Kondisi Seseorang Ditunda atau Gagal Vaksinasi Covid-19, Simak Penyebabnya SENGKETA Pilgub Kalsel, Eks Hakim MK: Paslon Suara Terbanyak Kedua Bisa Menang Temui AHY, Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf Beri Dukungan Moril untuk Demokrat AJI Biro Banjarmasin Resmi Berdiri, Kasus Kekerasan Pers Jadi AtensiĀ  2 Petani Tapin Terjerat Sabu 9 Kg, Polda Kalsel: Jaringan Besar

Kembali, Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 3 Ribu Meter

- Apahabar.com Rabu, 27 Januari 2021 - 22:57 WIB

Kembali, Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 3 Ribu Meter

Awan panas guguran Gunung Merapi terlihat dari Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (27/1/2021). Foto: Istimewa

apahabar.com, YOGYAKARTA – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada Rabu (27/1) kembali mengeluarkan awan panas guguran.

Awan panas guguran meluncur sebanyak 36 kali dengan jarak luncur sejauh 500-3.000 meter ke barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong.

“Awan panas ini tercatat di seismogram dengan amplitudo antara 15 sampai 60 mm dan durasi 83 sampai 197 detik,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida di Yogyakarta, dilansir Antara, Rabu.

Berdasarkan data pengamatan BPPTKG mulai pukul 00.00-14.00 WIB, awan panas guguran dengan jarak luncur terjauh yakni 3.000 meter terjadi pada pukul 12.53 WIB dengan amplitudo 55 mm dan durasi 317.8 detik.

Jarak luncur awan panas itu, katanya, masih dalam radius bahaya yang direkomendasikan oleh BPPTKG, yaitu sejauh lima kilometer dari puncak Gunung Merapi pada alur Kali Boyong, Bedok, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Ia menjelaskan akibat awan panas guguran itu, sejumlah daerah melaporkan kejadian hujan abu dengan intensitas tipis, seperti di beberapa desa di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali dan Kota Boyolali.

Masyarakat diharapkan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, seperti menggunakan masker, menggunakan kacamata, dan menutup sumber air.

“Sehubungan dengan hujan abu yang masih terjadi di area puncak masyarakat juga perlu mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di puncak Gunung Merapi,” kata dia.

Ia mengatakan sejak 4 Januari 2021, Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi yang bersifat efusif yang dikenal juga sebagai tipe Merapi, yaitu erupsi dengan aktivitas berupa pertumbuhan kubah lava disertai dengan guguran lava dan awan panas guguran.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga dengan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer.

“Sedangkan erupsi eksplosif masih berpeluang terjadi dengan lontaran material vulkanik yang diperkirakan menjangkau radius tiga kilometer dari puncak,” kata Hanik Humaida.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Usai Listrik Padam Massal, Jokowi Datangi Kantor Pusat PLN
apahabar.com

Nasional

Fatwa MUI Dibaca di Kampanye Prabowo, TKN: Itu Ajakan Pilih Jokowi
apahabar.com

Nasional

KPK Periksa Nico Siahaan Terkait Kasus Pencucian Uang Eks Bupati Cirebon
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Prediksi 34.300 Pekerja Migran Kembali ke Indonesia
apahabar.com

Nasional

Sukarelawan Sandiaga Uno Terbentuk di NTB
apahabar..com

Nasional

Pertamina: Penyalahgunaan BBM Akibatkan Antrian SPBU
apahabar.com

Nasional

Catet, Wisata di Togean Belum Dibuka Imbas Covid-19
apahabar.com

Nasional

MK Putuskan Suket jadi Syarat untuk Nyoblos
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com