Tuntutannya Dicuekin, PLN Kalsel-Teng Dilaporkan ke Disnaker! Kronologi Hilangnya Raysa, Gadis Kelua Tabalong yang Viral di Media Sosial Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan

Ssstt, Vonis Mati Kurir Sabu 208 Kg Asal Banjarmasin Dianulir!

- Apahabar.com Jumat, 22 Januari 2021 - 16:29 WIB

Ssstt, Vonis Mati Kurir Sabu 208 Kg Asal Banjarmasin Dianulir!

Foto: Proses sidang Dimas digelar virtual saat berjalan di PN Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Vonis hukuman mati Dimas Aprilianto Teja Eka Satria (25), kurir sabu 208 kilogram dan dan 53.969 butir ekstasi dianulir menjadi seumur hidup.

Sebelumnya, Dimas divonis hukum mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin pada 30 November lalu.

Dimas dinyatakan bersalah karena terbukti bersalah melanggar pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dimas dibekuk Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan di perbatasan Kalsel-Kaltim, tepatnya di Desa Jaro, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong pada 13 Maret 2020.

Majelis hakim persidangan PN Banjarmasin yang diketuai Aris Bawono Langgeng memberikan kesempatan kepada terdakwa Dimas dan penasehat hukumnya mengajukan banding.

Ernawati dan Arbain selaku penasihat hukum Dimas langsung melakukan banding Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin. Hingga akhirnya PT Banjarmasin menganulir vonis dengan alasan kemanusiaan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dimas Aprilianto Teja Eka Satria Bin Jaelani Sidik dengan pidana penjara seumur hidup,” seperti yang tertulis dalam lembar putusan Majelis Hakim PT Banjarmasin yang diketuai Suhartanto, Kamis (14/1).

Dalam surat putusan yang diunggah di website Mahkamah Agung itu juga dijelaskan anulir vonis terhadap Dimas karena atas pertimbangan kemanusiaan.

Majelis hakim menimbang bahwa sesuai dengan pembaharuan hukum pidana di Indonesia, suatu pemidanaan tidak dimaksudkan untuk menderitakan manusia dan merendahkan martabat manusia.

Majelis hakim juga menimbang, bahwa tujuan pemidanaan yaitu: Mencegah dilakukannya tindak pidana dengan menegakkan norma hukum demi perlindungan dan pengayoman masyarakat; Memasyarakatkan terpidana dengan mengadakan pembinaan dan pembimbingan agar menjadi orang yang baik dan berguna;

“Menyelesaikan konflik yang ditimbulkan akibat tindak pidana, memulihkan keseimbangan, mendatangkan rasa aman dan damai dalam masyarakat, memulihkan rasa penyesalan dan membebaskan rasa bersalah pada terpidana,” tulis di surat keputusan itu.

Selain itu, majelis hakim menilai vonis hukuman mati terhadap Dimas dirasa terlalu berat. Sebab meski Dimas terlibat dalam jaringan narkotika dengan jumlah besar dan sudah tiga kali melakukan hal serupa, tapi dia hanyalah kurir.

“Terdakwa dalam perkara ini bukanlah sebagai aktor intelektual, melainkan sebagai orang yang diperintah mengantarkan narkotika dengan mendapatkan upah, maka Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa pidana mati yang dijatuhkan kepada Terdakwa sebagaimana tercantum dalam putusan pengadilan tingkat pertama tersebut dirasakan sangat berat,” tulis dalam putusan tersebut.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Rencana Detail Vaksinasi Covid-19 Siap dalam 2 Pekan
apahabar.com

Nasional

Pengungsi Tsunami di Pandeglang 3.050 Orang
apahabar.com

Nasional

3 Provinsi Jadi Pusat Perhatian Satgas Covid-19
mahfut md

Nasional

Kritik Amien Rais untuk Mahfud MD: The Wrong Man for The Wrong Job
apahabar.com

Nasional

ACT Berikan Penghargaan kepada “The Excocet”, Ellyas Pical
apahabar.com

Nasional

Kawasan Istana Kepresidenan Sempat Kebanjiran
apahabar.com

Nasional

Mantan Wakil Ketua Kadin Pusat Dukung Mardani H Maming sebagai Ketum BPP HIPMI
apahabar.com

Nasional

Panglima TNI Pantau Dampak Tsunami dari Udara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com