Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Palsukan Surat Rapid Test, 3 Pria di Samarinda Diciduk Polisi

- Apahabar.com Minggu, 3 Januari 2021 - 23:47 WIB

Palsukan Surat Rapid Test, 3 Pria di Samarinda Diciduk Polisi

3 Pria di Samarinda Ditangkap Polisi setelah memalsukan surat rapid test. Foto-Detikcom

apahabar.com, SAMARINDA – Tiga pria asal Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) diciduk Polsek Pelabuhan Samarinda setelah  memalsukan hasil rapid test.

Ketiga pria itu adalah Ragil (23), Gassing (45) dan Dodi Rachman (22).

“Modusnya jika ada calon penumpang ingin pergi ke pelabuhan Pare-pare yang membutuhkan hasil rapid test, salah satu pelaku yakni, Ragil menawarkan kepada calon penumpang untuk dibuatkan surat hasil rapid test,” ucap Kapolsek KP Samarinda Kompol Aldi Alfa Faroqi, dilansir dari detik.com, Minggu (3/1/2021).

Aldi menjelaskan modus ketiga pria itu dalam melancarkan aksinya. Aldi mengatakan awalnya, Ragil menerima pemintaan pembuatan surat rapid test.

Ragil pun langsung menghubungi Gassing yang merupakan perantara dan melanjutkan ke pelaku Dodi Rachman.

“Jadi yang membuat rapid test palsu ini adalah tersangka Dodi, yang merupakan pengusaha fotokopi dan memiliki toko ATK di rumahnya,” jelasnya.

Kasus rapid test palsu ini sendiri terungkap saat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas II mendapatkan salah seorang penumpang yang kedapatan memiliki hasil rapid test palsu saat ingin berangkat dari pelabuhan Samarinda ke Pare-pare pada Rabu (30/12/2021).

“Berkat kerja sama KSOP Samarinda, dan KKP Kelas II, kami berhasil menangkap 3 pelaku di tempat berbeda, Ragil kami amankan di area Pelabuhan, sedangkan dua pelaku lainya yakin Dodi Rachman dan Gassing kami amankan di jalan Selili dan Kakap,” ungkapnya.

“Pengungkapan hasil rapid test palsu ini, saat pihak KSOP yang curiga dengan hasil rapid test yang dibawa oleh salah seorang penumpang saat pengecekan, kemudian setelah di lakukan penyelidikan lebih lanjut, diketahui rapid test tersebut palsu,” tambahnya.

Dari hasil interogasi pihak kepolisian, ketiga pelaku mengaku telah melakukan aksinya sejak bulan Oktober 2020, dari menjual hasil rapid test palsu pelaku mampu meraup puluhan juta rupiah.

“Kepada calon penumpang pelaku memasang tarif 150.000 per hasil rapid test palsu, dari 3 bulan ketiga pelaku meraup puluhan juta rupiah,” paparnya.

Ketiga pelaku saat ini diamankan di Polres Samarinda. Polisi juga menyita barang bukti berupa sisa dokumen palsu, satu unit CPU, satu unit monitor, dan alat printer yang digunakan pelaku membuat surat rapid test palsu dan uang hasil kejahatan para pelaku.

“Dari hasil penyelidikan kami sangkakan, untuk Ragil pemalsuan surat pasal 236 ayat (1), (2) dan atau pasal 268 ayat (1),(2) jo 55 jo 56 KUHP. Sedangkan Dodi terkait pemalsuan surat dengan pasal 263 ayat (1) dan atau pasal 268 ayat (1) KUHP, pelaku lain Gassing pemalsuan surat pasal 263 ayat (1), (2) dan atau pasal 268 ayat (1) ,(2) jo 55 jo 56 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

APBD Kaltim 2019 Disetujui Rp10,75 Triliun
apahabar.com

Kaltim

Jokowi Pimpin Rakornas Karhutla, Isran: Kaltim Tak Masuk Daerah Rawan
apahabar.com

Kaltim

Bantuan Warga Terdampak Covid-19 di Penajam Ditambah Lagi
apahabar.com

Kaltim

Penajam Berharap Dana Kurang Salur Biayai Kegiatan
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Menuju Ibu Kota Negara, Wagub: Tak Mudah Pindahkan 1,5 Juta Pegawai
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Raih Dua Anugerah BI Corner Award
apahabar.com

Kaltim

Jokowi Datang, Bupati Penajam Siap Sopiri Presiden
apahabar.com

Kaltim

Penajam Jadi Ibu Kota Negara, Pemkab Minta Terus Dilibatkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com