Geger! Nenek Suparmi Ditemukan Tewas Mengapung di DAS Kayahan Palangka Raya SBY Mengaku Bersalah Pernah Beri Jabatan pada Moeldoko Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 5.000 per Gram Adaro-PAMA ‘Cerai’, Bagimana Nasib 4.850 Karyawannya? Tertular dari Istri, Mantan Wagub Kalsel Rudy Resnawan Positif Covid-19

Overstroomde Straat te Barabai, Kisah Banjir Barabai 13 Januari 1928

- Apahabar.com Minggu, 17 Januari 2021 - 14:44 WIB

Overstroomde Straat te Barabai, Kisah Banjir Barabai 13 Januari 1928

Sekelompok anak-anak bermain air di Aloen-Aloen Barabai (sekarang Lapangan Dwi Warna), ketika banjir terjadi 13 Januari 1928. Foto: KITLV

apahabar.com, MARABAHAN – Sudah hampir sepekan Barabai, ibu kota Hulu Sungai Tengah (HST), lumpuh akibat banjir. Situasi ini jauh lebih parah ketimbang kejadian pertama yang tercatat dalam sejarah.

Hampir seluruh wilayah HST dilanda banjir sejak 13 Januari 2021. Kejadian terparah di Hantakan, Aluan, Barabai Darat dan Barabai Timur.

Air setinggi 1,5 hingga 2 meter bahkan merendam kantor dan rumah dinas Bupati maupun Wakil Bupati HST, kantor DPRD dan fasilitas pemerintah lain, termasuk pasar dan terminal.

Memang sejak periode kolonial Hindia Belanda hingga masa kemerdekaan, banjir di Barabai 2021 menjadi yang terburuk dalam sejarah.

“Banjir pertama yang tercatat di Barabai terjadi 92 tahun lalu, tepatnya 13 Januari 1928 dengan ketinggian sekitar 45 sentimeter,” papar Ketua Lembaga Kajian Sejarah, Sosial dan Budaya (LKS2B) Kalimantan, Mansyur, Minggu (17/1).

Barabai

Aktivitas warga ketika banjir di Jalan Karel van der Heijden (sekarang Jalan Brigjen H Hasan Basri). Foto: KITLV

Berdasarkan catatan tersebut, banjir di Borneo bagian selatan memang periodik terjadi setiap tahun dengan berbagai level

“Hendrik Juriaan Schophuys dalam Het Stroomgebied Van De Barito (1936) juga menuliskan banjir yang termasuk kategori berbahaya dan ditakuti penduduk hanya terjadi sekitar bulan-bulan musim timur, Juli sampai Oktober,” jelas Mansyur.

Sementara laporan GL Tichelman (1931) menjelaskan bahwa Onderafdeeling Barabai adalah area yang dialiri dua sungai utama, yakni Soengai Barabai dan Soengai Batang Alai.

Masih dari laporan itu, banjir tertinggi yang terjadi 13 Januari 2918 di Barabai hanya berlangsung sekitar 30 jam.

Ketinggian air tertinggi di alun-alun di Barabai (sekarang Lapangan Dwiwarna) adalah sekitar 45 centimeter.

Sementara di wilayah Pagat, laju aliran terendah dan tertinggi ditemukan antara 8 dan 190 meter per detik.

Banjir yang terjadi di awal 1928 itu lalu diabadikan Tichelman ke dalam beberapa buah foto banjir di Jalanan Barabai bertema Overstroomde Straat te Barabai. Foto ini kemudian dipublikasikan KITLV.

“Francis Henry Hill Guillemard Australasia dalam Malaysia and The Pacific Archipelagoes (1894), juga menuliskan hal serupa,” beber Mansyur.

“Barabai dan Amuntai adalah wilayah yang mengalami banjir secara berkala. Banjir tertinggi yang diamati di Barabai hanya berlangsung kurang lebih 30 jam,” tandas dosen Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat ini.

Diperkirakan banjir periodik itu disebabkan letak geografis Barabai di lereng Pegunungan Meratus yang memiliki intensitas hujan tinggi.

Meski belum didukung bukti-bukti, sumber lain menyebutkan letak geografis itu yang membuat Hindia Belanda tidak melakukan penambangan atau alih fungsi hutan di Onderafdeeling Barabai.

Barabai

Jalan Controleur samping Gevangenis yang sekarang dikenal dengan Jalan Bhakti, ketika banjir terjadi 13 Januari 1928. Foto: KITLV

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Catatan Gegap Gempita Pemilu di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Dibesuk Istri Kapolda Kalsel, Aiptu Nur Tini Terharu  
apahabar.com

Kalsel

Haul Guru Sekumpul, Dinas Pariwisata Kecipratan ‘Berkahnya’
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kotabaru: 22 Orang Lagi Sembuh, Sudah 414 Warga Bumi Saijaan Pulih
apahabar.com

Kalsel

Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah
apahabar.com

Kalsel

Malam Tahun Baru, Polisi Hapus “Car Free Night” di Banjarmasin
Sulitnya Menempatkan TPS di Kuripan

Kalsel

Sulitnya Menempatkan TPS di Kuripan
apahabar.com

Kalsel

Pasar Agrobisnis di Barabai Dinilai Salah Konsep, Begini Penjelasan Kadisdag
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com