Tuntutannya Dicuekin, PLN Kalsel-Teng Dilaporkan ke Disnaker! Kronologi Hilangnya Raysa, Gadis Kelua Tabalong yang Viral di Media Sosial Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan

Pasutri di Balangan Merasa Dirugikan, Kartu BPJS Kesehatan Mendadak Tak Aktif

- Apahabar.com Kamis, 28 Januari 2021 - 17:28 WIB

Pasutri di Balangan Merasa Dirugikan, Kartu BPJS Kesehatan Mendadak Tak Aktif

Membludak, petugas BPJS Kesehatan Cabang Barabai melayani peserta yang ingin mendaftar UHC atau peserta yang mwndapatkan bantuan iuran dari APBD setempat pada 2019 lalu.Foto-apahabar.com/dok

apahabar.com, BALANGAN – Taufik (35) dan istrinya Ida Wati, warga Desa Awayan, Kabupaten Balangan, merasa dirugikan oleh BPJS Kesehatan.

Pasangan suami istri (Pasutri) ini terpaksa harus mengocek kantong sendiri untuk pembayaran obat asmanya per bulan.

Padahal Taufik mengaku sudah membayar rutin iurannya per bulan. Namun ketika berobat, dia kaget mendapati kartu BPJS Kesehatannya dinyatakan tidak aktif.

Sebelumnya, pengobatan rutin yang dilakukan lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ini ditanggung BPJS Kesehatan.

“Biasanya bisa dan gratis. Tapi bulan ini gak tau kenapa. Kata dokter, kartu saya tidak aktif. Padahal kemaren pas mau dibayar melalui bank, notifnya udah lunas, tapi pas mau dipakai malah gak bisa. Sudah dua bulan terakhir ini,” kata Taufik kepada apahabar.com, Kamis (28/1/2021).

Hal itu membuat Taufik dan Ida bingung. Sebab secara tiba-tiba kartu hijaunya itu dinyatakan tidak aktif.

Taufik mengaku sudah terdaftar pada segmen peserta Mandiri sejak 2019. Selama itu pula dia rutin membayar iuran perbulannya.

“Saya tidak tahu, tau-tau dan tiba-tiba kartu BPJS Kesehatan saya gak bisa, tidak bisa digunakan juga. Saya terpaksa beli obat sendiri,” keluh Taufik.

Lantas apakah Taufik komplain ke Kantor BPJS Kesehatan?

“Saya ini sibuk ke pasar, berangkat pagi, pulang kadang sore atau malam. Gak sempat mau ngurus ini. Selama ini saya cuma taunya rutin bayar supaya bisa digunakan. Tapi kok sekarang gak bisa, dan saya bingung jadinya,” jawab Taufik.

Sang istri, Ida Wati pun gundah terkait hal ini. Ia yang selama ini melakukan pembayaran BPJS Kesehatan mandiri keluarganya bingung ketika ingin membayar iuran pada Desember 2020, muncul keterangan tidak ada tagihan.

Padahal saat itu Ida dan keluarganya mengaku belum melakukan pembayaran sama sekali.

“Pas mau saya bayar di bank dekat tempat saya biasa jualan, katanya sudah lunas dan gak ada tagihan. Bingung, tapi sudah aja. Saya juga gak sempat urus sana-sini. Tapi masih bisa tuh dipake ambil obat pas Desember. Tapi di Januari 2021 ini munculnya sudah lunas, tapi gak bisa dipake buat ambil obat. Infonya di non aktifkan BPJS Kesehatan,” ucap Ida.

Saat ditanya apakah mungkin kepesertaannya berubah menjadi tanggungan Pemkab Balangan, Ida mengaku tidak pernah mendapatkan informasi itu.

“Gak ada pernah dikasih info juga dari BPJS Kesehatan. Kalaupun dialihkan jadi tanggungan pemerintah, sekarang gak bisa digunakan juga. Sementara kami belum punya waktu dan informasi yang cukup buat ngurus-ngurus itu,” ujar Ida sedikit kesal.

Dirinya mengaku sebenarnya merasa dirugikan karena harus membayar untuk pembelian obat.

“Kalau ditanya pasti merasa sedikit dirugikan. Tapi bagaimana lagi, daripada suami saya kenapa-kenapa, tulang punggung keluarga, kalau sampai dia kenapa-kenapa karena gak dapat obat, keluarga juga jadinya yang kacau,” tegas Ida.

“Yang jadi bikin saya kesal itu sebenarnya itu katanya sudah lunas, gak ada tagihan tapi kok gak bisa juga lah digunakan. Akhirnya ya mau gak mau nebus obatnya bayar sendiri,” pungkas Ida.

apahabar.com mencoba mengkonfirmasi ke BPJS Kesetan Cabang Barabai di Hulu Sungai Tengah (HST).

Sayangnya, pihak BPJS tersebut belum memberikan keterangannya mengenai problem yang dialami pasturi asal Awayan Balangan itu.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pengunjung Membeludak, Rutan Rantau Sampai Tambah 3 Tenda
apahabar.com

Kalsel

Jokowi Dilantik, Warga Dayak Tapin Kawal Kondusifitas
apahabar.com

Kalsel

Fix, Belum Ada Tersangka Lain dalam Pembunuhan Istri Muda Pembakal HST
Kotabaru

Kalsel

BREAKING NEWS: Kotabaru Berduka, Dokter ZH Tutup Usia di Ruang Covid-19
apahabar.com

Kalsel

PPKM Mikro Banjarmasin Berakhir, Prokes Tetap Diperketat

Kalsel

Cerita Mistis di Balik Temuan Bocah di Gorong-Gorong Masjid Baiturrahmah Tapin
Prokes

Kalsel

Pengemudi Mobil Kini Wajib Masker! Simak Penjelasan Kasat Pol PP Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Jalan Penghubung Desa Mulus, Warga Kusambi Hulu Jadikan ‘Tempat Wisata’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com