Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Saksi Kasus Suap Mantan Menteri Edhy Prabowo Meninggal Dunia

- Apahabar.com Senin, 4 Januari 2021 - 21:13 WIB

Saksi Kasus Suap Mantan Menteri Edhy Prabowo Meninggal Dunia

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, menjelang pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Gedung KPK. Foto: Republika

apahabar.com, JAKARTA – Seorang saksi kasus suap ekspor benih lobster yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, ternyata meninggal dunia.

Saksi bernama Deden Deni yang sudah dicekal ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meninggal dunia 31 Desember 2020.

“Belum diketahui detail terkait kematian Deden. Namun proses penyidikan kasus ekspor benur tidak terganggu,” tegas Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Senin (4/1).

“Semua berjalan dan tentu masih banyak saksi dan alat bukti lain yang memperkuat pembuktian rangkaian perbuatan dugaan korupsi para tersangka,” lanjutnya.

Deden pernah diperiksa 8 Desember 2020. KPK selalu menyebut Deden sebagai swasta, karena menjabat direktur PT Perishable Logistic Indonesia (PLI). PT PLI ditengarai berkongsi dengan PT Aero Citra Kargo (ACK) sebagai forwarder dari eksportir benur.

Adapun PT ACK merupakan satu-satunya perusahaan kargo yang mendapatkan izin mengangkut benur ke luar negeri.

Melalui perusahaan tersebut, Edhy Prabowo cs menerima sebagian duit pengangkutan. PT ACK memasang tarif pengangkutan Rp 1.800 per ekor.

Uang hasil ekspor itu kemudian diduga masuk ke rekening pemegang PT ACK, yakni Ahmad Bahtiar dan Amri. KPK menduga kedua orang itu adalah nominee dari Edhy.

Dalam perkara ini, KPK menjerat Edhy Prabowo sebagai tersangka bersama enam orang lain. Mereka adalah Safri yang menjabat Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence).

Kemudian Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas, Andreau Pribadi Misata, serta Amiril Mukminin yang merupakan Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Selanjutnya Siswadi yang adalah pengurus PT ACK Siswadi, Ainul Faqih selaku staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Herman Seventeen yang Caleg PKB Meninggal, Cak Imin: Dia Orang Baik
apahabar.com

Nasional

Kemen PPPA Terus Kawal Kasus Penyebaran Video Porno di Tasikmalaya
apahabar.com

Nasional

Sebelum Dikubur, Korban Pembunuhan di Tamban Sempat Direkayasa Hilang
apahabar.com

Nasional

Indofarma Jual Obat Covid-19 di Bawah Rp 2 Juta
apahabar.com

Nasional

Sejumlah Siswa Sekolah di Ambon Panik Akibat Gempa
apahabar.com

Nasional

Kirim Karangan Bunga ke Wiranto, Ini Kata Kivlan Zen
apahabar.com

Nasional

Kapolri Mutasi Sejumlah Perwira Tinggi dan Menengah
apahabar.com

Nasional

Usai Bentrokan Senayan, 1.365 Perusuh Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com