Geger! Jasad Pria Mengapung di A Yani Km 11 Kertak Hanyar Sempat Padam, Sistem Kelistrikan Kalselteng Kembali Pulih Tampil Perdana, Munthe FC Kotabaru Puas Jadi Runner-Up Belum Sejam, Polres HSS Ciduk 3 Terduga Pengedar Sabu Sebagian Kalsel Alami Pemadaman Aliran Listrik, Ternyata Ini Penyebabnya

Sejumlah Kepala Daerah di Kalteng Tidak Dianjurkan Divaksin, Simak Alasannya

Vaksin Covid-19 sudah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.Dijadwalkan, vaksinasi vaksin sinovac akan dimulai pada 13
- Apahabar.com     Rabu, 6 Januari 2021 - 18:42 WITA

Sejumlah Kepala Daerah di Kalteng Tidak Dianjurkan Divaksin, Simak Alasannya

Ilustrasi uji klinis vaksin Covid-19. Foto: Net

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Vaksin Covid-19 sudah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.

Dijadwalkan, vaksinasi vaksin sinovac akan dimulai pada 13 Januari mendatang.

Untuk tahap pertama, di Kalimantan Tengah, menerima 14.680 dosis vaksin tahap pertama dan diprioritaskan terlebih dulu bagi tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes yang bekerja di pelayanan kesehatan.

“Tetapi diharapkan juga kepala daerah, Forkompinda provinsi, kabupatan/kota dan 10 tokoh masyarakat, yang akan mendapatkan vaksinasi pertama,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, dr Suyuti Syamsul, Rabu (6/1).

Imbauan bagi kepala daerah, Forkompinda dan tokoh masyarakat, menurut Suyuti disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnvian, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPD) Doni Monardo, saat vicon beberapa hari lalu.

Keikutsertaan mereka, lanjut Suyuti memang bersifat sukarela. Tetapi harapan menteri dan kepala BNPB pusat sebaiknya bisa ikut mendapat vaksin pertama untuk contoh dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dengan catatan, tidak dianjurkan bagi yang berusia diatas 59 tahun, pernah terpapar Covid-19, punya riwayat alergi atau kontra indikasi lain.

“Jadi seperti gubernur dan wagub yang pernah terkonfirmasi, tidak dianjurkan lagi karena sudah terbentuk kekebalan dan jika divaksin bisa terjadi komplikasi karena sudah ada kekebalan,”ujarnya.

Kepala daerah di Kalteng yang pertama kali positif Covid-19 di Kalteng adalah Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin terpapar pada 28 April 2020.

Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah pada 22 Juli 2020. Kemudian Bupati Barito Utara H Nadalsyah pada 9 September 2020.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran pada 18 November 2020. Kemudian Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya pada 8 Desember 2020

Terakhir Bupati Kotawaringin Barat H Nurhidayah pada 11 Desember 2020.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Menuju Pilgub Kalteng 2020, Sugianto-Edy dan Ben-Ujang Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RSDS Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

Positif Covid-19 di Pulang Pisau Disebut Unik, Simak Penjelasan Kadinkes Kalteng

Kalteng

Cegah Covid-19, Pegawai Dinsos Kapuas Jalani Rapid Antigen
apahabar.com

Kalteng

Jangan Panik, Stok Beras di Buntok Aman
Kemendikbud

Kalteng

Kemendikbud Tetapkan Kapuas Penerima Manfaat Program Sekolah Penggerak
apahabar.com

Kalteng

3 Pasien Covid-19 di Barut Sembuh, Gugus Tugas: Waspada OTG
apahabar.com

Kalteng

Hadapi Karhutla, BPBD Kapuas Siapkan 17 Pos Lapang
Keluar Masuk Kalteng

Kalteng

Keluar Masuk Kalteng, Wajib Surat Keterangan PCR Negatif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com