Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir Lebaran, Si Jago Merah Hanguskan Sejumlah Rumah di Lambung Mangkurat Samarinda

Menkes Blakblakan Soal Vaksinasi untuk Tenaga Kesehatan

- Apahabar.com Rabu, 27 Januari 2021 - 21:22 WIB

Menkes Blakblakan Soal Vaksinasi untuk Tenaga Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin . Foto-Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin blak-blakan soal vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan di seluruh tanah air.

Menurut dia, ada sejumlah permasalahan dalam program tersebut.

“Ada masalah pendaftaran sulit sekali. Aplikasinya nggak masuk,” ujar BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (27/1/2021).

Sebagai tindak lanjut, ia langsung memimpin rapat via konferensi video dengan seluruh dinas kesehatan di Indonesia. Proses pendaftaran pun diubah menjadi manual. Imbasnya pun segera terasa.

“Lalu ada perbaikan mulai minggu kedua naik jadi 20 ribuan (nakes yang disuntik per hari) kemarin batch kedua karena untuk nakes 1,5 juta (dosis vaksin) sediakan 3 juta. Batch pertama kita kirim 1,2 juta saja. Sempat beberapa provinsi kalang kabut gudang-gudangnya karena ada vaksin lama yang disimpan di sana,” kata BGS.

“Kita tahan tadinya mau kirim sekaligus 3 juta takut ada masalah di penyimpanan jadi ditahan. Minggu kedua kita kirim 1,8 juta naik dari 20 ribu ke 50 ribu. Kemaren 58 ribu, hari ini 56 ribu suntik per hari. Sampai akhir Februari 40 hari range-nya masuk, masih bisa terkejar,” lanjutnya.

Mantan Direktur Utama PT Inalum (Persero) itu pun telah melakukan peninjauan di lapangan. Salah satunya dengan mendatangi Politeknik Kesehatan di Cilandak, Jakarta Selatan. Ada kendala lain yang ditemukan di sana.

“Dibuat suntik massal, dibikin weekend, kemarin Senin mau coba masih kalang kabut tadi coba di Poltekes Cilandak, baru 300 coba. Nggak puas saya. Metode sentralisasi karena mungkin puskesmas suntikan massal 1.000, 2.000, 3.000. Di Cilandak tidak terlalu banyak,” ujar BGS.

“Tadi saya baru konferensi video dengan RS di Yogyakarta seperti Bethesda, Sarjito. Berapa pegawai RS yangg belum divaksin. Saya mau coba bikin 1.000. Besok saya mau pergi ke Yogyakarta mau lihat vaksinasi massal, 1.000 bisa nggak sekaligus,” lanjutnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan Cianjur Berhenti Melaut
Covid-19

Nasional

Konfirmasi Covid-19 di Indonesia Mencapai 907.929 Kasus
apahabar.com

Nasional

Data Kematian Saat Pandemi Disorot, Rumah Sakit Diminta Jujur
apahabar.com

Nasional

Dugaan Motif Pembunuhan Mayat dalam Koper Mengerucut; Soal Asmara Ternyata
apahabar.com

Nasional

Jangan Sembarang Konsumsi Tanaman Bajakah
FPI

Nasional

TB Hasanuddin Sebut Negara Perlu Merespon Usulan Pembubaran FPI
apahabar.com

Nasional

Kawal New Normal, Polri Siapkan 77.897 Personel
apahabar.com

Nasional

Erupsi Gunung Merapi Masih Didominasi Gas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com