Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Papua Krisis Minyak, Pertamina Ngadu ke Polisi

- Apahabar.com Jumat, 8 Januari 2021 - 23:10 WIB

Papua Krisis Minyak, Pertamina Ngadu ke Polisi

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Papua sedang krisis minyak tanah. PT Pertamina (Persero) Regional Papua Maluku meminta bantuan polisi dan dinas terkait untuk membantu menyelesaikan masalah yang sudah terjadi dalam sepekan terakhir.

Unit Manager Communication, Relation, dan CSR Regional Papua Maluku Edi Mangun mengatakan penyaluran minyak tanah di agen atau pangkalan masih sesuai dengan kuota.

Perusahaan juga tidak mengurangi jatah yang diberikan ke wilayah tersebut.

“Kami meminta bantuan Dinas Perindagkop dan aparat penegak hukum untuk dapat mengawasi mobilisasi pergerakan minyak tanah di Papua dan Maluku,” ucap Edi dikutip dari Antara, Jumat (8/1).

Ia mengatakan seharusnya tak ada kelangkaan minyak tanah di Maluku dan Papua. Berdasarkan catatannya, stok di terminal BBM di Maluku dan Papua masih aman hingga 15 hari ke depan.

Bahkan, kata Edi, akan ada kapal pengangkut BBM yang bersandar di Terminal Ambon Maluku dan Papua. Makanya, keluhan masyarakat di Maluku dan Papua terkait sulitnya mendapatkan minyak tanah menjadi pertanyaan besar bagi perusahaan.

Ia menambahkan bahwa untuk pengawasan di luar jangkauan Pertamina diharuskan melibatkan seluruh elemen dari Dinas Perindagkop dan aparat penegak hukum untuk dapat mengawasi mobilisasi pergerakan mobil minyak tanah. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

“Peristiwa kelangkaan minyak tanah sering terjadi memasuki tahun baru. Aparat keamanan dan Disperindagkop dapat mengungkap apakah ada atau tidak modus operandi dengan kelangkaan minyak tanah ini,” pungkas Edi.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Istri RMN Diduga Rencanakan Aksi Teror di Bali
Jelang Pilkada Serentak

Nasional

Jelang Pilkada Serentak, 351 Ribu Pemilih Belum Rekam e-KTP
apahabar.com

Nasional

Korban PHK Nekad Mudik Jalan Kaki dari Jakarta ke Solo
apahabar.com

Nasional

Tragis, Penumpang Kapal Pelni KM Bukit Siguntang Jatuh ke Laut
apahabar.com

Nasional

Wagub Hadi Sesumbar 82 Persen Kaltim Jadi Ibu Kota Negara
apahabar.com

Nasional

Angin Kencang Bikin Pohon Bertumbangan di Badung
apahabar.com

Nasional

Didukung Kaum LGBT di Bandung, BPN Prabowo Sandi Beri Tanggapan

Nasional

Pekan Depan, Indofarma Jual Obat Covid-19 Merek Desrem
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com