Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan 13 Menit di SDL, Jokowi Disambut Meriah Ribuan Pengungsi Banjir Kalsel

Seiring Rilis Data Insflasi, IHSG Awal Tahun Berpotensi Naik

- Apahabar.com Senin, 4 Januari 2021 - 11:16 WIB

Seiring Rilis Data Insflasi, IHSG Awal Tahun Berpotensi Naik

Ilustrasi - Petugas membelakangi layar informasi pergerakan harga saham pada layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto-Antara/Aditya Pradana Putra/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun berpotensi naik.

Kenaikan IHSG seiring data inflasi Desember 2020 yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini.

IHSG Senin pagi dibuka menguat 18,76 poin atau 0,31 persen ke posisi 5.997,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,13 poin atau 0,44 persen ke posisi 939,01.

“IHSG diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan hari ini di tengah bauran sentimen-sentimen, salah satunya data inflasi Desember yang diperkirakan stabil,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah dalam laporan yang dilansir Antara di Jakarta, Senin (4/1).

Indeks Wall Street pada perdagangan Kamis (31/12) lalu ditutup menguat. Sedangkan indeks bursa regional Asia pada hari ini diperkirakan bergerak variatif.

Sentimen positif dari eksternal yaitu Uni Eropa (UE) siap membantu perusahaan-perusahaan obat untuk meningkatkan produksi vaksin Covid-19, guna menghilangkan hambatan-hambatan dalam distribusi.

Sementara itu, sentimen negatif datang dari tiga negara bagian di Amerika Serikat, yakni Florida, California, dan Colorado yang telah mengidentifikasi temuan kasus varian baru dari Virus Corona terhadap orang-orang yang tidak memiliki riwayat melakukan perjalanan.

Berikutnya, Pemerintah China berjanji untuk merespons penghapusan pencatatan saham (delisting) tiga raksasa perusahaan telekomunikasi oleh Bursa Efek New York (NYSE) melalui tindakan tegas.

China mengancam akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingan perusahaannya setelah Bursa Efek New York mulai menghapus tiga perusahaan telekomunikasi China yang menurut AS memiliki hubungan militer.

Dari domestik, realisasi anggaran penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 23 Desember 2020 yang hanya terserap 72,3 persen dari total anggaran yang sebesar Rp695,2 triliun akan memengaruhi pergerakan IHSG hari ini.

Selain itu, sebanyak tiga juta dosis vaksin Sinovac di Indonesia sudah mulai didistribusikan ke 34 provinsi pada Minggu (3/1).

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 143,2 poin atau 0,52 persen ke 27.300,97, Indeks Hang Seng naik 132,24 poin atau 0,49 persen ke 27.363,37, dan Indeks Straits Times terkoreksi 0,39 atau 0,01 persen ke 2.843,42.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Mini Cooper Rp12.000 Milik Pengojek “Online” Ditawar Rp400 Juta-Rp500 Juta
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Terkoreksi Seiring Pelemahan Mata Uang Regional
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Tempatkan Dana Rp 11,5 Triliun di 7 BPD
apahabar.com

Ekbis

Bos Daihatsu Banjarmasin, Buka-bukaan Soal New Daihatsu Sigra
apahabar.com

Ekbis

Kabar Gembira, PLN Diskon Tambah Daya via Gebyar Kemerdekaan 2020
apahabar.com

Ekbis

UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Berikut Daftar Lengkapnya untuk 34 Provinsi

Ekbis

Ingat! Hari Ini Batas Akhir Penukaran Pecahan Rupiah Tak Laku
apahabar.com

Ekbis

BI Bakal Tarik Uang Kuno, Penukaran di Kalsel 29-30 Desember
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com