Kebakaran Veteran Banjarmasin: 3 Rumah Ludes, Salah Satunya Milik Pol PP Dikira Asap dari Pembakaran Sampah, Ternyata 1 Rumah di Tanah Grogot Ludes Jelang Malam Tak Pulang, Pria Paruh Baya di HSS Ditemukan Jadi Mayat Banjarmasin Nyaris Kecolongan, Penumpang dari Surabaya Tak Punya Surat Bebas Covid-19 Misteri Surat Sakti Penggelembungan 5 Ribu Suara Banjar di Kamar 519

Polisi Balikpapan Dibogem Keluarga Pasien Covid-19

- Apahabar.com Senin, 25 Januari 2021 - 17:32 WIB

Polisi Balikpapan Dibogem Keluarga Pasien Covid-19

Suasana di salah satu rumah sakit saat pihak keluarga hendak mengambil jenazah keluarganya yang meninggal terpapar Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Bripka Marjono, anggota Polsek Balikpapan Selatan mendapat tindak penganiayaan saat meninjau seorang pasien yang meninggal karena Covid-19 di salah satu rumah sakit rujukan di Balikpapan, Minggu (24/1/2021) pukul 17.00 wita.

Hal tersebut berawal dari pihak keluarga yang tidak terima keluarganya yang meninggal akan dimakamkan menggunakan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga pihak keluarga bersikeras untuk membawa jenazah pasien yang tinggal di Balikpapan Barat itu.

Keributan pun terjadi saat anggota polisi dari Polsek Balikpapan Selatan bernama Bripka Marjono datang dan mengambil foto depan UGD Rumah Sakit sebagai laporannya. Saat itu memang banyak orang yang mengaku dari keluarga pasien ini bersitegang dengan Marjono.

Marjono mendapat intimidasi serta perlakuan kasar dari keluarga pasien. Ketegangan sempat mereda setelah Marjono menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) bahwa dirinya adalah seorang anggota Polri.

Namun saat Marjono hendak menuju jalan loby rumah sakit, sekitar lima orang keluarga pasien yang tadi langsung mengejar dan meneriakinya. Hal ini pun sontak memancing keluarga lainnya sehingga kejadian pemukulan pun tak bisa terhindarkan.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Rizal Effendi menyayangkan tindakan anarkis tersebut. Ia meminta kepada masyarakat agar tidak berbuat anarkis hingga merugikan semua pihak yang terlibat dalam penanganan pasien Covid-19.

“Kami ini sudah bertugas luar biasa dari Pemerintah Kota, Kepolisian dan TNI demi keselamatan dan kesehatan masyarakat. Jadi jangan berbuat yang merugikan karena kalau sudah melakukan pelanggaran hukum pasti akan diproses secara hukum dan pasti rugi semuanya,” kata Rizal kepada awak media pada Senin (25/1/2021).

Rizal mengatakan para petugas penanganan sudah berjuang luar biasa hingga bekerja sampai larut malam. Sehingga masyarakat diminta memaklumi situasi ini.

“Memang bagi pasien yang meninggal terpapar Covid-19 itu harus dimakamkan secara prokes, tidak bisa dibawa pulang seperti biasa,” ujarnya.

Rizal menjelaskan bahwa jenazah yang meninggal karena terpapar Covid-19 bisa dibawa pulang, hanya saja sesuai prosedur yakni menunggu tiga bulan terlebih dahulu. Ia meminta masyarakat harus memahami betul hal ini agar tidak melanggar hukum.

“Kalau mau dibawa pulang itu bisa tapi sesuai prosedur harus tunggu tiga bulan. Silahkan kalau mau dipindahkan ke tempat lain,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kaltim

Rekor, Ditresnarkoba Polda Kaltim Ungkap Sabu 25 Kilogram
Covid-19

Kaltim

Penduduk Usia Kerja Terdampak Covid-19 di Kaltim Capai 293.800 Orang
apahabar.com

Kaltim

2018, Gojek Sumbang Rp 430 Miliar untuk Perekonomian Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Bupati Penajam: Jangan Ada Lagi Masyarakat Ditolak BPJS
apahabar.com

Kaltim

Bertambah 129 Kasus, Positif Covid-19 di Kaltim Jadi 3.021
Pertamina

Kaltim

Kontraktor Pertamina Diduga Buang Limbah Beracun, Warga Balikpapan Alami Mual dan Muntah
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Aktif Rangkul Eks Penyalahguna Narkoba
Balikpapan Terbakar

Kaltim

Dini Hari Membara, 4 Ruko di Balikpapan Ludes
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com