Sempat Padam, Sistem Kelistrikan Kalselteng Kembali Pulih Tampil Perdana, Munthe FC Kotabaru Puas Jadi Runner-Up Belum Sejam, Polres HSS Ciduk 3 Terduga Pengedar Sabu Sebagian Kalsel Alami Pemadaman Aliran Listrik, Ternyata Ini Penyebabnya Tak Hadir Rapat, Pansus DPRD Kapuas Nilai Eksekutif Tak Kooperatif!

Langgar Aturan Karantina Australia, Seekor Merpati yang Terbang Lintasi Pasifik Akan Disuntik Mati

- Apahabar.com     Jumat, 15 Januari 2021 - 18:03 WITA

Langgar Aturan Karantina Australia, Seekor Merpati yang Terbang Lintasi Pasifik Akan Disuntik Mati

Ilustrasi burung merpati. Foto-Pixabay

apahabar.com, MELBOURNE – Seekor merpati yang terbang melintasi Samudra Pasifik akan disuntik mati setelah melanggar aturan karantina Australia yang ketat.

Burung itu dilaporkan hilang saat balapan di Negara Bagian Oregon, Amerika Serikat (AS) pada akhir Oktober, sebelum muncul di Melbourne hampir dua bulan kemudian.

Tetapi para pejabat mengatakan merpati yang diberi nama Joe itu, menimbulkan “risiko biosekuriti langsung” bagi populasi burung dan industri unggas Australia. Burung itu akan ditangkap dan disuntik mati.

Warga Melbourne Kevin Celli-Bird mengatakan dia menemukan merpati itu di kebun belakangnya pada 26 Desember.

“Dia sangat kurus jadi saya menghancurkan biskuit kering dan meninggalkannya di sana untuknya,” katanya kepada kantor berita AP seperti dilansir dari Okezone.com, Jumat (15/1).

Melalui beberapa penelitain melalui internet, Celli-Bird menemukan bahwa merpati itu, yang terdaftar pada pemiliknya di Alabama, AS.

Burung itu diketahui terakhir terlihat selama balapan merpati di Negara Bagian Oregon, bagian barat AS.

Tetapi setelah berita tentang kemunculan Joe menjadi berita utama di Australia, Celli-Bird dihubungi oleh para pejabat yang prihatin tentang ancaman infeksi.

Merpati itu belum ditangkap, tetapi Departemen Pertanian, Air, dan Lingkungan mengatakan burung itu harus disingkirkan karena bahaya penularan ke unggas lokal.

“Terlepas dari asalnya, setiap burung peliharaan yang belum memenuhi status kesehatan impor dan persyaratan pengujian tidak diizinkan untuk tetap berada di Australia,” kata juru bicara departemen dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir BBC.

“Satu-satunya hasil yang mungkin untuk mengelola risiko biosekuriti adalah perusakan burung secara manusiawi.”

Tidak jelas bagaimana burung itu berhasil melakukan perjalanan sejauh 8.000 mil (lebih dari 12.800 km) dari pantai barat AS ke Australia selatan, tetapi para pejabat yakin dia kemungkinan menumpang di kapal kargo.

Meskipun mungkin untuk membawa merpati secara legal ke Australia, prosesnya sulit dan dapat menghabiskan biaya puluhan ribu dolar, dan tidak ada yang diimpor secara resmi dari AS selama lebih dari satu dekade.

Joe si merpati bukanlah hewan pertama yang menghadapi masalah dari undang-undang impor hewan Australia yang ketat.

Aktor Johnny Depp dan istrinya saat itu Amber Heard harus mengeluarkan permintaan maaf melalui video setelah secara ilegal membawa anjing mereka Pistol dan Boo ke negara itu dengan jet pribadi mereka pada 2015.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Inilah Jadwal SIM Keliling Polres Batola
Balikpapan

Tak Berkategori

Misteri Anak Hilang di Balikpapan, Keluarga Sebut 2 Orang Tak Dikenal Sempat Datang
apahabar.com

Tak Berkategori

Disdik Banjar Ngeri dengan Booming Skull Breaker Challenge
apahabar.com

Tak Berkategori

BPS: Hunian Kamar Hotel di Kaltim Naik 1,46 Persen pada September
apahabar.com

Tak Berkategori

Antisipasi Corona di HSS, Tim Gugus Tugas Dibentuk
apahabar.com

Tak Berkategori

Pelaku Pembunuhan Jembatan Lima Akhirnya Dibekuk!
apahabar.com

Tak Berkategori

Menikah di Bulan Safar? Dua Pasangan Agung Ini Melakukannya
apahabar.com

Tak Berkategori

Gapki: Ekspor Minyak Sawit Indonesia Naik 13 Persen pada September
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com