Biang Kerok Banjir Kalsel, Ternyata Tak Cuma Tambang dan Sawit Presiden Jokowi Blusukan ke Banjir Kalsel, Nih Agendanya Esok Blusukan Batal, Denny Minta Evakuasi Korban Banjir Kalsel via Udara Banjir Kalsel, Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Banjar Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel

Jual Nama Sultan Banjar, Perusahaan Pasir Dipolisikan LSM Pascabanjir

- Apahabar.com Senin, 11 Januari 2021 - 21:17 WIB

Jual Nama Sultan Banjar, Perusahaan Pasir Dipolisikan LSM Pascabanjir

Banjir merendam ruas jalan di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, akhir pekan lalu. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, MARTAPURA – Tak hanya menambang ilegal, sebuah perusahaan pasir di Sungai Tabuk dipolisikan karena juga diduga memalsukan tanda tangan Sultan Banjar, Khairul Saleh.

Khairul Saleh yang kini anggota DPR RI kala itu masih menjabat sebagai bupati Banjar.

“Kami melaporkan perusahaan CV HW. Itu yang kami laporkan,” ujar Ketua LSM Parlemen Jalanan, Badrul Ain Sanusi Al Afif usai melapor, Senin (11/1).

Mereka menduga aktivitas pertambangan pasir kuarsa yang dilakukan CV HW di Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, ilegal.

Dugaan ilegal mining tersebut mencuat menyusul ditemukannya kejanggalan-kejanggalan yang dalam dokumen pertambangan.

Di mana, kata Badrul, salah satunya terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikeluarkan saat Sultan Khairul Saleh menjabat Bupati Banjar.

Setelah ditelusuri, dan dikonfirmasi ke Khairul Saleh ternyata yang bersangkutan tak pernah mengeluarkan IUP tersebut.

“Iya kita tidak pernah tanda tangan [IUP],” ujar Sultan Khairul Saleh dihubungi apahabar.com via seluler, Senin malam.

Tak hanya itu, lanjut Badrul, setelah ditelusuri ke ke instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertambangan juga dinyatakan bahwa CV HW tak terdaftar.

“Sehingga kesimpulan kami sangat kuat dugaan ini adalah ilegal mining yang memiliki dokumen “Aspal”,” ujar Badrul.

Terkait pemalsuan tanda tangan Khairul Saleh di IUP, mereka juga melaporkan perusahaan tersebut ke Ditreskrimum Polda Kalsel.

Oleh sebab itu lanjut Bahrul, mereka berharap agar laporan dugaan tambang ilegal ini bisa ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

Mengingat, ujarnya, dampak dari tambang ilegal sangat berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

“Kontribusi besar terhadap banjir yang terjadi saat ini kerusakan lingkungan adalah ilegal mining. Tak hanya pasir kuarsa seluruh tambang ilegal harus ditindak tegas,” tukasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, bencana banjir melanda sejumlah wilayah Kalsel, termasuk Banjar sepanjang akhir pekan kemarin.

Tingginya debit air dilaporkan terjadi di beberapa titik kecamatan. Di antaranya Bincau Muara, Tunggul Irang Ulu, dan Tunggul Irang Ilir.

Kemudian, banjir yang dilaporkan akibat tingginya hujan juga terjadi di Telok Selong hingga Dalam Pagar.

“Hingga saat ini dilaporkan ada tiga kabupaten, dan kota yang terdampak banjir yaitu Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut,” ujar Kabid Kedaruratan, dan Logistik BPBD Kalsel, Abriansyah Alam, Minggu (11/1) dilansir Antara.

Sultan Banjar

Anggota LSM Parlemen Jalanan melaporkan sebuah perusahaan tambang yang beroperasi di Sungai Tabuk. apahabar.com/Syahbani

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dinilai Belum Maksimal, PSBB Banjarmasin Bakal Dievaluasi
apahabar.com

Kalsel

WALHI Kalsel Sesalkan Pencoretan Pohon Ulin sebagai Flora Dilindungi
apahabar.com

Kalsel

Dua Puskesmas Kabupaten Banjar Kejar Akreditasi
apahabar.com

Kalsel

Pasca Aksi 22 Mei, GMNI Kalsel Imbau Seluruh Elemen untuk Rekonsiliasi
apahabar.com

Kalsel

Promosikan Potensi Kalsel, IJTI Akan Gelar International Conference Broadcasting se-Asia Pasifik
3 Kali Diskor

Kalsel

3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam
apahabar.com

Kalsel

Dapat Mobil Rp 1,8 M, Pengamat: Wakil Ketua DPRD Kalsel Bak Predator
apahabar.com

Kalsel

Mulai 25 Maret, Siswa SD dan SMP di Batola Dirumahkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com