Gunung Sinabung Erupsi, Abu Vulkanik Sampai ke Aceh Blakblakan Bos Pangkalan Banjar Gelembungkan Harga Elpiji: Utang di Bank Bikin Cenat-Cenut Detik-Detik Kaburnya 4 Napi Kandangan, Jebol Teralis hingga Panjat Genteng BREAKING! Polisi Tangkap 4 Narapidana Kabur dari Rutan Kandangan Bertambah 13 Orang, Covid-19 di Tanbu Tembus 1.902 Kasus

Sempat Diprotes, Feri Penyeberangan Sungai Alalak Akhirnya Kembali Beroperasi

- Apahabar.com Sabtu, 23 Januari 2021 - 17:14 WIB

Sempat Diprotes, Feri Penyeberangan Sungai Alalak Akhirnya Kembali Beroperasi

Aktivitas feri penyeberangan Sungai Alalak kembali difungsikan setelah sempat dihentikan kemarin. Foto-apahabar.com/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Feri penyeberangan Sungai Alalak Banjarmasin milik swasta kembali beroperasi, Sabtu (23/1/2021) siang.

Sebelumnya aktivitas feri penyeberangan sempat dihentikan, kemarin.

Menyusul adanya protes warga sekitar yang mengeluhkan jalan di sana mengalami kerusakan.

Akibatnya truk angkutan barang dari Kalsel menuju ke Kalteng tertahan. Pun sebaliknya dari Kalteng ke Kalsel di wilayah Batola.

Antrean terjadi sepanjang Jalan Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin Utara. Termasuk di jalan nasional Handil Bakti, Batola.

Puncaknya, kekesalan para sopir membuncah Sabtu (23/1) siang. Mereka memblokade Jalan Hasan Basri, tepatnya depan Kampus ULM.

Sopir protes karena hingga saat itu tak ada solusi terkait permasalahan mereka.

Para sopir menuntut agar aktivitas penyeberangan kembali dibuka.

Lebih-lebih akses jembatan Alalak II yang menghubungkan antara Banjarmasin dan Batola bisa dibuka.

Namun, setelah dilakukan mediasi akhirnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel bersama sejumlah pihak aktivitas penyeberangan sementara itu kembali dibuka.

Kepala Dinas Pegunungan (Dishub) Kalsel Rusdiansyah bilang, solusi yang diambil membuka kembali feri penyeberangan di Sungai Alalak.

Sementara, untuk Jembatan Alalak II, portal tetap tak bisa dibuka dengan alasan keamanan.

“Di sana pun kalau dibuka portalnya bahaya juga. Kalau itu putus, malah tambah kacau, itu satu-satunya akses masyarakat nyeberang dari Banjarmasin ke Batola atau sebaliknya,” ujar Rusdiansyah.

Satu-satunya solusi yakni mengaktifkan feri penyeberangan. Pemkab Batola sudah bermusyawarah dengan masyarakat setempat agar kembali membuka akses jalan.

“Solusi alhamdulillah didapat. Wakil Bupati dan Kapolres wilayah Batola bermusyawarah dengan warga. Dan mereka mau untuk membuka. Perbaikannya sambil dilakukan,” bebernya.

Terkait tarif feri penyeberangan Sungai Alalak yang dikeluhkan para sopir, Rusdi mengaku pihaknya tak bisa berbuat banyak.

Menurutnya, hal itu tergantung kesepakatan antara sopir dan pemilik feri.

“Masalah tarif kesepakatan antara sopir dan pemilik feri karena di aturan begitu, sesuai kesepakatan. Ini kan solusi terakhir, pemerintah belum punya LCT,” jelas Rusdi.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Juara MTQ Nasional ke-51 Tingkat Kota Wakili Banjarmasin ke Ajang Provinsi

Kalsel

Secara Bertahap, KPU Tala Telah Terima Logistik Pilgub Kalsel 2020
apahabar.com

Kalsel

Ibnu Sina Pantau Suasana Pelabuhan Trisakti
PDAM Bandarmasih

Kalsel

PDAM Bandarmasih Berikan Penghargaan Puluhan Karyawan yang Mengabdi 10-30 Tahun
apahabar.com

Kalsel

Begini Tanggapan Acil Ida, Setelah Video Memasaknya Viral
apahabar.com

Kalsel

Ketua DPRD Banjar Tolak PSBB, Apa Alasannya?
KSMO 2020

Kalsel

Hebat, 3 Pelajar Madrasah di HST Borong Juara KSMO 2020 Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Zona Hijau Mendominasi, Banjarmasin Kaji Buka Sekolah di 32 Kelurahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com