Top! Jamu Gendong Ibu Neneng asal Kintap Tembus Pasar Eropa Beres! Batas Daerah Tala dan Kabupaten Banjar Diteken Berkas Sutarti P-21, Proses Tahap 2 di Rutan Barabai Berlangsung Dramatis  Kabar Sutarti dari Rutan Barabai, Terduga Pembunuh 2 Anak Kandung di HST 3 Raperda HST Digodok, 1 di Antaranya Tentang Pemilihan Pembakal

Reaksi Mila, Korban Banjir di Astambul Diberi Jokowi Nasi Kotak

- Apahabar.com Senin, 18 Januari 2021 - 16:45 WIB

Reaksi Mila, Korban Banjir di Astambul Diberi Jokowi Nasi Kotak

Presiden Jokowi mengunjungi sejumlah warga korban terdampak banjir di Astambul, Kabupaten Banjar, Senin (18/1) siang. apahabar.com/Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Mata Mila berkaca-kaca. Bibir perempuan itu gemetar, ia keringatan.

Maklum, yang di hadapannya adalah Presiden Joko Widodo. Ini pengalaman pertama baginya.

Sejak pagi tadi, Mila bersama warga lainnya sudah tak sabar menunggu kedatangan orang nomor satu di republik ini.

Kampung mereka di Desa Banua Anyar, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar juga diterjang banjir.

“Saya tinggal di RT 1. Rumah juga terendam banjir,” lirih Mila, Senin (18/1).

Rumah Mila tak begitu jauh dari Jembatan Sungai Salim, Jalan A Yani KM 55 yang saat ini masih terputus. Jaraknya hanya beberapa puluh meter.

Di kampungnya itu, Presiden Jokowi datang untuk melihat langsung kondisi jembatan penghubung antara Kecamatan Astambul dengan Kecamatan Mataraman.
 
Mila bersama warga lain sempat saling melambai tangan. Bahkan, ia berkesempatan menerima langsung bingkisan dari Jokowi. 

Banjir Kalsel

Mila tampak gugup usai mendapat nasi kotak langsung dari Presiden Jokowi. Mila merupakan salah satu korban terdampak banjir hebat yang melanda Kalsel sepekan belakangan. Foto-apahabar.com/Syahbani

“Iya dikasih ini, isinya nasi,” katanya.

Usai mengunjungi Desa Mekar Kecamatan Martapura Timur, Presiden Joko Widodo meluncur ke Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalsel, Senin (18/1) siang.

Mengenakan jaket hitam dan kemeja putih, Jokowi tiba di Kecamatan Astambul tepat pukul 14.36 Wita. 

Jokowi juga sempat melambaikan tangan kepada warga sekitar. “Hayyy..,” ujar sejumlah warga yang sudah menunggu lama kedatanganya.

Didampingi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dan Bupati Kabupaten Banjar Khalilurahman, Jokowi langsung meninjau kondisi Jembatan Sungai Salim yang terputus.

Jokowi memastikan bahwa kerusakan infrastruktur akibat banjir yang terjadi di Kalsel seperti putusnya jembatan Sungai Salim menjadi perhatian khusus. 

“Saya hanya ingin memastikan di lapangan mengenai kerusakan infrastruktur, yang mengamati beberapa jembatan terputus seperti yang di belakang ini,” ujarnya.

“Saya sudah minta PU agar pada hari ini diselesaikan sehingga mobilitas distribusi di daerah tidak terganggu,” imbuhnya.

BANJIR KALSEL

Titah Jokowi di Mataraman Kalsel: Segera Perbaiki Jembatan

Sudah lebih dari sepekan banjir hebat menerjang Kalimantan Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah melaporkan, hingga Minggu 17 Januari, terdapat 210.320 warga di 10 kabupaten/kota terdampak banjir di Kalsel.

Mereka berasal dari 63.454 kepala keluarga. Rinciannya, jumlah korban banjir tertinggi berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan 64.400 jiwa, Kabupaten Banjar 53.865 jiwa, Barito Kuala 28.400 jiwa, Tanah Laut 27.815 jiwa, Balangan 17.501 jiwa, Banjarbaru 8.671 jiwa, Hulu Sungai Selatan 6.690 jiwa, Tapin 1.492 jiwa, Tabalong 770 jiwa, dan Banjarmasin 716 jiwa.

BPBD Kalsel mencatat 22.543 rumah terendam, dan sebagian rusak akibat terjangan banjir. Air bah juga meluluhlantakkan 68 jalan, 14 jembatan, 8 rumah ibadah, dan 11 sekolah.

Setidaknya, 37.756 jiwa terpaksa mengungsi dari kediamannya. Ironisnya, bencana ekologis ini juga telah menelan 15 korban jiwa. Mereka berasal dari Tanah Laut 7 orang, masing-masing 3 orang dari Banjar, dan HST, serta 1 orang masing-masing dari Banjarbaru, dan Tapin.

Lembaga Penerbangan, dan Antariksa Nasional atau LAPAN menemukan luasan genangan banjir tertinggi mencapai 60 ribu hektare di Barito Kuala, Kabupaten Banjar 40 ribu hektare, Tanah Laut 29 ribu hektare, Kabupaten Hulu Sungai Tengah 12 ribu hektare, Hulu Sungai Selatan 11 ribu hektare, Tapin 11 ribu hektare, dan Tabalong sekitar 10 ribu hektare.

Sementara luas genangan air di Kabupaten Balangan, Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarmasin, hingga Kabupaten Murung Raya antara 8 sampai 10 ribu hektare.

Presiden Jokowi bertolak ke Kalimantan Selatan, Senin (18/1) untuk meninjau banjir yang melanda sepekan belakangan.

Jokowi lepas landas menuju Banjarbaru dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekira pukul 10.05 WIB.

Turut serta dalam rombongan RI-1, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Selepas kegiatan tersebut, Jokowi dan rombongan terbatas akan kembali menuju Pangkalan TNI AU Syamsudin Noor untuk bertolak ke Jakarta.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dirujuk ke Ansari Saleh, PDP dari Batola Mulai Membaik
apahabar.com

Kalsel

Bank Mandiri Syariah Sumbang Sapi Kurban ke ULM
apahabar.com

Kalsel

Ponpes Darul Hijrah Akan Buka Cabang di Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Batal Maju di Pilkada, Guru Khalil Belum Putuskan Kembali ke Ponpes
apahabar.com

Kalsel

Operasi Anti-Balap Liar, Tiga Pemuda Terjaring di Banjarmasin Timur
Pantai Abrasi, Begini Keluhan Warga Pesisir Tanah Bumbu

Kalsel

Pantai Abrasi, Begini Keluhan Warga Pesisir Tanah Bumbu
apahabar.com

Kalsel

Belanja Banjarmasin 2019 Ditargetkan Rp1,95 Triliun
apahabar.com

Kalsel

Sukses Wujudkan ZI dan WBK, Polres Tabalong Bidik WBBM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com