Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Pak Wali… Pengungsi Banjir di Banjarmasin Mulai Sakit-sakitan, Poskes Over Diduga Sakit Hati, Pria Gantung Diri di Batulicin Sering Cekcok dengan Istri Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” PMI Balikpapan Tak Terima Bantuan Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Kalsel

Sejumlah Kepala Daerah di Kalteng Tidak Dianjurkan Divaksin, Simak Alasannya

- Apahabar.com Rabu, 6 Januari 2021 - 18:42 WIB

Sejumlah Kepala Daerah di Kalteng Tidak Dianjurkan Divaksin, Simak Alasannya

Ilustrasi uji klinis vaksin Covid-19. Foto: Net

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Vaksin Covid-19 sudah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.

Dijadwalkan, vaksinasi vaksin sinovac akan dimulai pada 13 Januari mendatang.

Untuk tahap pertama, di Kalimantan Tengah, menerima 14.680 dosis vaksin tahap pertama dan diprioritaskan terlebih dulu bagi tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes yang bekerja di pelayanan kesehatan.

“Tetapi diharapkan juga kepala daerah, Forkompinda provinsi, kabupatan/kota dan 10 tokoh masyarakat, yang akan mendapatkan vaksinasi pertama,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, dr Suyuti Syamsul, Rabu (6/1).

Imbauan bagi kepala daerah, Forkompinda dan tokoh masyarakat, menurut Suyuti disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnvian, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPD) Doni Monardo, saat vicon beberapa hari lalu.

Keikutsertaan mereka, lanjut Suyuti memang bersifat sukarela. Tetapi harapan menteri dan kepala BNPB pusat sebaiknya bisa ikut mendapat vaksin pertama untuk contoh dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dengan catatan, tidak dianjurkan bagi yang berusia diatas 59 tahun, pernah terpapar Covid-19, punya riwayat alergi atau kontra indikasi lain.

“Jadi seperti gubernur dan wagub yang pernah terkonfirmasi, tidak dianjurkan lagi karena sudah terbentuk kekebalan dan jika divaksin bisa terjadi komplikasi karena sudah ada kekebalan,”ujarnya.

Kepala daerah di Kalteng yang pertama kali positif Covid-19 di Kalteng adalah Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin terpapar pada 28 April 2020.

Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah pada 22 Juli 2020. Kemudian Bupati Barito Utara H Nadalsyah pada 9 September 2020.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran pada 18 November 2020. Kemudian Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya pada 8 Desember 2020

Terakhir Bupati Kotawaringin Barat H Nurhidayah pada 11 Desember 2020.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalteng

Simpan Sabu, Pria Paruh Baya dan IRT di Pangkalan Lada Kobar Diringkus Polisi
apahabar.com

Kalteng

KPU Kapuas Teken MoU Kerjasama dengan Dinkes dan GTPP Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Covid-19 Bertambah, Wali Kota Palangka Raya Minta Warga Tak Panik

Kalteng

Jumat Berdarah, Lebih Satu Jam Bapak-Anak Tergencet ‘Monster Jalanan’
Di Barut, Proses Belajar di Rumah Diperpanjang

Kalteng

Di Barut, Proses Belajar di Rumah Diperpanjang
apahabar.com

Kalteng

TBS PT AGU di Pandran Barut Diduga Dicuri Massal
apahabar.com

Kalteng

Makin Gawat, Puluhan Ribu Warga Kotawaringin Barat Terserang ISPA
apahabar.com

Kalteng

Perangi Covid-19 Ala Ahli Gizi Kalteng: Kuncinya Jangan Panik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com