Isolasi Hari Kedua, Denny Indrayana Tulis Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi Klaim Adaro Reklamasi Lebih 100 Persen Lubang Tambang Dipertanyakan Jadi Sekolah Unggulan, Intip Sederet Program Almazaya Islamic School Banjarmasin Resmi, Gugatan Anandamu Tunda Kemenangan Ibnu-Ariffin di Pilwali Banjarmasin Tidak Mau Diisolasi di Palembang, 2 Peserta PTQ asal Kalteng Kabur

Pembersihan 12.500 Ton Sampah Pascabanjir di Barabai Terkendala BBM

- Apahabar.com Kamis, 28 Januari 2021 - 07:47 WIB

Pembersihan 12.500 Ton Sampah Pascabanjir di Barabai Terkendala BBM

Banjir di HST. Foto-dok apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Sudah 7.500 ton sampah yang diangkut hingga pekan ke 2 pembersihan di Barabai, pusat kota Hulu Sungai Tengah (HST).

Sampah-sampah yang menumpuk dan berserakan di pinggiran Jalan Kota Barabai ini dibuang ke TPA Desa Telang, Kecamatan Batang Alai Utara (BAU).

Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) HST dalam penanganan sampah pascabanjir, terkendala bahan bakar minyak (BBM).

“Persediaan kita masih ada namun hanya untuk persediaan 2 hari ke depan. Jika BBMnya KO (tak tersedia-red), bubarlah kita,” kata Kepala DLHP, M Yani, Rabu (27/1).

Sebelumnya, M Yani memperkirakan ada 2.500 rit sampah pascabanjir yang menumpuk di Barabai.

Setelah dikonversi, perkiraan sampah mencapai 10.000 ton.

“Estimasi kita salah. Ternyata ada peningkatan sebanyak 25 persen atau mencapai 12.500 ton sampah,” kata M Yani.

Untuk membersihkan sampah yang menumpuk di seputaran Barabai, Pemkab HST dibantu masyarakat dan para relawan dari berbagai kabupaten. Terutama Balangan dan Tabalong.

Pembersihan sampah di Barabai ini melibatkan 350 personel lebih. Pembersihan menggunakan alat berat, eksavator.

Sedikitnya ada 40 armada yang dioperasikan untuk mengangkut sampah-sampah. Diperkirakan akan menghabiskan waktu selama 2 minggu agar kondisi normal kembali.

“Kami meminta masyarakat yang akses jalannya ditutup sementara selama penanganan sampah ini, agar maklum karena ini dalam keadaan darurat,” tutup Yani.

Hingga 27 Januari ini, BPBD HST mencatat 82 desa di 10 dari 11 kecamatan terdampak banjir. Akibatnya, 87.897 jiwa dari 29.076 kepala keluarga terdampak musibah ini.

Ada 7 warga yang meninggal akibat banjir ini. Tiga orang masih belum diketahui kondisinya, alias masih dalam pencarian.

Banjir bandang yang terjadi pada Rabu malam (13 Januari) ini juga merusak 480 fasilitas umum (fasum).

Berdasarkan data BPBD yang dirilis Diskominfo HST, fasum tersebut yakni,150 tempatn ibadah, 175 sekolah, 90 kantor dan 65 jembatan.

Selain itu, musibah ini juga merendam 17.361 rumah warga dam membuat 191 rumah warga hilang serta 3242 rusak akibat diterjang banjir bandang. (*)

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ribuan Spesimen Covid-19 Kalsel Masih Antre Pengujian
Banjarmasin

Kalsel

Terancam Dikebiri! Ayah Kandung Pemerkosa Anak di Banjarmasin Utara
Pendampingan Psikologis

Kalsel

Terdampak Banjir Tala, Anak-Anak di Kurau Dapat Pendampingan Psikologis dari Arutmin

Kalsel

Covid-19 Kalsel Kembali Melonjak, Temuan 85 Kasus di Tanah Bumbu
apahabar.com

Kalsel

Sapu Bersih Pungli, Polsek Kurau: Laporkan Jika Ada
Ramadan

Banjarmasin

Berkah Ramadan, Yayasan Haji Maming Berbagi untuk Langgar Darul Ibadah Teluk Dalam
Depresi

Batola

Diduga Depresi, Seorang Wanita Nyaris Terjun Dari Jembatan Rumpiang Batola
THM Harus Tutup, Pemkot Banjarmasin Siagakan Satgasus

Kalsel

THM Harus Tutup, Pemkot Banjarmasin Siagakan Satgasus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com