BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi

Sidang Duit Sembako Ketua Kadin Kalsel, Penyidik Urai Perkara

- Apahabar.com Senin, 11 Januari 2021 - 19:41 WIB

Sidang Duit Sembako Ketua Kadin Kalsel, Penyidik Urai Perkara

Rahmadi Ansyar, penyidik kasus dugaan penggelapan duit sembako yang menyeret eks Ketua Kadin Kalsel sebagai terdakwa memberikan kesaksian. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Sidang kasus dugaan penggelapan duit sembako senilai ratusan juta yang menyeret Ketua Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) Kalsel Edy Suryadi sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (11/1).

Edy sebelumnya dilaporkan Aftahuddin ke Ditreskremum Polda Kalsel atas dugaan penggelapan duit sebesar Rp375 juta untuk pembayaran sembako guna keperluan mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif DPR RI Pusat tahun 2019-2024. Hingga akhirnya kasus ini dilimpahkan ke Kejaksaan dan sekarang dipersidangkan.

Di sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Rosmawati, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Subagya menghadirkan saksi, Rahmadi Ansyar. Di mana Rahmadi adalah anggota dari kepolisian yang saat itu bertugas sebagai penyidik kasus ini.

Dalam fakta persidangan, Rahmadi membeberkan bahwa saat kasus ini sempat akan diselesaikan secara kekeluargaan. Di mana Edy sebagai terlapor bersedia membayar duit kepada pelapor secara dicicil.

“Itu disampaikan ke pak Aftah dan itu disetujui. Tapi pak Aftah maunya setelah cicilan lunas baru diambil. Jadi saat itu duit dititip ke penyidik,” beber Rahmadi di depan majelis hakim.

Pada Desember 2019 Edy membayar Rp 100 juta. Kemudian kekurangannya dibayar di April 2020.

Namun, setelah duit itu terkumpul dan akan diserahkan, Aftah sebagai pelapor menolaknya. Akibat adanya ketersinggungan atas statement Edy di media massa.

“Duit itu akhirnya diserahkan secara langsung ke pak Edy. Lengkap dengan bukti serah terimanya,” ungkap Rahmadi yang saat ini tak lagi bertugas di Ditreskrimum Polda Kalsel.

Adapun kuasa hukum dari Edy, Sugeng Ari Wibowo, usai persidangan mengemukakan, perkara ini mestinya sudah selesai setelah ada upaya pembayaran yang sudah dilakukan pada Mei 2020 lalu.

“Sudah dibayar semua Rp375 juta itu. Tapi karena ada yang tidak sinkron jadi duit itu dikembalikan lagi ke Pak Edy oleh penyidik,” katanya.

Menariknya, ujar Sugeng sesuai kesaksian karyawan Aftah yang sebelumnya dihadirkan bahwa ada kelebihan bayar yang dilakukan kleinnya. Sebab dari jumlah sembako yang dipesan 15.000 paket, dikirim ke kleinnya hanya 14.400.

“Ada kelebihan bayar pak Edy ke pak Aftah untuk 600 paket. Kalau dihitung sekitar Rp15 jutaan,” jelas Sugeng.

Melihat adanya itikad baik dari kleinnya dengan mau membayar duit tersebut, maka Sugeng berharap majelis hakim bisa mempertimbangkan dengan seadil-adilnya sesuai fakta persidangan.

Adapun sidang ini bakal dilanjutkan kembali Senin pekan depan (18/1) dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan JPU.

Perlu diketahui, kasus dugaan penggelapan duit sembako ini bermula saat terdakwa yang mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif DPR RI Pusat tahun 2019-2024 lalu.

Di mana melalui tim suksesnya terdakwa berinisiatif untuk membagi sembako sebanyak 15.000 seharga Rp25 ribu per paket yang dibeli dari Aftahuddin selaku distributor sembako di Banjarmasin.

Maka terjadilah kesepakatan antara kedua belah pihak. Pembayaran dilakukan melalui cek Bank Kalsel, tertanggal 10 April 2018 Rp375 juta.

Namun, setelah cek itu akan dicairkan, ternyata ditolak lantaran saldo tidak mencukupi. Saksi korban berusaha mendatangi rumah terdakwa namun tidak ada itikad baik untuk membayarnya. Merasa dirugikan, Aftahuddin membawa kasus ini ke jalur hukum.

Atas kejadian ini terdakwa Edy Suryadi dikenakan pasal 378 KUHP tentang Penggelapan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pipa Tua PDAM Bocor, Pasokan Air di Kawasan Jalan Hasan Basry hingga Alalak Bakal Terganggu
apahabar.com

Kalsel

Pilkada 2020, DPD TMP Kalsel Sodorkan Tiga Nama Kandidat Wali Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Tari La’ang Asal Balangan Raih Harapan 2 di Harganas
Jaring Ratusan Pengendara, Polres Banjar Terapkan Sistem E-Tilang

Kalsel

Jaring Ratusan Pengendara, Polres Banjar Terapkan Sistem E-Tilang
apahabar.com

Kalsel

Laka Tunggal di Tapin, Korban Mengalami Pendarahan di Kepala
apahabar.com

Kalsel

Jemput Bola, PMI Kumpulkan Pendonor di Pemprov Kalsel

Kalsel

Curi Motor dan Tusuk Warga, Pemuda Bahaur Pemanjat Tower Mataraman Diduga Depresi
apahabar.com

Kalsel

Juli 2019, Kasus Kebakaran di Banjarmasin Menurun!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com