Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

PPKM Beda dengan PSBB, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah memastikan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM berbeda dengan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.PPKM bakal...
- Apahabar.com     Kamis, 7 Januari 2021 - 13:50 WITA

PPKM Beda dengan PSBB, Masyarakat Jangan Panik

Kondisi Lalu Lintas di Banjarmasin Kalsel. Foto-Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN Pemerintah memastikan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM berbeda dengan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

PPKM bakal diberlakukan per 11-25 Januari 2021 di 23 kabupaten/kota.

“Ditegaskan ini bukan pelarangan kegiatan masyarakat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/1) siang.

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) meminta masyarakat untuk tak panik.

Kebijakan yang diambil mencermati perkembangan kasus Covid-19 di sejumlah daerah yang meningkat per Rabu (6/1) kemarin.

Jumlah kasus aktif saat ini dilaporkan Antara mencapai 112.593 kasus, meninggal dunia mencapai 23.296 dan tingkat kesembuhan mencapai 652.513.

Secara nasional tingkat kesembuhan rata-rata di Indonesia mencapai 82,76 persen dan kematian mencapai 2,95 persen.

Laju pertambahan kasus dalam pekan terakhir terjadi peningkatan 7,3 persen dari 48.434 kasus pada 21-28 Desember 2020 menjadi 51.986 kasus pada 28 Desember 2020-4 Januari 2021.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, selama dua bulan terakhir kasus aktif pada November 2020 mencapai 54 ribu kasus, namun per Rabu (6/1) jumlahnya melonjak menjadi 112 ribu kasus.

Dengan peningkatan itu, maka salah satu konsekuensinya adalah penambahan pasien di seluruh rumah sakit.

Kalsel Tak Masuk

Kalimantan Selatan tak masuk daftar rencana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, istilah baru PSBB.

Menko Airlangga juga menekankan kembali bahwa PPKM itu tidak dilakukan di seluruh wilayah Jawa-Bali namun hanya di wilayah dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19.

PSBB baru ini diberlakukan di seluruh wilayah DKI, kemudian di Jawa Barat dengan prioritas Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cimahi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Wilayah Bandung Raya.

Kemudian, di Provinsi Banten dengan prioritas Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, selanjutnya di Jawa Tengah dengan prioritas Semarang Raya, Banyumas Raya dan Kota Surakarta dan sekitarnya.

Selain itu, di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan prioritas Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulonprogo.

Selanjutnya di Jawa Timur dengan prioritas Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Malang serta di Provinsi Bali dengan prioritas Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Penerapan PSBB dilakukan karena wilayah itu memenuhi salah satu dari empat parameter yakni tingkat kematian dan tingkat kasus aktif yang masing-masing di atas rata-rata nasional.

Kemudian, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional dan tingkat keterisian rumah sakit (BOR) untuk ICU dan isolasi di atas 70 persen.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Resmikan Tol Pertama di Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Beberapa Bahan Pokok Defisit di Sejumlah Provinsi

Nasional

Komnas HAM Laporkan Pembunuhan Laskar FPI ke Pengadilan Internasional
apahabar.com

Nasional

KJRI Sabah: Tim Touring Bantu Kenalkan Indonesia

Nasional

Polisi Ungkap Prostitusi Sesama Jenis Berujung Pembakaran Korban
apahabar

Nasional

Prihatin dengan Kondisi Toleransi di Indonesia, Jokowi: Saya Sedih
apahabar.com

Nasional

Usulan RUU Permusikan Ditarik, Ini Alasan Anang Hermansyah
DPRD Sulut

Nasional

Viral! Oknum DPRD Sulut Kepergok Selingkuh, Istri Naiki Kap Mobil hingga Terseret
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com