Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Banjir di Pusat Kota HST Meluas, Ratusan Jiwa Mengungsi

Pasca-Banjir Kalsel, Pakar ULM Minta Pemerintah Antisipasi Klaster Pengungsian

- Apahabar.com     Minggu, 31 Januari 2021 - 11:11 WITA

Pasca-Banjir Kalsel, Pakar ULM Minta Pemerintah Antisipasi Klaster Pengungsian

Salah satu lokasi terdampak banjir di Kalsel pada awal 2021. Foto- Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia berpotensi menimbulkan klaster penyebaran Covid-19 dari pengungsian.

Anggota Tim Pakar ULM untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Hidayatullah Muttaqin mendesak pemerintah untuk cepat melakukan langkah antisipatif jika tidak ingin ada ledakan klaster baru.

“Masyarakat kesulitan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan kebersihan. Jika pemerintah tidak cepat mendeteksi maka klaster pengungsian menjadi sumber ledakan baru pada Februari 2021,” kata Hidayatullah, dilansir dari Antara, Minggu (31/01).

Dia menilai keterlambatan dalam melakukan perawatan terhadap pengungsi dengan gejala berat dapat menyebabkan lonjakan kasus kematian, khususnya di daerah bencana yang infrastruktur kesehatannya mengalami kerusakan.

Menurut Muttaqin ancaman 500 kasus kematian harian pada Februari semakin besar seiring banyaknya bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Indikator lain yang menggambarkan ledakan Covid-19, papar dia, adalah jumlah kasus konfirmasi baru sepanjang 1-29 Januari yang sudah menembus 300 ribu kasus. Adapun jumlah pasien yang masih dalam status perawatan sebanyak 170 ribu kasus.

Ironisnya, ledakan kasus Covid-19 terjadi di tengah pelaksanaan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 11-25 Januari 2021.

Untuk itulah, Muttaqin menilai strategi penanganan pandemi dengan menerapkan PPKM kurang efektif. Di satu sisi tidak dapat menahan laju pertumbuhan kasus konfirmasi dan kematian, di sisi lain PPKM berdampak negatif terhadap perekonomian.

Dia mengatakan sudah saatnya pemerintah mengadopsi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat secara nasional dan menyeluruh dengan persiapan yang matang dan terukur.

Tujuannya untuk memutus rantai penularan dengan memaksa penduduk untuk tinggal di rumahnya masing-masing. Sebab, kata dia, laju penularan Covid-19 sangat bergantung pada laju mobilitas dan interaksi fisik manusia.

“China dan Vietnam merupakan contoh sukses negara yang efektif mengendalikan pandemi dengan ‘lockdown’ dan perekonomiannya tumbuh positif,” timpalnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Sebelum Resmikan Jembatan Sungai Alalak, Jokowi Pantau Vaksinasi Massal di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

1 Pasien Positif di Anjir Pasar, Masih Terkait Btl-01
apahabar.com

Kalsel

Sambil Menahan Ngilu, Reva Selamatkan Wajah Tuan Rumah
apahabar.com

Kalsel

Pilkada Serentak 2020, Kapolres Kotabaru Pastikan Polisi Netral!
apahabar.com

Kalsel

Sah!! Norgina dan Suami Serta Pasangan Lainnya Nikah Massal di Masjid Sabilal Muhtadin
apahabar.com

Kalsel

Takjub, Warga Temukan Foto Guru Sekumpul Masih Utuh Usai Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Detik-Detik Penangkapan Pembakar Lahan di Sungai Kupang HSS
apahabar.com

Kalsel

Soal Rapid Test, Keluarga Pasien Positif Covid-19 Harus Jadi Prioritas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com