Tuntutannya Dicuekin, PLN Kalsel-Teng Dilaporkan ke Disnaker! Kronologi Hilangnya Raysa, Gadis Kelua Tabalong yang Viral di Media Sosial Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan

Permohonan Bantuan Rumit, Ketua DPRD Banjar Geruduk BPBD

- Apahabar.com Kamis, 21 Januari 2021 - 21:56 WIB

Permohonan Bantuan Rumit, Ketua DPRD Banjar Geruduk BPBD

Ketua DPRD Banjar HM Rofiqi datangi ke BPBD Banjar akibat didatangi terus menerus oleh relawan dapur umum yang kurang tanggap selama banjir besar di Kabupaten Banjar. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Kantor BPBD Kabupaten Banjar digeruduk Ketua DPRD Banjar H M Rofiqi bersama relawan banjir dari Martapura Timur.

Mereka mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar melihat kondisi pusat bencana. Mereka ingin BPBD memperhatikan dapur umum, dan berharap lebih lentur administrasi permohonan barang bantuan.

Ketua DPRD Banjar H M Rofiqi mengaku, sejak awal dirinya sudah menyampaikan secara langsung jika banjir bakalan membesar di Kecamatan Martapura Timur.

“Jika di tempat lain di kecamatan lain baru seminggu, di Martapura Timur lebih sebulan air menggenangi rumah warga baru berstatus darurat banjir,” ungkap Rofiqi.

Ketua DPRD Banjar itu berencana menggunakan haknya. Pekan depan memanggil BPBD Banjar dan mengintervensi. Kapan bantuan yang menjadi hak dasar pengungsi sampai saat ini tidak merata.

Diungkapkan oleh Rofiqi, sulit korban banjir mendapatkan bantuan karena terlalu BPBD terkesan menonjolkan aturan dibandingkan sisi sosial.

“Logistik untuk bantuan dikirim ke Martapura Timur, namun tidak diketahui siapa yang menerima. Kalau di Martapura Timur ada dapur umum, kenapa warga masih mencari nasi bungkus ke relawan swasta di Desa Mekar,” ujarnya.

Rizanie Anshari dari DPRD Banjar juga mendapat laporan dari Martapura Barat. BPBD Banjar diungkapkannya terlalu ribet, tidak lentur dalam pembagian bantuan. Pasalnya camat melaporkan langsung bahwa ketika diminta membuat surat permohonan yang berbelit-belit.

Sedangkan pada saat itu, kondisi kecamatan sedang lumpuh karena musibah banjir, serta listrik dipadamkan, dan internet mati. Bahkan semua bahan kantor kebanjiran, serta karyawan kecamatan sedang mengungsi.

“Kami itu maunya dibantu dulu, atau kirimkan dulu logistik, administrasi menyusul setelah masa crowded banjir besar menurun,” ungkapnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Banjar Azhar Alamsyah sudah mencatat semua permintaan relawan juga menindaklanjuti kepada Kepala BPBD Banjar M Irwan Kumar.

“Kita akan sampaikan aspirasi yang disampaikan relawan dapur umum. Ia meminta relawan bersabar sambil mencari keputusan bersama,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Narkoba

Kalsel

Polsek Banjarmasin Barat Gelandang Seorang Pria Bersama 63,35 Gram Sabu
apahabar.com

Kalsel

Ramalan BMKG: Asap Belum Sepenuhnya Terurai

Kalsel

Covid-19 di Banjarmasin Merajalela, Penambahan Hingga 50 Kasus per Hari
apahabar.com

Kalsel

Ringankan Beban Masyarakat, Yayasan Haji Maming Gelar Sunatan Massal Gratis
apahabar.com

Kalsel

Soroti PSBB Banjarmasin, HMR: Pemkot Terkesan Latah
apahabar.com

Kalsel

Kotabaru Masih Krisis Air Bersih

Kalsel

Hari Lingkungan Hidup, Pena Hijau Indonesia Ekspedisi ke Pegunungan Meratus
apahabar.com

Kalsel

Pejabatnya Terpapar Covid-19, Ini Langkah Pemkot Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com