Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Masih Misteri, Penyebab Jebolnya Tanggul Eks Lubang Tambang Batu Bara di Tapin

- Apahabar.com Sabtu, 2 Januari 2021 - 18:53 WIB

Masih Misteri, Penyebab Jebolnya Tanggul Eks Lubang Tambang Batu Bara di Tapin

Satu unit excavator yang disita Polres Tapin dari lokasi eks tambang PT SKB. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

apahabar.com, RANTAU – Misteri menyelimuti jebolnya bekas lubang tambang batu bara PT Sumber Kurnia Buana (SKB), termasuk pihak yang bertanggung jawab mengganti rugi.

Bekas lubang tambang PT SKB di Desa Paring Guling, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, jebol pada 11 Desember 2020.

Akibatnya, kawasan sekitar terendam banjir selama berhari-hari. Tidak hanya Paring Guling, imbas kejadian itu juga dirasakan warga Desa Gunung Lampinit.

PT SKB yang pernah memanfaatkan kawasan tersebut, menduga penyebab kejadian adalah aktivitas pertambangan ilegal.

Untuk menindaklanjuti dugaan, PT SKB sudah melapor ke Polres Tapin. Mereka juga mengantongi nama pelaku penjebol eks tambang di wilayah konsesi mereka itu.

“Investigasi kami sebenarnya belum selesai. Namun memang terdapat penambang lain di sekitar kawasan itu. Masyarakat sekitar juga sudah mengetahui,” jelas Legal Corporate PT SKB Jakarta, Erwin Hutadjulu, Sab tu (2/1).

“Hanya sekitar 3 atau 4 orang warga Paring Guling yang ikut menambang. Selebihnya bukan warga setempat,” sambungnya.

Terkait ganti rugi, PT SKB menegaskan hanya bertanggung jawab atas kerusakan alam akibat bencana, bukan ganti rugi kepada masyarakat.

Terlebih kawasan yang pernah mereka tambang itu sudah tidak produktif sejak 2009, “Seharusnya ganti rugi dilakukan penambang liar,” tegas Erwin.

Sementara Kepala Desa Paring Guling, Fathurrahman, menjelaskan bahwa sudah dilakukan ganti rugi kepada 48 warga yang terdampak.

“Penyerahan ganti rugi dilakukan 22 Desember 2020 sebesar Rp80 juta. Namun bukan dari PT SKB,” beber Fathurrahman.

Di sisi lain, Polres Tapin memastikan sudah menyita satu unit excavator yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

“Excavator itu diidentifikasi bukan milik PT SKB,” sebut Kabag Ops Polres Tapin, Kompol Rainhard Maradona.

Kepolisian juga telah mengantongi nama pemilik alat berat itu. Namun belum belum seorang pun yang ditetapkan sebagai tersangka, karena masih dalam penyelidikan.

“Kalau versi PT SKB, penyebab kejadian itu adalah penambangan tanpa izin. Namun kami harus memastikan dulu unsur-unsur dari penambangan liar itu,” tandas Reinhard.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tapin

Pemkab Tapin Siapsiagakan Personel Hadapi Karhutla
apahabar.com

Tapin

Bernilai Rp 36,8 Miliar, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tapin Ditarget 2021
Tapin Ke-55

Tapin

HUT Tapin Ke-55, HM Arifin Arpan Resmikan Kantor Sekretariat Daerah Senilai Rp 36,8 Miliar
apahabar.com

Tapin

Parkir Sembarangan, Truk Angkutan di Tapin Kena Tilang Petugas
Olahraga Panjat Dinding

Tapin

Baru Sebulan, Atap Sarana Olahraga Panjat Dinding di Tapin Rusak Diterjang Angin
apahabar.com

Tapin

Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata
apahabar.com

Tapin

Disdik Tapin Terpaksa Batasi Layanan Tatap Muka
apahabar.com

Tapin

Jelang Pilgub Kalsel, Ketua Bawaslu Tapin: Pemberi dan Penerima Diancam Pidana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com