Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif

Makin Pedas! Harga Cabai di Tanbu Tembus Rp 90 Ribu per Kilogram

- Apahabar.com Kamis, 7 Januari 2021 - 22:22 WIB

Makin Pedas! Harga Cabai di Tanbu Tembus Rp 90 Ribu per Kilogram

Ilustrasi cabai rawit merah. Foto: Dok.Solopos

apahabar.com, BATULICIN – Harga cabai di sejumlah pasar di Kabupaten Tanah Bumbu beberapa hari terakhir terus mengalami kenaikan.

Harga cabai di pasar tradisional dan pasar harian saat ini sudah tembus Rp 90 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tanah Bumbu, H Deni Hariyanto, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Hariansyah, mengatakan harga cabai rawit sejak awal Januari mengalami kenaikan sekitar Rp 18 per kilogram yang awalnya Rp 72.500 menjadi Rp 90 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga juga terjadi pada cabai keriting dari Rp 65.000 menjadi Rp 70.000 per kilogram,” kata Hariansyah di Batulicin seperti dilansir Antara, Kamis (7/1).

Dia mengatakan, kenaikan harga cabai karena adanya siklus tahunan atau cuaca ekstrim yang mengakibatkan petani gagal panen.

Seperti kondisi saat ini yang memasuki musim penghujan, banyak tanaman cabai terkena jamur dan hama perusak daun, sehingga daerah-daerah penghasil yang biasa memasok ke pasar besar mengalami tidak dapat memenuhi permintaan pasar.

“Selama ini kebutuhan cabai di Bumi Bersujud masih mendatangkan dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut dan dari Pulau Jawa,” ujarnya.

Selain harga cabai yang melambung tinggi, harga kedelai di Kabupaten Tanah Bumbu juga mengalami kenaikan sekitar Rp 1.300 dari Rp 9.700 menjadi Rp 11.000 per kilogram.

Lanjut Hariansyah, hal tersebut disebabkan adanya peningkatan permintaan Kedelai oleh Negara Cina terhadap Amerika Serikat, di mana per Desember 2020 permintaan yang semula 15.000.000 Ton menjadi 30.000.000 ton sehingga hukum juga berdampak di pasar Indonesia.

Terkait hal ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tanah Bumbu terus melakukan pengawasan sembako di pasar-pasar terutama di Kecamatan Simpang Empat, Kusan Hilir dan Kecamatan Satui.

“Dari hasil pengawasan dan monitoring sembako per hari Kamis 7 Januari 2021, kami pastikan ketersediaan bahan pokok cukup hingga tiga bulan ke depan,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hipmi Dukung APNI Sejahterakan Penambang Nikel
apahabar.com

Ekbis

Bursa Global Turun, IHSG Awal Pekan Diperkiran Ikut Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Harapan Stimulus AS Dorong Harga Minyak Dunia Naik
apahabar.com

Ekbis

Sempat Menguat di Akhir Pekan, Senin Pagi Rupiah Kembali Melemah ke Rp 14.450/US$
apahabar.com

Ekbis

Optimisme Vaksin Covid-19, IHSG Awal Pekan Diprediksi Menguat

Ekbis

Sempat Terkoreksi, Rupiah Rabu Pagi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Wabah Corona, IHSG Berpotensi Turun Kembali Pekan Ini
apahabar.com

Ekbis

Hingga Juli, Uang Beredar Meningkat 10,5 Persen Jadi Rp6.567,7 triliun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com