Pak Wali, Pengungsi Banjir di Banjarmasin Mulai Sakit-sakitan, Poskes Over Diduga Sakit Hati, Pria Gantung Diri di Batulicin Sering Cekcok dengan Istri Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” PMI Balikpapan Tak Terima Bantuan Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Kalsel

PPKM Jawa-Bali, Aturan Perjalanan Dalam Negeri Diperketat

- Apahabar.com Sabtu, 9 Januari 2021 - 11:39 WIB

PPKM Jawa-Bali, Aturan Perjalanan Dalam Negeri Diperketat

Ilustrasi. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memperpanjang dan memperketat aturan pembatasan perjalanan di dalam negeri. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Seiring masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Satgas Covid-19 memperketat aturan perjalanan dalam negeri.

Hal itu sesuai dengan dikeluarkan dalam Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19, berlaku mulai Sabtu (9/1) hingga 25 Januari mendatang.

Sebelumnya, surat edar yang memuat aturan pembatasan perjalanan tersebut telah berakhir pada Jumat (8/1).

Ketua Satgas Doni Monardo menjelaskan, perpanjangan ini dimaksudkan untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 yang berpotensi meningkat akibat perjalanan orang dari satu wilayah ke wilayah lain.

“Peraturan ini berlaku bagi seluruh pengguna moda transportasi pribadi maupun umum, baik melalui udara, perkeretaapian, darat, maupun laut.” Ujar Doni seperti dikutip CNNIndonesia.com, Sabtu (9/1).

Selain itu, dalam rilisnya, Satgas juga mewajibkan seluruh pengguna moda transportasi baik pribadi maupun umum menjalankan protokol kesehatan.
Berikut rincian protokol kesehatan yang wajib dipatuhi oleh masyarakat:

Pertama, setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang, wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Kedua, pengetatan protokol kesehatan sepanjang perjalanan yang perlu dilakukan berupa penggunaan masker wajib secara benar menutupi hidung dan mulut dengan jenis masker kain 3 lapis atau masker medis.

Pelaku perjalanan tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum. Pelaku perjalanan juga tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, kecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat untuk keselamatan dan kesehatannya.

Ketiga, pelaku perjalanan dalam negeri harus mengikuti sejumlah ketentuan, sebagai berikut:

1. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang dengan kendaraan pribadi maupun umum bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku.

2. Untuk perjalanan ke Pulau Bali, pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 2 x 24 jam atau rapid test antigen paling lama 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Sementara untuk pengguna moda transportasi darat atau laut, baik pribadi maupun umum, wajib menunjukkan keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

3. Untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam pulau Jawa (antar-provinsi/kabupaten/kota), pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 3 x 24 jam atau rapid test antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Sementara untuk pengguna moda transportasi laut dan kereta api antarkota wajib menunjukkan keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

4. Untuk perjalanan ke daerah lainnya, pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 3 x 24 jam atau rapid test antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Sementara untuk pengguna moda transportasi laut, wajib menunjukkan keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatannya.

Untuk pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat pribadi menuju ke daerah di dalam maupun luar Pulau Jawa diimbau melakukan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Tes acak rapid test antigen akan dilakukan oleh Satgas Covid-19 Daerah bagi pelaku perjalanan dengan moda transportasi umum darat apabila diperlukan. Pengisian e-HAC Indonesia bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum maupun pribadi, terkecuali bagi moda transportasi kereta api.
5. Bagi siapa pun yang memalsukan keterangan hasil rapid tes antigen maupun RT-PCR akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Erdogan Cabut Jam Malam Parsial di Turki
apahabar.com

Nasional

Kasad Jadi Wakil Ketua Komite Covid-19, Simak Apa Kata Mahfud
apahabar.com

Nasional

Diincar China, Ini Dia ‘Harta Karun’ Indonesia di Laut Natuna
apahabar.com

Nasional

Ria Winata Tolak Keras Ajakan Makan Siang Rp50 Juta dan Range Rover
apahabar.com

Nasional

Terobosan Cuncung di DPR RI: 200 Titik PJU, 7 Kecamatan di Tanah Bumbu Bakal Terang Benderang
apahabar.com

Nasional

7 Bandit di Asahan Sumut Ditangkap, 5 Ditembak
apahabar.com

Nasional

DPD RI Dukung Pembentukan Provinsi Baru di Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Pemindahan Ibu Kota Indonesia Jadi Atensi Warganet: ‘Ibu kota boleh pindah, tapi jangan hatimu’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com