Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Sriwijaya Air SJ 182 Hilang Kontak, Jokowi Pantau Pencarian Pesawat dan Penumpang

- Apahabar.com Minggu, 10 Januari 2021 - 12:08 WIB

Sriwijaya Air SJ 182 Hilang Kontak, Jokowi Pantau Pencarian Pesawat dan Penumpang

Anggota tim SAR dan KRI Rigel 933 TNI Angkatan Laut melakukan operasi di dekat pulau Lancang pada 10 Januari 2021, di mana pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air diduga jatuh sesaat setelah lepas landas dari bandara Jakarta pada 9 Januari. Foto-AFP/Adek Berry via Tribunnews

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memantau perkembangan pencarian penumpang dan badan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

“Saya memantau perkembangan pencarian penumpang dan badan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak sesaat setelah kemarin meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta,” kata Presiden Jokowi dalam akun media sosial Instagram @jokowi, seperti dilansir Antara, Minggu (10/1).

Jokowi menyampaikan doa dan simpati kepada keluarga serta kerabat penumpang dan awak pesawat.

“Doa dan simpati saya menyertai segenap keluarga dan kerabat para penumpang dan awak pesawat, semoga diberi-Nya
kesabaran dan kekuatan,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru.

Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, 6 kru aktif dan 6 kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejumlah armada angkatan laut milik TNI dikerahkan, sekitar 10 kapal diterjunkan ke lokasi diduga jatuhnya pesawat di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Di antara kapal-kapal TNI AL yang dikerahkan yakni KRI Teluk Gilimanuk-531 mengangkut para kru SAR dan juga awak media. Lalu KRI Rigel-933 milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Tetapkan 257 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta
apahabar.com

Nasional

Ratusan Ribu Hektare Lahan Prabowo di Aceh Terungkap!
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Cari Cara Selamatkan Tiga WNI Disandera Abu Sayyaf
apahabar.com

Nasional

Densus 88 Antiteror Tangkap Terduga Teroris di Ponorogo
apahabar.com

Nasional

PGI : Istilah ‘Kafir’ Ganggu Persaudaraan
apahabar.com

Nasional

Terungkap, Motif Gubernur Sugianto Lempar Botol Saat Kalteng Putra Keok
apahabar.com

Nasional

Corona Masuk Indonesia, Bagaimana Rumah Sakit Rujukan di Kalsel Berbenah
apahabar.com

Nasional

Temukan Pelanggaran Pemilu 2019, Emak-Emak ‘Geruduk’ KPU Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com