Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas

Sidang Perdana: Denny Berkeras Sampaikan Permohonan Langsung ke MK

- Apahabar.com Selasa, 26 Januari 2021 - 14:47 WIB

Sidang Perdana: Denny Berkeras Sampaikan Permohonan Langsung ke MK

Denny Indrayana melaporkan kurang lebih 107 dugaan pelanggan Pemilu petahanan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel. Foto-dok/apahabar.com

apahabar.com, JAKARTA – Sidang perdana sengketa hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan di Mahkamah Konstitusi dilaksanakan pada hari ini, Selasa (26/1) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pada kesempatan itu, calon gubernur Kalimantan Selatan, Denny Indrayana bersikeras meminta diberi kesempatan oleh Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi agar dapat menyampaikan permohonan perselisihan hasil pemilihan kepala daerah secara langsung dalam sidang selanjutnya.

“Mohon diperkenankan pada sidang selanjutnya kami tetap menyampaikan pokok-pokok permohonan, Yang Mulia,” ujar Denny Indrayana secara daring dalam sidang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, dilansir Antara.

Awalnya, dia menjelaskan tidak dapat hadir secara langsung ke persidangan karena terlibat membantu korban banjir di Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, menurutnya, dalam undangan sidang serta peraturan Mahkamah Konstitusi tidak secara jelas menyatakan agenda pemeriksaan pendahuluan adalah penyampaian substansi permohonan.

Sehingga, dia mengira masih dapat menyampaikan permohonan secara langsung dalam sidang selanjutnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Hakim Konstitusi, Aswanto mengatakan agenda sidang selanjutnya adalah jawaban KPU sebagai termohon dan penyampaian keterangan dari Bawaslu serta pihak terkait pasangan calon Sahbirin Noor dan Muhidin.

Namun, Denny Indrayana masih merasa perlu untuk menyampaikan substansi permohonan secara langsung.

Di antaranya karena sebagai pemohon sangat memahami permohonan dan mengalami langsung dalil dalam permohonan.

Untuk meredakan kekhawatiran Denny Indrayana itu, Hakim Konstitusi Suhartoyo menegaskan penyampaian permohonan secara langsung oleh kuasa hukum dalam sidang tidak mengurangi hakikat keseluruhan pokok-pokok permohonan.

“Mahkamah mempertimbangkan seluruhnya,” kata Suhartoyo.

Apabila Denny Indrayana diberi kesempatan untuk menyampaikan permohonan dalam sidang selanjutnya, kata Suhartoyo, hal itu tidak sesuai dengan hukum acara dan tidak adil terhadap pemohon lainnya.

Adapun pasangan nomor urut 2 Denny Indrayana dan Difriadi mendalilkan calon petahana Sahbirin Noor dan Muhidin menyalahgunakan bantuan sosial COVID-19 untuk kampanye dan program pemerintah daerah untuk pemenangan dan menyerahkan sebanyak 216 alat bukti kepada Mahkamah Konstitusi.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Gandeng Demokrat, Gerindra Ngotot Usung Difriadi di Pilgub Kalsel
apahabar.com

Politik

Pilkada Banjarbaru: Alasan Ovi-Iwansyah Yakin Berjodoh dengan PKB
apahabar.com

Politik

Debat Terakhir Pilbup Kotabaru, Isu Pemekaran Kambatang Lima Mencuat
apahabar.com

Politik

Ingat, Prajurit Perbatasan Harus Netral..!!
apahabar.com

Politik

Apa Kata AHY soal Politik Rel Ganda Demokrat?
apahabar.com

Politik

HUT ke-56 Partai Golkar, Haji Yuni Optimis Menangkan Pilwali Banjarmasin
apahabar.com

Politik

PPP Nilai Pemindahan Kantor BPN Prabowo-Sandi ke Jateng Hanya “Political Gimmick”
apahabar.com

Politik

Respon Ibnu Sina Dengar Hasnur Maju Pilwali Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com