Top! Jamu Gendong Ibu Neneng asal Kintap Tembus Pasar Eropa Beres! Batas Daerah Tala dan Kabupaten Banjar Diteken Berkas Sutarti P-21, Proses Tahap 2 di Rutan Barabai Berlangsung Dramatis  Kabar Sutarti dari Rutan Barabai, Terduga Pembunuh 2 Anak Kandung di HST 3 Raperda HST Digodok, 1 di Antaranya Tentang Pemilihan Pembakal

Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan

- Apahabar.com Kamis, 28 Januari 2021 - 09:54 WIB

Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan

Banjir menerjang Kalsel, menyebabkan sejumlah lingkungan rusak. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong menyebut perlu disiapkan lima aspek untuk pemulihan lingkungan pascabanjir Kalsel.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) beserta Pemerintah Provinsi Kalsel dan pemangku kepentingan terkait merancang langkah-langkah progresif, evaluasi dan mitigasi ke depan agar bencana tidak terulang kembali.

Alue Dohong mengatakan ke depan paling tidak terdapat lima aspek yang perlu disiapkan dan dilakukan untuk melakukan pemulihan lingkungan pascabanjir di sana.

“Pertama adalah aspek perencanaan, yang menuangkan secara detail tentang apa kegiatannya? Di mana lokusnya? Kapan tata waktunya?

Siapa yang bertanggung jawab? dan Berapa anggarannya? Untuk menyusun aspek perencanaan ini harus didukung data yang kuat, dan kerja sama antara KLHK dan Pemprov Kalsel, termasuk penyiapan ‘Early Warning System’ tentang banjir,” tutur Alue, dikutip dari Liputan6.com.

Aspek kedua, menurutnya adalah rekayasa teknis/engineering, termasuk di dalamnya aspek regulatif dan penataan ruang. Caranya dengan membuat bendungan, Daerah Tangkapan Air, dan normalisasi sungai, termasuk Perda Jasa Ekosistem Kalsel.

Aspek ketiga adalah vegetatif, yaitu kegiatan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), konservasi tanah dan air, penanganan lahan kritis dan agroforestri. Keempat, aspek sosial dimana ada sosialisasi, pelibatan masyarakat, dan komunikasi, serta membangun data base yang bagus sehingga tidak terjadi simpang siur informasi.

Terakhir, ia mengatakan aspek kelembagaan di KLHK dan di Provinsi Kalsel sehingga punya saluran komunikasi langsung yang cepat.

“Selain kelima aspek tadi, juga perlu dilakukan langkah mitigasi yang sangat segera, berupa tindakan aksi jangka pendek yang segera dilakukan untuk menangani kondisi yang terjadi, seperti kebutuhan pengungsi dan penataan lingkungan,” ujarnya.

“Kami akan segera mengambil langkah serius terkait pemulihan lingkungan yang sudah mulai dirintis dengan cara penanaman pohon secara besar-besaran, pembangunan kebun persemaian modern di beberapa tempat, tata kelola gambut, rehabilitasi mangrove dan saat ini harus dilakukan secara ketat reklamasi dan rehabilitasi eks-lahan tambang,” imbuh Alue yang dikutip dari Antara.

Banjir Terparah

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengungkapkan banjir yang terjadi di Kalsel di awal 2021 ini merupakan kejadian banjir terparah sepanjang sejarah dalam kurun waktu 100 tahun terakhir.

Menurut dia, banjir disebabkan berbagai macam faktor, di antaranya adalah morfologi lahan, anomali cuaca, alih fungsi lahan dan pengelolaan drainase yang belum optimal.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sudah langsung memberikan bantuan dan aksi tanggap darurat, dan langsung mendapatkan respon cepat dari pemerintah pusat dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir,” kata Sahbirin Noor.

Lebih lanjut, Sahbirin Noor mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tidak pernah lagi mengeluarkan izin tambang maupun perkebunan dan kehutanan, sesuai dengan moratorium hutan primer dan lahan gambut. “Semua dilakukan untuk melindungi fungsi lingkungan di Provinsi Kalimantan Selatan agar tetap lestari,” tutupnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: Jangan Sampai Aparat Hukum Dibajak Para Mafia
apahabar.com

Nasional

Menristekdikti Ancam Beri Sanksi Rektor yang Gerakkan Demo Mahasiswa
apahabar.com

Nasional

Tabur Bunga Harumkan Peringatan Hari Ibu Ke-90
apahabar.com

Nasional

KPK Akan Sorot Pelaksanaan PPDB 
apahabar.com

Nasional

Rumah Digeledah KPK, Bupati Solok Selatan: Saya Tak Tahu Masalah Apa
apahabar.com

Nasional

PDI-P Pantau Hitung Cepat Pilpres 2019 di Kediaman Megawati di Kebagusan
apahabar.com

Nasional

Update Corona di Indonesia: 686 Kasus, 55 Meninggal, 30 Sembuh
apahabar.com

Nasional

Mobil Rp 1,3 T, Ini Alasan KPK Tak Libatkan Dewan Pengawas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com