Kondisi Seseorang Ditunda atau Gagal Vaksinasi Covid-19, Simak Penyebabnya SENGKETA Pilgub Kalsel, Eks Hakim MK: Paslon Suara Terbanyak Kedua Bisa Menang Temui AHY, Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf Beri Dukungan Moril untuk Demokrat AJI Biro Banjarmasin Resmi Berdiri, Kasus Kekerasan Pers Jadi Atensi  2 Petani Tapin Terjerat Sabu 9 Kg, Polda Kalsel: Jaringan Besar

Masuk Daftar Hitam Pemerintah AS, Xiaomi Gugat Departemen Pertahanan

- Apahabar.com Sabtu, 30 Januari 2021 - 17:12 WIB

Masuk Daftar Hitam Pemerintah AS, Xiaomi Gugat Departemen Pertahanan

Ilustrasi Xiaomi. Foto-Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Xiaomi Corp mengajukan gugatan hukum terhadap Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS).

Gugatan Xiaomi juga ditujukan kepada Departemen Keuangan AS karena mereka masuk daftar hitam pemerintah AS.

Departemen Pertahanan, saat AS masih dipimpin Donald Trump, memasukkan Xiaomi dan 8 perusahaan lainnya ke daftar perusahaan yang berkaitan dengan militer China, dikutip dari Reuters, Sabtu (30/1).

Investor Amerika diminta memecah kepemilikan di perusahaan-perusahaan tersebut dalam kurun waktu tertentu.

Xiaomi dalam berkas keberatan tersebut mengatakan penilaian tersebut “tidak sah dan tidak sesuai konstitusi”, serta menegaskan perusahaan tidak diatur oleh tentara Pembebasan Rakyat.

Tuntutan yang dialamatkan kepada Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Menteri Keuangan Janet Yellen di pemerintahan Presiden Joe Biden ini juga menyebutkan larangan investasi, yang efektif berlaku mulai 15 Maret, akan menyebabkan “kerusakan segera dan tidak bisa diperbaiki terhadap Xiaomi”.

Xiaomi mengatakan 75 persen dari hak suara perusahaan dipegang oleh para pendiri mereka, Lin Bin dan Lei Jun, tidak ada kepemilikan atau kontrol dari orang atau badan yang berhubungan dengan militer.

Mereka juga menekankan ada “sejumlah penting” pemegang saham yang berasal dari AS, bahkan tiga dari sepuluh besar pemegang saham biasa merupakan grup investasi dari AS.

“Lebih lanjut, pendapat publik bahwa Xiaomi berasosiasi dengan militer China akan merusak secara signifikan posisi Xiaomi terhadap mitra bisnis dan konsumen, menyebabkan reputasi rusak yang tidak bisa segera dihitung atau diperbaiki dengan mudah”.

Departemen Pertahanan dan Departemen Keuangan AS belum memberikan pernyataan terkait tuntutan Xiaomi ini.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Angkat Isu Pers dan Seni, Yayasan Palatar Gelar “Basurah”
apahabar.com

Gaya

Cara Kenali Penyakit Hepatitis B
Ternyata Ngiler Saat Tidur Itu Pertanda Baik

Gaya

Ternyata Ngiler Saat Tidur Itu Pertanda Baik
apahabar.com

Gaya

Ada Manfaat Ajaib Memelihara Ikan Hias
apahabar.com

Gaya

Tips Aman Berinteraksi di Sosial Media, Simak Ulasannya
apahabar.com

Gaya

Mau Jadi Reseller, Simak 6 Tips Suksesnya
apahabar.com

Gaya

Tekan Transmisi Covid-19 Baru, Buang Masker Sekali Pakai dengan Benar
apahabar.com

Gaya

Punya Desain Stylish, Ini Keunggulan Vivo V20
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com