Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Tak Hanya Twitter, Facebook hingga YouTube Blokir Akun Donald Trump

- Apahabar.com Kamis, 7 Januari 2021 - 18:50 WIB

Tak Hanya Twitter, Facebook hingga YouTube Blokir Akun Donald Trump

Menjelang akhir masa jabatan, semua akun media sosial Donald Trump justru diblokir semua pengembang. Foto-Instagram

apahabar.com, JAKARTA – Masih berstatus Presiden Amerika Serikat, semua akun Donald Trump diblokir oleh semua platform media sosial.

Untuk kali pertama, Twitter dan Facebook telah menangguhkan akun Trump selama beberapa jam, Kamis (7/1).

Hal itu disebabkan sang presiden dinilai mendorong dan mendukung kerusuhan yang terjadi di US Capitol, Washinton DC, Amerika Serikat, dalam unggahan melalui kedua media sosial itu.

“Ini adalah peristiwa yang terjadi ketika kemenangan sakral pemilu luntur begitu saja dan dengan kejam dilucuti. Ingatlah hari ini selamanya!,” tulis Trump di Twitter seperti dilansir Pikiran Rakyat.

Twitter sendiri mewajibkan Trump untuk menghapus unggahan tersebut, termasuk video yang mengirimkan cinta kepada demonstran.

Mereka mengancam melarang Trump sepenuhnya, kalau terus melanggar aturan yang telah ditetapkan.

Demonstrasi yang berujung ricuh itu sendiri berisi protes terhadap kekalahan Trump dari Joe Biden dalam pemilihan presiden.

Video yang sama juga dihapus YouTube, sekaligus membantu memberi tip kepada Facebook untuk melarang halaman Trump selama 24 jam.

Usai cuitan dihapus dan suspend selama 12 jam, Trump mendapatkan kembali akun Twitter tersebut.

Sementara layanan berbagi foto Instagram dan Facebook, juga mengunci akun Trump selama 24 jam.

Selama bertahun-tahun, media sosial terutama Twitter telah menjadi sarana Trump untuk menyampaikan informasi langsung ke khalayak ramai.

Sejak November 2020, Trump terus-menerus mengunggah tuduhan telah dicurangi dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Sebagian besar pesan dari akun Twitter milik Trump, muncul bersamaan di Facebook. Imbasnya pesan itu tersebar luas di antara pengikut kedua akun tersebut.

Twitter sendiri berada di bawah tekanan selama bertahun-tahun, karena tidak mengambil sikap lebih tegas terhadap akun Trump.

Platform media sosial berlambang burung itu beralasan bahwa semua unggahan Trump bernilai berita dan berasal dari seorang pemimpin dunia.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Siwon Choi Super Junior  Doakan Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Global

Robot Penjelajah China Bersiap Mendarat di Titik Terjauh Bulan
apahabar.com

Global

Perenang Jepang Pecahkan Rekor Dunia di China 

Global

Berlian Ungu The Spirit of the Rose Terjual Rp 375 Miliar, Pemenang Lelang Tak Diumumkan
apahabar.com

Global

Ribuan Warga Serbia Turun ke Jalan, Protes Serangan Terhadap Politisi Oposisi
apahabar.com

Global

Akhirnya, Warga Kuba Bisa Akses Internet dari Ponsel Mereka
apahabar.com

Global

Arab Saudi Tidak Mau Serahkan Tersangka Kasus Khashoggi
WhatsApp

Global

Cetak Rekor! 1,4 Miliar Panggilan WhatsApp Selama Malam Tahun Baru 2021
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com