Pantas GR86 Jadi Primadona di GIIAS 2022, Berapa Harganya? Akhirnya, Truk Pertamina yang Terbalik di Martapura Berhasil Dievakuasi Maksimalkan Potensi EBT, CPI: Pengembangan EBT Jangan Asal-asalan! Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan
agustus

Kemenkominfo: 30 persen Masyarakat Indonesia Ragukan Vaksin

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut 30 persen masyarakat Indonesia masih meragukan keamanan dan kehalalan vaksin..
- Apahabar.com     Rabu, 27 Januari 2021 - 22:16 WITA

Kemenkominfo: 30 persen Masyarakat Indonesia Ragukan Vaksin

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut 30 persen masyarakat Indonesia masih meragukan keamanan dan kehalalan vaksin.

Menurut Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Prof Dr Widodo Muktiyo, hal tersebut karena maraknya kabar bohong mengenai vaksin.

“Dampaknya 30 persen masyarakat Indonesia meragukan keamanan dan kehalalan vaksin,” katanya di Jakarta, Rabu (27/01).

Menurut data Kemenkominfo, sebanyak 90,3 persen berita hoaks tersebar di berbagai platform media massa maupun sosial, termasuk soal vaksin Covid-19.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut pemberitaan itu sengaja disebar.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menekan penyebaran Covid-19 sekaligus penanganannya.

Ia mengatakan pihaknya berupaya melakukan diseminasi informasi penanganan Covid-19 seluas mungkin dengan menggunakan saluran TIK.

“Upaya kami dalam memanfaatkan TIK untuk penanganan Covid-19 diterapkan dalam beberapa program, di antaranya pengembangan aplikasi PeduliLindungi, website covid19.go.id, dan integrasi sistem data gugus tugas,” katanya.

Pihaknya juga memanfaatkan chatbot whatsapp covid19.go.id, kemudiaan penyediaan call center 112, 117, dan 119.

“Melalui TIK juga, kami melakukan program monitoring dan penanganan hoaks, lalu juga diseminasi informasi dan penyediaan internet khusus,” katanya.

Selanjutnya dikembangkan pula program dukungan telekomunikasi untuk karyawan yang bekerja dari rumah (WFH) selama pandemi, Digital Talent Scholarship, serta siberkreasi online dan startup digital.

Dalam rangka bulan K3 Nasional Tahun 2021, pihaknya bersama Kementerian Kesehatan, Komnas KIPI serta MUI menggelar webinar nasional bertajuk “Mengapa Perlu Vaksinasi COVID -19?” dengan harapan “Semangat Bulan K3 Kita Sukseskan Vaksinasi Covid-19”

Rangkaian acara digelar mulai 22 Januari hingga 11 Februari 2021 yang melibatkan berbagai sektor.

Melalui acara itu juga diharapkan hoaks dan informasi keliru mengenai COVID-19, termasuk vaksinasi, bisa diluruskan.

Dalam acara tersebut Ketua MUI Pusat KH Cholil Nafis menegaskan bahwa vaksin yang digunakan telah tersertifikasi halal. Artinya, MUI menjamin bahwa vaksin tersebut aman dan tentu saja halal.

Sementara Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan dr Asik Surya, MPMM menyampaikan pemberian vaksin
Covid-19 penting untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mempercepat mencapai kekebalan kelompok serta untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat.

Selain itu untuk melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, dan menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kemenag

Nasional

Dipakai Teroris, Kemenag Perketat Pengawasan Kotak Amal
Gagasan desain Nagara Rimba Nusa ditetapkan sebagai pemenang terbaik pertama Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibukota baru Negara atau IKN oleh Kementerian PUPR di Jakarta, Senin (23/12/2019). Foto-dok.Antara/Aji Cakti/pri

Nasional

Ke Delegasi Turki, Kementerian PUPR Tawarkan Proyek Tol Akses dan Hunian IKN
apahabar.com

Nasional

Penyaluran Khusus ke Nelayan: Pertamina Siapkan 1.114 Tabung di Samarinda
apahabar.com

Nasional

Gita Wirjawan: Reportase Berkualitas Media Siber Dibutuhkan di Era Pandemi
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Hari Ini Kalsel Sumbang Kasus Positif Terbanyak
apahabar.com

Nasional

Rice Cooker Bisa Sterilkan Kembali Masker Sekali Pakai, Begini Caranya
apahabar.com

Nasional

Mappilu PWI Cari Pemimpin yang Mampu Bangkitkan Ekonomi Pasca-Pandemi
apahabar.com

Nasional

Antisipasi Teror Bom Jelang Natal, Polisi Pasang Metal Detector di Gereja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com