Amuntai Heboh! Belasan Balita Diduga Keracunan Usai Konsumsi Soto Duh, Wali Kota Balikpapan Terpilih Dipolisikan Terkait Dugaan Ijazah Palsu Ultah Corona di Banjarmasin: Pasien Positif Pertama Puji Syukur Kesembuhan Cerai dengan Adaro, Pama Gerak Cepat Antisipasi Gelombang PHK Massal Satresnarkoba Polres Kapuas Ringkus Pengedar 30 Gram Sabu

Jelang Pelantikan Joe Biden, Rupiah Menguat

- Apahabar.com Rabu, 20 Januari 2021 - 11:30 WIB

Jelang Pelantikan Joe Biden, Rupiah Menguat

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Foto-Shutterstock/tss via Gatra.com

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (20/1) pagi, bergerak menguat.

Penguatan rupiah seiring menjelang pelantikan Joe Biden yang digelar Rabu malam ini WIB.

Pada pukul 9.51 WIB, rupiah menguat 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp 14.045 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.065 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston, mengatakan pada hari ini rupiah masih ada kemungkinan menguat dengan sentimen dukungan stimulus fiskal besar AS dari calon Menteri Keuangan AS, Janet Yellen.

“Stimulus yang besar ini bisa membantu pemulihan ekonomi AS lebih cepat. Hal ini memicu minat pasar terhadap aset berisiko,” ujar Ariston di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu.

Dalam sidang penetapan Senat pada Selasa (19/1), Yellen mendesak anggota parlemen untuk “bertindak besar” pada paket bantuan virus corona berikutnya setelah Presiden terpilih Joe Biden pekan lalu menguraikan proposal stimulus 1,9 triliun dolar AS sebagai bagian dari agenda kebijakan domestik yang besar pada pengeluaran pemerintah.

Rencana tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan penting bagi ekonomi yang dilanda Covid-19, namun investor mengatakan stimulus besar-besaran juga dapat memperluas defisit yang sudah besar dan menaikkan imbal hasil obligasi.

Di sisi lain, lanjut Ariston, kondisi kenaikan kasus COVID-19 di Tanah Air bisa menahan laju penguatan rupiah.

Jumlah kasus positif Covid-19 bertambah 10.365 pada Selasa (19/1) kemarin sehingga total kasus positif menjadi 927.380, pasien sembuh 753.948 orang, dan meninggal 26.590 jiwa.

“Kondisi yang terus menaik ini bisa memicu kebijakan yang lebih ketat terhadap pergerakan aktivitas ekonomi,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.000 per dolar AS hingga Rp14.100 per dolar AS.

Pada Selasa (19/1) lalu, rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp 14.065 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.070 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Mata Uang Benua Kuning Melemah, Rupiah Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Mini Cooper Rp12.000 Milik Pengojek “Online” Ditawar Rp400 Juta-Rp500 Juta
apahabar.com

Ekbis

Biaya Transfer Uang Turun, Ini Paparan BI
apahabar.com

Ekbis

Ikuti Bursa Asia, IHSG Awal Pekan Berpeluang Menguat
apahabar.com

Ekbis

Jamin Stok Aman, Kaltim Datangkan Ribuan Sapi Australia
apahabar.com

Ekbis

Kreatif di Tengah Pandemi, Yuk Intip Produk Andalan Srikandi Kotabaru
apahabar.com

Ekbis

Optimisme Jokowi, Indonesia Harus Bajak Momentum Krisis
apahabar.com

Ekbis

PT Telkom Agresif Modernisasi Jaringan untuk Persiapan Layanan 5G
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com