Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Kasus Kematian Capai Puluhan Ribu, Satgas Ingatkan Covid-19 Bukan Konspirasi

- Apahabar.com Kamis, 7 Januari 2021 - 14:39 WIB

Kasus Kematian Capai Puluhan Ribu, Satgas Ingatkan Covid-19 Bukan Konspirasi

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo menegaskan pandemi virus corona bukan rekayasa. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia menegaskan pandemi virus corona (Covid-19) bukan konspirasi atau rekayasa. Virus tersebut pun telah memakan korban jiwa di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Mohon mengingatkan bahwa Covid-19 ini nyata. Covid-19 ini bukan rekayasa, bukan konspirasi, telah menimbulkan korban jiwa di seluruh dunia, hampir 2 juta orang meninggal di dunia,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (7/1).

Doni menyebut kasus kematian pasien Covid-19 di Indonesia sendiri telah mencapai 23.296 orang. Jumlah tersebut, kata Doni, merupakan angka yang sangat besar.

“Jadi nyata, dan semakin hari mereka yang terpapar Covid sudah semakin dekat dengan kita, dan ini tentunya harus kita lakukan berbagai upaya,” ujarnya.

Jenderal TNI bintang tiga itu pun meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun berada di dalam rumah. Terutama, jika ada anggota keluarga yang sering beraktivitas di luar rumah dan sangat berpotensi terpapar Covid-19.

Terkait protokol kesehatan, Doni menyebut persentase masyarakat menggunakan masker sudah meningkat. Namun, aturan soal jaga jarak masih sangat sulit dilakukan.

“Oleh karenanya kita perlu ada orang-orang yang berani mengingatkan, orang-orang di sekitar kita, tanpa kecuali siapapun juga, harus bisa diingatkan,” katanya.

Selain itu, kata Doni, para pemimpin, baik di tingkat pusat maupun daerah, harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, jika pejabat tak menjalankan protokol kesehatan, tingkat kepatuhan masyarakat pasti akan menurun.

“Pemerintah telah menyiapkan vaksin, tetapi vaksin ini harus diikuti, harus didampingi terhadap disiplin untuk patuh terhadap protokol kesehatan,” ujarnya.

Pemerintah pun menerapkan pembatasan masyarakat di wilayah Pulau Jawa-Bali untuk menekan laju penularan virus corona.

Kebijakan tersebut berlaku 11 sampai 25 Januari.Hingga kemarin, Rabu (6/1), total kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 788.402 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 652.513 orang dinyatakan sembuh dan 23.296 orang meninggal dunia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Membaik, Menhub Budi Tak Lagi Pakai Ventilator

Nasional

Membaik, Menhub Budi Tak Lagi Pakai Ventilator
apahabar.com

Nasional

Berkah Haul Guru Sekumpul, Pertalite pun Digratiskan
apahabar.com

Nasional

Polda Metro Jaya Akan Lakukan Pengalihan Arus Saat Putusan MK
apahabar.com

Nasional

Indonesia Ingin Tiru Korsel Sukses Pemilu di Tengah Pandemi Covid-19
Listrik Gratis Tiga Bulan, Simak Ketentuan Pengguna Toke

Nasional

Listrik Gratis Tiga Bulan, Simak Ketentuan Pengguna Token
apahabar.com

Nasional

Dua Roket Mendarat di Zona Hijau Baghdad
apahabar.com

Nasional

Pertemuan Ketum JMSI dan KPK, Seirama Berantas Korupsi
pilkada

Nasional

Tito Karnavian Ajak Listyo Sigit Kerja Sama Kawal Sidang Pilkada di MK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com