Sah! Jaksa Tetapkan Kades di Kelumpang Kotabaru Tersangka Pungli Cafe Jual Miras di Banjarmasin Bak Kebal Hukum, Buntut Izin Pusat? Catat! Pengecer di Banjarmasin Bakal Dilarang Jual Gas 3 Kg Dugaan Penggelembungan Suara Pilgub Kalsel, Muthalib: Paraf Saya Dipalsukan Lepas Kepemilikan Klub, Begini Penjelasan Manajemen Martapura FC

Sepenggal Cerita Korban Banjir Pesisir Sungai Martapura

- Apahabar.com Minggu, 24 Januari 2021 - 21:30 WIB

Sepenggal Cerita Korban Banjir Pesisir Sungai Martapura

Puluhan warga sambut donasi dari Apahabar.com dan MG Elang. Foto-Apahabar.com

Puluhan tangan melambai disertai sorak bahagia ketika kelotok berisi sembako dan pakaian yang ditumpangi Apahabar.com tiba di Desa Pejambuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Muhammad Robby, MARTAPURA

Manajemen Apahabar.com kembali menyalurkan donasi bagi korban banjir di Desa Pejambuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (24/1).

Jarak tempuh dari pusat kota Banjarmasin menuju lokasi diperkirakan kurang lebih 3 jam.

Akses ke lokasi hanya bisa dilewati menggunakan moda transportasi sungai.

Nuansa banjir kian terasa di sepanjang sungai Martapura.

Tak sedikit rumah warga sekitar yang terendam. Bahkan ambruk dihantam gelombang.

Sebagian warga memilih mengungsi. Namun ada pula yang memutuskan bertahan di tengah keterbatasan.

Dengan peralatan seadanya, mereka rela tinggal mengapung di atas sampan.

Tempat ibadah maupun fasilitas pendidikan pun disulap menjadi pengungsian.

Posko darurat berseliweran di kiri dan kanan sungai Martapura.

Puluhan warga bersampan nekat menyambangi setiap kelotok yang melintas. Tak lain demi paket sembako.

Menariknya seutas tali diikat memanjang membelah sungai Martapura.

Dengan dalih agar kelotok melintas secara perlahan. Bukan hanya sekali, melainkan per radius 1 kilometer.

Tiba di Posko Jambu Merah 2, puluhan ibu-ibu menyambut dengan ceria.

“Alhamdulillah, bantuan ini akan kita salurkan semaksimal mungkin kepada warga,” ucap Ketua Posko Jambu Merah 2, Masrani kepada apahabar.com.

Mantan kepala desa ini mengatakan penyaluran donasi di sana terbilang cukup lancar.

Selain sembako dan pakaian, mereka juga memerlukan obat-obatan bagi masyarakat setempat

“Saat ini kita juga perlu obat-obatan, khususnya obat kulit,” sebutnya.

Terparah Sejak 64 Tahun

Masrani mengaku banjir ini merupakan musibah terparah selama hidupnya.

Memang pada 2006 silam banjir pernah terjadi, tambah dia, namun tak separah ini.

“Ini paling parah sudah,” bebernya.

Saat banjir menerjang, dia pun harus keluar rumah dengan sehelai kain di badan.

Tak terlintas di benaknya untuk menyelamatkan harta benda.

Menurutnya, keselamatan diri jauh lebih utama.

Walhasil sepeda motor, padi hingga harta berharga lainnya basah terendam air.

“Beruntung kita masih diberikan kesehatan dan tak memakan korban jiwa,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Meriahkan HUT RI, Kodim 1008/Tanjung Gelar Berbagai Lomba
apahabar.com

Kalsel

Diduga Cemari Sekolah, Hotel Pyramid Terancam Sanksi
apahabar.com

Kalsel

Pilkades Serentak, Polres Balangan Kerahkan 107 Personel   
H2D

Kalsel

Terima Tantangan Debat Terbuka, Puar Malah Ingin Kuliahi Profesor Denny Indrayana

Kalsel

VIDEO: Adu Mulut Petugas Dishub Banjarmasin dan Pengelola Parkir RSUD Ulin
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Kalsel Luncurkan Aplikasi DMS, Simak Kegunaannya
Banjir

Kalsel

Hujan Deras, Ribuan Korban Banjir Nantikan Kedatangan Jokowi di SDL
apahabar.com

Kalsel

Implementasi Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com