Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif

Pak Jokowi, Kalsel Juga Punya 3 Lokasi Food Estate

- Apahabar.com Senin, 11 Januari 2021 - 20:00 WIB

Pak Jokowi, Kalsel Juga Punya 3 Lokasi Food Estate

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor (Paman Birin) melakukan panen padi. Foto: Humas Pemprov Kalsel

apahabar.com, BANJARBARU – Tak hanya Kalimantan Tengah, dan Sumatera, Kalimantan Selatan juga punya potensi lumbung pangan baru.

Mendukung pembangunan kawasan ekonomi, Kalimantan Selatan mengusulkan 10 ribu hektare lahan sebagai lumbung pangan baru.

Megaproyek food estate itu terbagi di tiga kabupaten yaitu Barito Kuala, Tapin dan Hulu Sungai Tengah.

“Sekarang sedang dipilah oleh Kementerian Pertanian dan menunggu dari hasil food estate yang ada di Kalteng,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman, usai Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2021 secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (11/1) siang.

Pada 2020, program food estate oleh Kementan hanya difokuskan pada dua provinsi saja yaitu Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah.

Pemprov Kalsel, kata dia, optimistis sebab ada beberapa komoditas unggulan yang bisa dikembangkan dalam program food estate tahun ini.

Sebut saja, sektor pertanian yang mampu membawa Kalsel menempati urutan 11 tingkat nasional pada produksi padi.

Lalu, kelapa sawit disebut sebagai salah satu penyumbang ekspor.

“Produksi padi Kalsel setiap tahun di atas 2 juta ton. Sementara kebutuhan hanya 400 ribu per tahun. Kita masih kelebihan beras atau surplus hampir 3 kali lipat,” sebut Syamsir.

Ketahanan pangan di Kalsel mampu mencukupi kebutuhan daerah. Meski pun dia tak menampik, masih ada beberapa komoditas lain yang bergantung besar pada impor. Antara lain kedelai, gula dan bawang putih.

“Kenapa harganya bisa lebih mahal, karena kita kalah bersaing. Petani kita tidak mampu untuk biaya produksi, dibandingkan harga jual tidak berimbas,” jelasnya.

Pak Jokowi

Gubernur Kalsel-Sahbirin Noor, Kepala Dinas TPH-Syamsir Rahman dan Kepala Disbunnak-Suparmi melakukan video conference dalam Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2021 secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (11/1) siang. apahabar.com/Musnita Sari

Di kesempatan yang sama, Gubernur Sahbirin Noor bilang untuk terus menggalakkan potensi pertanian yang ada di Kalsel.

Dari arahan presiden, sektor ini diharapkan bisa mengarah pada pertanian modern dan meningkatkan ekspor komoditas daerah.

“Harus ada kesungguhan. Para petani yang mengurus harus kompak, satu komando. Diharapkan hasil pertanian memenuhi apa yang menjadi ketahanan pangan, termasuk keinginan menyejahterakan masyarakat bisa terwujud,” pesan Sahbirin.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ekbis

Aktivitas Manufaktur Mulai Menggeliat, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Apa Kabar Proyek Bandara Baru Syamsudin Noor?
IHSG

Ekbis

Euforia Pelantikan Joe Biden Mereda, IHSG Ditutup Melemah
Tesla

Ekbis

Jokowi Ajak CEO Tesla Berinvestasi, Ingin RI Jadi Landasan Roket Space X
apahabar.com

Ekbis

Lagi, Corona Picu Pelemahan Rupiah
Emas Antam

Ekbis

Sepanjang Pekan Ini, Harga Emas Antam Loyo
apahabar.com

Ekbis

Mulai Agustus, PPN Bahan Baku Kertas untuk Media Ditanggung Pemerintah
apahabar.com

Ekbis

Bank Mandiri Syariah Hadirkan Promo Belanja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com