Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Lonjakan Covid-19 Saat Libur Panjang, Picu Pembatalan Sekolah Tatap Muka

- Apahabar.com Rabu, 6 Januari 2021 - 21:19 WIB

Lonjakan Covid-19 Saat Libur Panjang, Picu Pembatalan Sekolah Tatap Muka

Juru bicara Satgas Covid-19 Kalsel, HM Muslim. Foto-Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Pembelajaran tatap muka di Kalimantan Selatan kembali tertunda akibat tingginya kasus penularan Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Juru bicara Satgas Covid-19 Kalsel, HM Muslim, setelah mendapat informasi yang dia terima dari Kadisdikbud Kalsel, Yusuf Effendi.

“Dengan melihat fenomena yang ada ini, memang belum saatnya,” terang Muslim dijumpai di Kantor Setdaprov Kalsel, Rabu (6/1) sore.

Sebagai informasi, hari ini terjadi penambahan sebanyak 88 kasus baru di Kalsel. Dengan akumulasi hingga 15.679 kasus positif dan 593 kasus kematian.

Salah satu pemicu faktor terjadinya lonjakan kasus adalah akibat longgarnya protokol kesehatan masyarakat saat libur panjang lalu. Pasien positif didominasi klaster keluarga dan perjalanan.

“Ini menjadi rantai keterkaitan dari orang luar, kemudian mengontak keluarga atau beraktivitas sosial. Dan akhirnya menulari,” jelasnya

Karenanya, Pemprov Kalsel telah menginstruksikan Satgas Kabupaten/Kota untuk terus memantau perkembangan kasus di daerah masing-masing. Dalam hal ini, pembelajaran secara langsung belum direkomendasikan untuk dilaksanakan.

“Kalau kondisinya belum memungkinkan, misal belum memadai dalam penyediaan fasilitas protokol kesehatan. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan kepala daerah untuk mengambil keputusan,” imbuh Muslim

Kepala daerah maupun satuan pendidikan diminta untuk menunda sementara waktu reposisi sistem belajar secara tatap muka. Apalagi, ada beberapa daerah yang masih memiliki risiko penularan cukup tinggi.

“Karena kita lihat trennya naik dalam beberapa minggu terakhir. Walaupun Kalsel kenaikannya dibandingkan provinsi lain tidak signifikan,” urainya

Terakhir, Muslim berpesan agar masyarakat mengimplementasikan perilaku ‘Keluarga Saja’ atau keluarga saling jaga dalam kehidupan sehari-hari guna mencegah penularan virus Covid-19.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

jorong

Kalsel

Biang Kematian Pria Jorong di Kebun Sawit, Keluarga Yakin Yani Tewas Dibunuh
apahabar.com

Kalsel

Pemko Banjarmasin Raih SAKIP Award Predikat BB
Pedagang

Kalsel

Pedagang Pasar Martapura Diimbau Tutup Jam 6 Sore
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Waroeng Bandjar, Bukti Mardani H Maming Dukung Pelaku UMKM di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kantor Desa Baroqah “Libur” Dadakan, Camat Bakal Sanksi Kades
apahabar.com

Kalsel

14 Hari Tak Ada Kasus Positif Covid-19, 10 Kecamatan di Tabalong Zona Hijau
apahabar.com

Kalsel

Tembus Seribu ODP, Kalsel Siapkan Karantina Khusus
apahabar.com

Kalsel

Penerima Program Keluarga Harapan di Kalsel Meningkat 100 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com