Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu

Pembukaan Pasar: Rupiah Menguat Tipis ke Rp 13.890/US$

- Apahabar.com Rabu, 6 Januari 2021 - 10:28 WIB

Pembukaan Pasar: Rupiah Menguat Tipis ke Rp 13.890/US$

Karyawan menunjukkan pecahan uang dollar di salah satu tempat penukaran uang di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jumat (16/3/2018). (Foto-CNBC Indonesia)

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Dolar AS kembali didorong menjauh dari level Rp 14.000.

Pada Rabu (6/1/2021), US$ 1 dibanderol Rp 13.890 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,07% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Tanda-tanda apresiasi rupiah sebenarnya sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (6/1), Dollar Index terpantau melemah 0,02% pada perdagangan pagi ini yang juga berpotensi mendorong laju rupiah.

Dolar index adalah index yang membandingkan mata uang Paman Sam dengan basket mata uang lainnya, apabila posisi dolar sedang lemah maka mata uang Garuda akan lebih mudah menguat.

Analisis Teknikal

Pergerakan rupiah dengan menggunakan periode harian (daily) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, rupiah berada di area batas bawah dengan BB yang melebar maka pergerakan rupiah selanjutnya cenderung menguat.

Untuk mengubah bias menjadi bullish atau penguatan, perlu melewati level resistance yang berada di area Rp 14.035/US$. Sementara untuk melanjutkan tren bearish atau penurunan perlu melewati level support yang berada di area Rp 13.810/US$.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 22, yang menunjukkan adanya indikator jenuh jual akan tetapi apabila momentum sedang kuat RSI dapat bertahan di area jenuh jual dalam waktu yang panjang.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB yang berada di area batas bawah, maka pergerakan selanjutnya cenderung terapresiasi.

Rupiah perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Istana Tegaskan Tak Intervensi Pencopotan Direksi Asabri

Ekbis

Istana Tegaskan Tak Intervensi Pencopotan Direksi Asabri
apahabar.com

Ekbis

Ramadan, Distribusi Ikan di Delapan PPI Kaltim 80 Ton/Hari
apahabar.com

Ekbis

Pandemi Belum Usai, Perusahaan Cina Mau Nambang di Kotabaru
Menguat

Ekbis

Dipicu Harapan Stimulus AS, Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Peduli Inflasi di Kalsel, Bank Indonesia Inisiasi Komunitas Move On Generation
apahabar.com

Ekbis

Sepanjang 2020, Pertamina Tambah 14 SPBU di Daerah Terluar Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Aksi Ambil Untung, IHSG Bergerak Menguat
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Jumat Pagi Melemah 91 Poin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com