UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Jokowi Dikalahkan Sitti, Pengklaim Perempuan Bisa Hamil Akibat Berenang di Kolam

- Apahabar.com Jumat, 8 Januari 2021 - 19:51 WIB

Jokowi Dikalahkan Sitti, Pengklaim Perempuan Bisa Hamil Akibat Berenang di Kolam

Sitti Hikmawatty berhasil memenangi gugatan melawan Presiden Joko Widodo di PTUN. Foto: CNN

apahabar.com, JAKARTA – Sekalipun melawan keputusan Presiden, Sitti Hikmawatty berhasil memenangi gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Sitti dicopot dari jabatan sebagai komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), setelah membuat pernyataan kontroversial.

Wanita berusia 46 tahun itu pernah mengklaim perempuan bisa hamil setelah berenang di kolam renang bersama laki-laki, meski tanpa hubungan badan.

Sontak pernyataan tersebut menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Berbagai tanggapan masyarakat yang menuai petisi pemecatan Sitti.

Pun Dewan Etik KPAI menyebut Sitti melakukan pelanggaran etika pejabat publik. Akhirnya 24 April 2020, Presiden Joko Widodo meneken keputusan pemecatan Sitti.

Atas keputusan Presiden, Sitti yang merasa tak bersalah lantas mengajukan gugatan ke PTUN tertanggal 17 Juni 2020.

Akhirnya setelah melewati beberapa kali persidangan, majelis hakim PTUN yang memenangkan Sitti.

Tertuang dalam putusan putusan nomor 122/G/2020/PTUN.JKT, majelis hakim mengabulkan semua gugatan penggugat.

Hakim juga membatalkan keputusan Presiden tentang pemberhentian tidak dengan hormat Sitti sebagai anggota KPAI periode 2017-2022.

Kemudian hakim juga mewajibkan tergugat untuk mencabut Keppres Nomor 43/P Tahun 2020, serta merehabilitasi dan memulihkan hak penggugat dalam kedudukan seperti keadaan semula.

“Putusan itu membuktikan klien kami tidak bersalah dan berkompeten sebagai Komisioner KPAI. Kami berharap putusan PTUN ini ditindaklajuti Presiden,” ungkap pengacara Sitti, Feizal Syahmenan, Jumat (8/1).

“Apalagi bukan sekarang saja keputusan Presiden dibatalkan PTUN dan kemudian dilaksanakan,” tambahnya.

Tidak hanya Presiden, seluruh komisioner KPAI juga diharapkan legawa menerima putusan PTUN, karena Sitti dinilai tidak melanggar kode etik.

“Seyogyanya Presiden melaksanakan putusan PTUN. Kami meyakini sepenuhnya Presiden sangat taat hukum,” tandas Feizal.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Khawatir Corona, Arab Saudi Menunda Perjalanan ke-9 Negara
apahabar.com

Nasional

Gerindra: Prabowo Kecewa karena Pers Tak Adil soal Reuni 212
apahabar.com

Nasional

Sepanjang September, BMKG Sebut Indonesia Diguncang 706 Kali Gempa
apahabar.com

Nasional

Edhy Prabowo Tersangkut Korupsi, Gerindra Minta Maaf kepada Presiden
apahabar.com

Nasional

George Floyd Mati di Tangan Polisi AS, Erdogan: Kami Akan Pantau Masalah Ini
apahabar.com

Nasional

Putra Donald Trump Bidik Bali Kembangkan Resor Super Mewah

Nasional

Lubang Tambang di Kaltim Makan Korban Lagi: Gubernur Prihatin, Jatam Meradang
apahabar.com

Nasional

YLKI Soroti Kepatuhan Kantor Pemerintah Sebagai Kawasan Tanpa Rokok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com