Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Paman Birin Divaksin Covid-19 Pertama, Ketua DPRD Kalsel: Jarumnya Panjang

Tak ada sedikitpun raut takut terpancar dari wajah Sahbirin Noor saat vaksin jenis Sinovac disuntikkan ke lengan sebelah kirinya.
- Apahabar.com     Kamis, 14 Januari 2021 - 15:03 WITA

Paman Birin Divaksin Covid-19 Pertama, Ketua DPRD Kalsel: Jarumnya Panjang

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat diberi vaksin Covid-19 jenis Sinovac di gedung Mahligai Pancasila. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tak ada sedikitpun raut takut terpancar dari wajah Sahbirin Noor saat vaksin jenis Sinovac disuntikkan ke lengan sebelah kirinya.

Gubernur Kalsel ini terlihat santai dan menikmati proses vaksinasi Covid-19 perdana yang diberikan kepadanya.

Bahkan ia sempat tertawa ketika pemberian vaksin dilakukan. Padahal Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK yang turut menyaksikan proses itu sempat memberi lelucon.

“Tadi sempat ditakuti pak ketua (Supian HK) kalau jarumnya panjang,” ujar Paman Birin panggilan akrab Sahbirin Noor usai divaksin.

Selain Supian HK, pemberian vaksin ke Paman Birin juga disaksikan Kapolda Kalsel, Irjen Rikwanto, Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah dan para Anggota Forkopimda Kalsel lainnya.

Ya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor baru saja menjalani vaksinasi Covid-19 di Gedung Mahligai Pancasila, Jalan R Soeprapto, Banjarmasin tadi siang, Kamis (14/1).

Paman Birin menjadi orang pertama di Kalsel yang menerima vaksin Covid-19 ini. Proses pemberian vaksin ini tak perlu makan waktu lama. Hanya beberapa menit prosesnya sudah kelar.

Pemberian vaksin terhadap orang nomor satu ini dilakukan sesuai prosedur. Ada empat tahap yang dilaluinya. Pertama verifikasi data melalui aplikasi e tiket guna mencocokkan data di sistem apakah terdaftar sebagai penerima atau tidak.

Kedua kondisi kesehatan orang nomor satu di Kalsel ini diskrining untuk memastikan bisa tidaknya menerima vaksin.

Ketiga, pemberian vaksin dengan jarum suntik menggunakan metode intramuskular. Yaitu berupa injeksi ke dalam otot tubuh.

Dan keempat dilakukan pendataan kembali, pemberian sertifikat tanda sudah divaksinasi sekaligus observasi terhadap kondisinya minimal selama 30 menit usai penyuntikan.

Paman Birin bilang, bahwa vaksin Covid-19 dijamin aman. Masyarakat diminta untuk tak khawatir apalagi takut menerima vaksin.

“Karena kita ingin sehat, ingin lepas dari bencana Covid-19 mari kita bersama untuk meningkatkan ketahanan imun kolektif sebagai anak bangsa di Kalsel dengan cara divaksin,” ujarnya.

Dengan adanya vaksin ini ia berharap laju penularan virus mematikan khususnya di wilayah Kalsel bisa dihambat. Dan tak ada lagi korban yang berjatuhan akibat Covid-19.

Ia juga meminta kepada seluruh kepala daerah di 13 kabupaten/kota se Kalsel bisa meyakinkan masyarakat agar mau divaksin dengan cara memberikan contoh terlebih dahulu.

“Yang pastinya semuanya kalau Pak Presiden sudah ngasih contoh sederhana di provinsi juga begitu. Terus ke bawah lah. Karena kita memimpin rakyat, rakyat harus diberikan contoh khususnya untuk vaksinasi ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel, H M Muslim, mengungkapkan saat ini untuk doses vaksin yang sudah diterima Kalsel sebanyak 30.480 dosis vaksin.

“Tentu vaksin tahap selanjutnya akan datang lagi nanti,” ujar Muslim yang juga menjabat sebagai Kadinkes Prov Kalsel.

Khusus untuk di Januari ini, pelaksanaan awal pemberian vaksin ini difokuskan di tiga wilayah, Kota Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar.

“Pelaksana awal difokuskan di tiga wilayah Banjarmasin, Banjarbaru dan Banjar. Pada hari ini pencanangan dan ini sudah berproses. Di awal Februari baru di 10 wilayah berlanjut,” kayanya.

Dijelaskannya untuk kriteria penerima vaksin jenis Sinovac ini minimal berusia 18 tahun dan maksimal 59 tahun. Kemudian tak memiliki penyakit komorbid alias penyerta.

“Tapi kalau DM nya terkendali itu masih dibolehkan. Sebelumnya juga tidak pernah kena Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, waktu menjalani skrining kondisinya harus sesuai. Jika tensi diatas 140/90 maka itu ditunda dulu. Dan akan diberikan di tahap berikutnya dengan mengacu kriterianya.

“Kalau Januari sampai April ini pada gelombang pertama ada dua tahap, tahap pertama Sumber Daya Manusia kesehatan, nakes, lanjut ke petugas layanan publik kemudian lansia,” tukasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mendadak, Petugas dan Warga Binaan Rutan Klas II Pelaihari Dites Urine
Banjarmasin

Kalsel

Hati-Hati! Banjarmasin Resmi Tambah 2 Zona Merah Covid-19
Adaro Sumbang 4.500 Dosis

Kalsel

Adaro Sumbang 4.500 Dosis Sinopharm, Balangan Target PPKM Level I
apahabar.com

Kalsel

Pimpin Apel Terakhir, Kapolda Kalsel Pamitan
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Kalsel Hari Ini, Warga Tanbu dan Kotabaru Harap Waspada
apahabar.com

Kalsel

Duh, Pembunuhan Keji di Buncit Indah Banjarmasin Hanya karena Masalah Sepele
Kandangan HSS

Kalsel

Geger! Pria Beristri di Kandangan Tewas dengan Luka Sayatan
apahabar.com

Kalsel

Sholat Magrib, Akses Jalan Achmad Yani Ditutup Sementara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com