BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Laporan Tandon Rontok di Bawaslu, Tim Denny Indrayana No Comment

- Apahabar.com Jumat, 8 Januari 2021 - 19:04 WIB

Laporan Tandon Rontok di Bawaslu, Tim Denny Indrayana No Comment

Denny Indrayana melaporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu atas dugaan penyalahgunaan tandon air. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Laporannya rontok lagi di Bawaslu, Tim Haji Denny-Difri (H2D) memilih fokus ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Di MK, Denny sendiri tengah berjuang memenangkan gugatan dugaan pelanggaran dan kecurangan Pilgub Kalsel 2020.

No Comment. Tinggal tunggu di MK saja, yang sudah diterima gugatannya. Masalah Bawaslu RI ini sebenarnya sudah lewat,” ungkap salah satu Kuasa Hukum H2D, Jurkani kepada apahabar.com, Jumat (8/1) petang.

Seperti diketahui, Tim H2D telah mendaftarkan permohonan perselisihan hasil pemilihan Gubernur Kalsel 2020 ke MK pada 22 Desember lalu.

Lalu, permohonan tersebut telah diterima MK dan dinyatakan lolos ambang batas 0,5 hingga 2 persen.

Sehingga Tim H2D bakal fokus membuktikan 223 alat bukti yang diajukan ke MK.

“Laporan di MK sudah lolos dari batas ambang, artinya yang kita gugat itu masuk. Jadi kita fokus ke MK saja yang sudah jelas diterima,” tegas Jurkani.

Lalu, lanjutnya saat ini Tim H2D tengah fokus mempersiapkan sidang perdana di MK yang bakal digelar di pertengahan Februari mendatang.

Oleh karenanya, Jurkani menegaskan tak mau ambil pusing terkait rontoknya laporan di Bawaslu RI.

“Tinggal pelaksanaannya saja tanggal 19 Februari dimulai sidangnya sampai 18 Maret. Fokus di sana,” pungkasnya.

Denny

Laporan pelapor sebagaimana nomor register 025/Reg/LP/PG/RI/00.00/I/2021, terlapor disebut tidak terbukti melakukan tindakan menggunakan wewenang, program dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon di daerah sendiri. Foto: Ist

Bawaslu Republik Indonesia kembali tak menindaklanjuti aduan dugaan pelanggaran TSM pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel nomor urut 1, Sahbirin-Muhidin (BirinMu) di Pilkada Serentak 2020.

Laporan dugaan pelanggaran dengan nomor 025/Reg/LP/PG/RI/00.00/I/2021 itu dinyatakan tidak memenuhi unsur-unsur disangkakan sebagaimana Pasal 71 ayat 3 Undang-undang Pilkada.

Ihwal keputusan itu, Ketua Tim Pemenangan BirinMu, Rifqinizamy Karsayuda angkat bicara.

Menurutnya, kebenaran hukum ditentukan oleh alat bukti dan argumentasi hukum.

“Kebenaran hukum ditentukan oleh alat bukti dan argumentasi hukum, bukan kata-kata tanpa data,” ucap Rifqinizamy Karsayuda melalui siaran pers yang diterima apahabar.com, Jumat (8/1) sore.

Dia berdoa agar Tuhan selalu menuntun dan menjauhkan mereka dari orang-orang yang selalu ingin berbuat zalim dengan memutarbalikkan fakta.

“Semoga Allah SWT selalu menuntun kita dan menjauhkan kita dari orang-orang yang selalu ingin berbuat zalim dengan memutarbalikkan fakta,” pungkasnya.

Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo menegaskan terlapor Sahbirin Noor tidak terbukti melakukan tindakan menggunakan wewenang, program dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon di daerah sendiri maupun daerah lain, termasuk penggunaan tandon air Covid-19.  Termasuk,  dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih, sebagaimana dimaksud pada Pasal 71 ayat 3 Undang-undang Pilkada.

Selaku terlapor Sahbirin Noor menyambangi Sekretariat Bawaslu di Jalan RE Martadinata Banjarmasin Tengah, Rabu (6/1/) . Sahbirin datang memenuhi panggilan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran pengadaan tandon air. Dia diperiksa kurang lebih 90 menit.

“Benar, Bawaslu Kalsel sedang melaksanakan klarifikasi terhadap laporan dugaan pelanggaran yang disampaikan ke Bawaslu RI,” ucap Kabag Pengawasan dan Humas, Supriyanto Noor kepada awak media.

Pada kesempatan itu, hadir pula pihak Bawaslu, Mabes Polri, dan Kejaksaan Agung yang tergabung dalam Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).

“Klarifikasi dilakukan pimpinan Bawaslu RI melalui virtual,” katanya.

Menurut Supriyanto, ini merupakan klarifikasi kedua yang dilakukan Bawaslu RI.

Di mana sebelumnya Bawaslu juga telah memanggil sederet pejabat di lingkungan Pemprov Kalsel.

Di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), serta Kepala Dinas Kehutanan Kalsel.

“Hari ini dihadiri calon gubernur nomor urut 1 Sahbirin Noor, dan terakhir Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel,” tegasnya.

Dia menegaskan Bawaslu Kalsel hanya memfasilitasi tempat pelaksanaan klarifikasi terlapor.

“Untuk materi sepenuhnya dilakukan oleh Bawaslu RI,” pungkasnya.

Kuasa hukum Sahbirin Noor, Syaifudin menjelaskan dalam klarifikasi tersebut, baik secara formal dan materiil, kliennya menolak segala tuduhan yang didalilkan oleh pelapor.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Nomor Urut 1, Sahbirin Noor: BirinMU Tak Ada Duanya
Tanbu

Politik

Intervensi Warga Saat Pilkada, Oknum Ketua RT di Tanbu Terancam 2 Tahun Penjara
apahabar.com

Politik

Deklarasi Maju Pilwali Banjarmasin 2020, Hj Ananda: Musuh Susah Tidur!
apahabar.com

Politik

Jika Hari Ini Pilpres, Prabowo Kalahkan Jokowi!
apahabar.com

Politik

‘Kuningkan’ Kiram, Golkar Siap Ulang Cerita Manis di Kalsel
apahabar.com

Politik

Jika Terpilih, Pasangan Nomor Urut 1 SHM-MAR Janjikan Tower Telkomsel Berdiri di Desa Gunung Raya dan Emil Baru
apahabar.com

Politik

Bawaslu Banjarmasin Gelar Rapat Koordinasi, Peserta Pilkada Diminta Tak Langgar Aturan Kampanye
apahabar.com

Politik

Markas Berbenah Bersama Dipenuhi Guru Swasta, Ngadu Nasib ke Hj Ananda-Mushaffa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com