Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Operasi Masif Polda Kalsel Kawal PPKM di Banua

- Apahabar.com Senin, 11 Januari 2021 - 15:14 WIB

Operasi Masif Polda Kalsel Kawal PPKM di Banua

Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Moch Noor Subchan. Foto-Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemprov Kalsel resmi memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak hari ini, Senin (11/1).

Sejak pagi hingga siang tadi, rapat koordinasi terkait pelaksanaan PPKM Kalsel dilakukan secara virtual. Kepolisian daerah (Polda) Kalsel juga dilibatkan dalam rapat tersebut.

Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Moch Noor Subchan usai rapat menyatakan dalam pelaksanaan PPKM, pihaknya akan melakukan operasi masif terkait penegakan protokol kesehatan Covid-19.

Kegiatan itu meliputi pengawasan penerapan 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker ) di masyarakat secara ketat. Selain itu, kepolisian juga membantu pemerintah dalam melaksanakan 3T (testing, tracing, treatment).

“Operasi polisi membantu tindakan satpol PP untuk menerapkan peraturan kepala daerah itu. Pokoknya kita operasi masif. Sasarannya 3M. Juga membuat tugas pemerintah 3T,” ujar Subchan kepada apahabar.com, Senin (11/1) siang.

Secara umum, dia meminta PPKM jangan sampai mengganggu pergerakan ekonomi dan kegiatan agama. Walaupun dalam pelaksanaannya ada pembatasan yang harus dijalankan.

“Yang penting kegiatan agama dan ekonomi nggak berhenti. Kegiatan agama tetap jalan, tapi dibatasi 50 persen. Kemudian dengan protokol kesehatan ketat,” bebernya.

Polda Kalsel sendiri menyiapkan 110 personel Satgas Amanusa yang bertugas membackup seluruh kegiatan yang dilaksanakan Pemprov terkait PPKM ini.

Polresta di 13 kabupaten/kota juga diperintahkan untuk membantu kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing Pemda setempat.

“Di Polda sendiri menyiapkan 110 personel untuk membantu Satpol PP Pemprov. Kalau Polres masih, setiap Polres menyiapkan 60 personel untuk membackup PPKM di kabupaten/kota,” katanya.

Sebelumnya, pelaksanaan PPKM di Kalsel dilakukan untuk menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021, serta diputuskan melalui serangkaian rapat koordinasi dan mengevaluasi parameter penerapan PPKM di Jawa dan Bali.

“Untuk seluruh kabupatan/kota di Kalsel, PPKM dimulai 11 sampai 25 Januari 2021,” papar Penjabat Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, seperti dilansir Media Center Kalsel, akhir pekan tadi.

Adapun aspek yang dibatasi meliputi perkantoran, perdagangan, parisiwasata, fasilitas umum, dan transportasi.

“Sesuai intruksi Gubernur Kalsel, wilayah perkantoran hanya 25 persen Work From Office (WFO) dan 75 persen Worf From Home (WFH),” jelas Roy.

“Kegiatan belajar diadakan daring, sedangkan mall buka seperti biasa dan tutup pukul 20.00 Wita,” imbuhnya.

Sedangkan restoran dan rumah makan dengan kapasitas 25 persen makan di tempat, serta memaksimalkan take away.

“Mengizinkan kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan lain dengan pembatasan kapasitas 25 persen, serta mengizinkan kegiatan ibadah untuk dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen,” tegas Roy.

Juga ditekankan pelaksanaan seluruh kegiatan tersebut dengan penerapan protokol kesehatan ketat demi mengendalikan penyebaran Covid-19.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, Muslim, menegaskan PPKM perlu dilakukan secara tepat dan terukur.

“Termasuk mengaktifkan posko-posko Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 sampai di tingkat RT/RW. Pun setiap dua minggu sekali dilakukan evaluasi,” beber Muslim.

Sampai update terakhir, angka kematian akibat Covid-19 di Kalsel masih di atas rata-rata nasional dengan percepatan pertumbuhan kasus yang meningkat.

“Case Fatality Rate (CFR) atau angka kematian di Kalsel masih di atas rata-rata nasional 3,7 persen,” jelas Muslim.

“Sementara positivity rate masih tinggi di atas 5 persen, dan percepatan pertumbuhan kasus baru atau attack rate meningkat, tegasnya.

Oleh karena itu, Pemprov Kalsel berinisiatif menerapkan PPKM yang memiliki empat parameter.

Mulai dari tingkat kematian di atas rata-rata nasional, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional, tingkat kasus aktif di atas rata-rata nasional, serta tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit dan ruang isolasi di atas 70 persen.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hari Terakhir Sandar di Banjarmasin, Ibnu Sina Kunjungi KRI Fatahillah 361
apahabar.com

Kalsel

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Tanbu Kembali Bertambah
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Cerah Lagi, Kebakaran Terus Diwaspadai

Kalsel

Ribuan Miras, Narkoba sampai Senpi Dimusnahkan di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Lepas Kendali, Tongkang Tabrak Rumah Warga di Sungai Barito
apahabar.com

Kalsel

Hadiri Acara Partai, Bawaslu Selisik Dugaan Pelanggaran Haris Makkie
apahabar.com

Kalsel

Canda Menristekdikti Bernuansa Politis: Jangan Nyoblos Dua, Nyoblos Satu Saja
apahabar.com

Kalsel

Warga Banjarmasin Suspect Virus Corona Bertambah Dua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com