Agya Vs Scoopy di Stagen Kotabaru, Gadis 17 Tahun Patah Kaki Hari Ini, 22 Warga Kotabaru Positif Covid-19 Polisi Ungkap Kronologis Kecelakaan Maut di Cempaka yang Tewaskan 1 Pengendara Ratusan Gram Sabu Gagal Edar di Kukar, Polda Kaltim Ringkus 1 Pelaku Mulai Besok, Wisata Dadakan di Liang Anggang Ditutup!

Kisruh Banjir Kalsel, Sopir Truk Keluhkan Tarif Feri Penyeberangan Sungai Alalak Milik Swasta

- Apahabar.com Sabtu, 23 Januari 2021 - 14:23 WIB

Kisruh Banjir Kalsel, Sopir Truk Keluhkan Tarif Feri Penyeberangan Sungai Alalak Milik Swasta

Truk angkutan barang dari Kalsel menuju Kalteng antre di sepanjang Jalan Hasan Basri Kayu Tangi, Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Banjir Kalsel membuat para sopir angkutan barang bingung. Pasalnya mereka kesulitan membawa muatan dari Kalsel menuju Kalteng atau sebaliknya.

Pertama, akses jalan utama di Banjarmasin melewati Jembatan Alalak I tidak bisa, karena sedang dibangun ulang.

Kedua, Jembatan Alalak II sempat diportal karena tidak bisa dilalui dengan tonase berat.

Ketiga, akses alternatif di Jalan Gubernur Syarkawi (lingkar utara) terendam banjir. Hanya sebagian truk bisa melintas, itu pun harus ekstra hati-hati.

Keempat, ada fery penyeberangan yang dikelola swasta, persisnya di bawah Jembatan Alalak I, namun dikenakan tarif mahal dan terus melonjak.

Nah untuk yang terakhir ini, memaksa puluhan truk parkir di sepanjangan Jalan Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Sabtu (23/1).

Akibatnya membuat jalan tersebut macet. Bahkan sebelumnya, sopir truk sempat menutup ruas Jalan Hasan Basri Banjarmasin tersebut.

Dari pengakuan para sopir, tarif feri penyeberangan yang ada di bawah Jembatan Alalak I sudah tidak bisa dijangkau.

“Awalnya kami nyeberang naik feri penyeberangan. Namun harganya belakangan naik. Kalau dihitung-hitung uang saku kami habis di jalan,” ujar salah satu Sopir, Ariffin.

Foto dalam- Tarif feri penyeberangan Sungai Alalak Banjarmasin. Foto-Istimewa.

Adapun dari informasi yang dihimpun, tarif fery penyeberangan ini beragam. Truck kecil sekitar Rp 250 ribu per unit.

Truk fuso engkel dan tangki 1000 liter seharga Rp 500 ribu per unit.

Sedangkan truk tangki 1600 liter, truk lintas bak panjang dan truk elpiji mencapai Rp 1 juta per unit.

Terakhir yang paling mahal, tronton alat berat sekitar Rp 1,5 juta per unit.

“Bahkan ada kenaikan dari tarif itu,” kata Dedy, salah satu karyawan distribusi ayam di Kalsel.

Selain tarif feri mahal, puluhan sopir truck ini mengaku telah berhari-hari menunggu antrian.

Karena tidak dapat melintas, sehingga mereka menuntut pemerintah membuka akses Jembatan Alalak II di Kayu Tangi Ujung agar dapat lalui.

Mediasi terus dilakukan, hingga akhirnya portal di jembatan itu dibuka pukul 12.50 WITA tadi.

Lobi terhadap pengelola feri juga dilakukan, agar akses penyebarangan bisa dilakukan kembali.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tegas, Pemkot Banjarmasin SP Sejumlah THM Bandel
apahabar.com

Kalsel

Nahdlatul Ulama dan Tuan Guru di Martapura Redam Kekerasan G30S/PKI 1965 di Kalsel, Benarkah?
apahabar.com

Kalsel

Tujuh Pejabat Eselon II Dilantik, Ini Permintaan Bupati Banjar
apahabar.com

Kalsel

Mayor Inf Gatot Teguh Waluyo Takjub Melihat Ratusan Pusaka Banua
apahabar.com

Kalsel

Farah Amalia Menggantikan Ayahnya di DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Dewan Banjarmasin Minta Ada Metode Belajar Siswa Kurang Mampu
Elpiji

Kalsel

Wabup Tala Harapkan Pelaihari Jadi Contoh Penyaluran Elpiji Bersubsidi
apahabar.com

Kalsel

Nadjmi-Jaya Peroleh Rekomendasi di Pilwali Banjarbaru, DPP Nasdem: Kami Komitmen Tanpa Mahar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com