Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel

Kasus Covid-19 Tinggi, Banjarmasin Tak Injak Rem Darurat PSBB

- Apahabar.com Kamis, 7 Januari 2021 - 13:39 WIB

Kasus Covid-19 Tinggi, Banjarmasin Tak Injak Rem Darurat PSBB

Hari pertama penerapan PSBB di Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tingginya kasus Covid-19 di Banjarmasin tidak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) gegabah menginjak rem darurat untuk ikut menerapkan PSBB seperti Jawa-Bali.

“Belum karena sesuai intruksi Presiden itu hanya Jawa Bali,” ujar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Kamis (7/6/2021).

Sementara untuk sejumlah provinsi atau pun kabupaten/kota lainnya se Indonesia, hanya diinstruksikan memperketat protokol kesehatan (Prokes).

Dengan cara, kata dia yakni mengaktifkan kembali kebijakan yang berlaku sewaktu diterapkannya PSBB di Banjarmasin pertengahan 2020 lalu.

Di antaranya mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) dan Posko Kampung Tanggung Covid-19 di seluruh RT serta kelurahan.

“Kita hidupkan lagi kampung tangguh, sampai saat ini juga ada yang masih berjalan,” seru Ibnu mencoba mencari solusi.

Ibnu berjanji akan secepatnya berkoordinasi dengan tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menindaklanjuti instruksi presiden itu.

Di antaranya melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lainnya.

Hal ini untuk mendisplinkan kembali masyarakat akan prokes di tengah ancaman pandemi Covid-19 yang meninggi.

“Penegakan displin pakai masker dan Perwali Nomor 68 Tahun 2020. Itu saja harapan kami,” katanya.

Lantas bagaimana trend Covid-19 di Banjarmasin?

Ibnu menerangkan saat ini penyebaran virus Corona mempunyai trend peningkatan.

Namun jika dilihat dalam table Dinkes Banjarmasin, zona berbahaya atau merah hanya satu diantara 52 kelurahan.
Yaitu Pekauman, Banjarmasin Tengah.

“Jadi saya kira di Banjarmasin belum terlalu mengkhawatirkan,” pungkasnya.

Hingga saat ini penyebaran Covid-19 di Banjarmasin mencapai 4.114 kasus.

Di antaranya 196 kasus aktif, 3739 pasien sembuh dan 179 kematian.

Sementara itu, diluar PSBB Jawa Bali, pemerintah akan melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM per tanggal 11 sampai 25 Januari 2021 di sejumlah daerah.

Istilah ini berbeda dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti ada pelarangan kegiatan masyarakat.

“Kedua, masyarakat jangan panik. Yang ketiga, kegiatan ini mencermati perkembangan Covid-19 yang ada, pada kondisi hari ini, kasus aktif ada 112.593, kemudian meninggal 23.296, sembuh 652.513, 82,76 persen, dan tingkat kematian 2,95 persen,” kata dia dalam jumpa pers Update Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Berbagai Daerah Jawa dan Bali di saluran YouTube BNPB, Kamis (7/1/2021).

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dua Anak Asal Pegunungan Meratus HST Ikuti Festival di TMII Jakarta
apahabar.com

Kalsel

Dibantu Perbaikan ‘Aladin’, Warga Marabahan Punya Rumah Layak Huni
apahabar.com

Kalsel

Balita Penderita Glaukoma Kerusakan Syaraf di Tabalong Diberangkatkan ke Banjarmasin
DJ Ali Kece

Hiburan

Keren, DJ Ali Kece Tabalong Bakal Tampil di OVJ Trans7 Malam Ini
apahabar.com

Kalsel

Jemaah Faqqihhu Fiddin Banjarmasin Berlebaran Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Geledah Rutan Pelaihari, Razia Gabungan Hanya Temukan Ini
apahabar.com

Kalsel

Satu Lagi PDP di Tanah Laut Kini Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Operasi Antik Intan 2019, Polres Batola Gulung 14 Tersangka Narkoba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com