ASN Tipu 75 Korban: 1 Orang Setor Rp 30-50 Juta

- Apahabar.com Jumat, 8 Januari 2021 - 14:54 WIB

Janji Manis Jadi ASN Tipu 75 Korban: 1 Orang Setor Rp 30-50 Juta

Pengungkapan pelaku penipuan jadi ASN di Pemprov Jatim oleh Polresta Sidoarjo. Foto-detikcom

apahabar.com, SIDOARJO – Menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) masih jadi idaman sebagian orang, hingga mudah dimanfaatkan.

Buktinya, 75 orang jadi korban penipuan. Lantaran tergiur jadi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Mereka terpengaruh oleh mulut manis, seorang warga Blitar, bernama Koes Raharjo Hartadi (53).

Bahkan, korban rela mengeluarkan kocek hingga puluhan juta. Jika ditotal, pelaku menggasak duit korban sampai Rp 2 miliar.

Puluhan korban itu berasal dari sejumlah daerah. Di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Jombang.

“Setiap korbannya di mintai uang uang mulai dari Rp 30 hingga 50 juta. Untuk meyakinkan korban, tersangka menggelar tes tulis dan tes psikologi di salah satu hotel,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif di Polresta Sidoarjo dilansir detikcom, Jumat (8/1/2021).

Untuk meyakinkan para korbannya, tersangka mengaku memiliki jaringan di Pemprov Jatim.

Adapun aksinya itu, ternyata pelaku sudah melakukannya dalam dua tahun terakhir.

Tahapan demi tahapan pun dibuat pelaku sedemikian rupa.

Setelah korban menjalani tes tulis dan psikologi dan dinyatakan lulus, semua korban kemudian diberikan SK menjadi pegawai Pemprov Jatim.

Namun ternyata SK tersebut merupakan SK palsu.

Sementara korban yang menunggu terlalu lama, akhirnya korban melapor ke polisi.

Kasus ini terungkap setelah korban dan kepolisian melakukan kroscek ke kantor BKD.

Terutama mengecek SK yang diberikan pelaku dan menanyakan soal perekrutan.

“Setelah korban menerima SK kemudian melakukan kroscek ke kantor kepegawaian ternyata tidak ada rekrutmen karena semua dilakukan transparan, bukan manual seperti di hotel. Tersangka sendiri dulu adalah mantan pegawai honorer di pemprov,” beber Wahyudin.

Wahyudin menambahkan tersangka bisa mendapatkan korban hingga puluhan orang karena meminta korbannya mencari orang lain yang mau diajak dengan imbalan bonus uang Rp 1 juta.

Dengan begitu tersangka bisa menjaring banyak korban.

Dalam menjalankan aksi penipuannya, tersangka tak sendiri. Ia dibantu oleh temannya berinisial M.

Belakangan M ternyata sudah meninggal beberapa waktu lalu.

Lantas uang yang didapat dari melakukan penipuan selama dua tahun mulai tahun 2019 hingga 2020 pun sudah ludes.

Dari barang bukti yang disita hanya tersisa sebesar Rp 1 juta saja. Padahal jika ditotal jumlahnya miliaran.

“Ya tinggal mengalikan saja, korbannya ada 75 dikali dengan Rp 30 juta sudah berapa itu. Sekarang uangnya hanya sisa Rp 1 juta digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pelaku kami jerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” tandas Wahyudin.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

ABK China di Kotabaru Terindikasi Corona, Warga Diminta Tenang

Nasional

ABK China di Kotabaru Terindikasi Corona, Warga Diminta Tenang
apahabar.com

Nasional

Jenazah Pilot Pesawat Milik MAF Ditemukan di Kedalaman 13 Meter Danau Sentani
apahabar.com

Nasional

Menteri PUPR Isyaratkan Ibu Kota Baru Dekat Lokasi Tambang
apahabarcom

Nasional

Heboh Negara Maju, Hipmi: Hati-hati Jebakan Batman
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019, Intelijen Negara Mesti Netral
apahabar.com

Nasional

Hari Listrik Nasional 27 Oktober, Pemadaman Masih Sering Terjadi
apahabar.com

Nasional

Pangdam Jaya Sebut 900 Spanduk Habib Rizieq Shihab Ditertibkan
apahabar.com

Nasional

Kasus Covid-19 di Jerman Terus Bertambah, Total Jadi 125.098
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com