Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Setinggi 500 Meter Kepung Serda Nurhadi, Belasan Pelaku Diamankan Polisi dan TNI Jalan Tikus Masuk Kalteng di Kapuas Juga Dijaga Ketat Petugas

Pergerakan Bursa Saham Benua Kuning Beragam, IHSG Diprediksi Variatif

- Apahabar.com Jumat, 29 Januari 2021 - 11:39 WIB

Pergerakan Bursa Saham Benua Kuning Beragam, IHSG Diprediksi Variatif

Ilustrasi - Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/1/2021). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan diprediksi bergerak variatif.

IHSG diprediksi bergerak variatif seiring beragamnya pergerakan bursa saham kawasan Benua Kuning atau Asia.

IHSG dibuka menguat 30,96 poin atau 0,52 persen ke posisi 6.010,34. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,53 poin atau 0,91 persen ke posisi 949,06.

“IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan hari ini seiring dengan bauran dari sejumlah faktor,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah dalam laporan di Jakarta seperti dilansir Antara, Jumat (29/1).

Dari eksternal, sentimen positif datang dari ekonomi AS yang tumbuh 4 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal IV 2020 di tengah lonjakan kasus Covid-19. Sepanjang 2020, ekonomi AS masih mengalami kontraksi 3,5 persen.

Sementara itu, klaim pengangguran awal AS untuk mengukur PHK turun menjadi 847.000 dalam pekan yang berakhir 23 Januari 2021 lalu.

Angka itu turun 67.000 dari minggu sebelumnya, tetapi klaim tetap lebih tinggi dibandingkan data klaim pengangguran 665.000 selama resesi pada 2007-2009.

Sedangkan bank sentral AS The Fed menyatakan, pemulihan ekonomi yang anjlok akibat pandemi penyakit Covid-19 di AS mengalami pelambatan. The Fed menyampaikan bahwa kebijakan bank sentral masih akan sangat akomodatif saat pemulihan ekonomi sedang berlangsung.

Indeks Wall Street pada perdagangan Kamis (28/1) ditutup menguat. Sedangkan indeks bursa regional Asia hari ini diperkirakan bergerak beragam.

Dari domestik, pemerintah akan mewaspadai pergerakan inflasi makanan dan minuman tahun ini, karena kenaikannya yang fluktuatif.

Kelompok makanan dan minuman dinilai menjadi penyumbang inflasi dengan kenaikan yang fluktuatif.

Peningkatan inflasi barang makanan dan minuman terlihat mengalami volatilitas tinggi, sementara barang lainnya menunjukan tren menurun bulan ke bulan dan konsisten.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 43,09 poin atau 0,15 persen ke 28.154,33, indeks Hang Seng naik 167,56 poin atau 0,59 persen ke 28.718,33, dan indeks Straits Times meningkat 11,89 atau 0,41 persen ke 2.932,19.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit

Ekbis

Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit  
Tanah Bumbu

Ekbis

Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen
apahabar.com

Ekbis

Minyak Tertekan, Rupiah Terkoreksi Lagi
apahabar.com

Ekbis

Pertamina akan Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Rupiah Tertekan

Ekbis

Naiknya Imbal Hasil Surat Utang AS, Rupiah Kembali Tertekan
apahabar.com

Ekbis

Pilpres AS Berlangsung Ketat, IHSG Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Efek Perang Dagang AS-Tiongkok, BI: 2020, Diprediksi Pertumbuhan Ekonomi Belum Pulih
apahabar.com

Ekbis

MoU GMF-BRI Indonesia-Tiongkok, Dua Proyek Strategis Kaltara Disertakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com