Gegara Rapid Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Lakalantas di Angkinang HSS, Warga Haruyan HST Tewas di Tempat H+4 Idulfitri, Arus Balik Mudik dari Kalsel ke Kaltim Meningkat Sejumlah Pegawai di Banjarmasin Balikin Duit THR, Kok Bisa?

Tak Ingin Kebanjiran Lagi, Pemprov Kalsel Segera Pasang Sistem Peringatan Dini

- Apahabar.com Selasa, 26 Januari 2021 - 15:44 WIB

Tak Ingin Kebanjiran Lagi, Pemprov Kalsel Segera Pasang Sistem Peringatan Dini

Banjir di Banjarmasin pada awal 2021. Foto-Akun Facebook Warga Banua

apahabar.com, BANJARMASIN – Banjir besar yang melanda Kalimantan Selatan pada awal tahun 2021 menjadi catatan penting pemerintah ke depan untuk mengambil langkah antisipatif.

Agar bencana serupa tidak terulang, Pemprov Kalsel berencana membangun sistem peringatan dini atau early warning system (EWS).

“Pengalaman ini menyadarkan bahwa kita memerlukan sistem peringatan dini terhadap banjir,” ucap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD) Kalsel, Nurul Fajar Desira saat ditemui usai rapat virtual bersama Wakil Kementerian Lingkungan Hidup di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Selasa (26/1) siang.

Rencananya, EWS akan ditempatkan di seluruh kabupaten/kota, mengingat hampir seluruh wilayah Kalsel merasakan dampak dari banjir kali ini. Sebagai gambaran, sistem ini dapat mencatat naik turunnya debit air sungai.

“Ada banyak teknis. Misalnya kita menempatkan stasiun pencatat tinggi sungai. Dari hulu ke hilir,” sebut Fajar

Melalui informasi tersebut, curah hujan tinggi yang menyebabkan kenaikan debit air pada sungai di suatu wilayah dapat segera diketahui.

Dengan begitu sistem akan memberikan peringatan kewaspadaan akan luapan air.

“Dalam sekian waktu, menit atau jam, kita sudah tahu debit sungai (banjir) akan melanda kota tersebut,” lanjutnya.

Dipaparkan Fajar, ada beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kalsel.

Salah satu yang terbesar adalah DAS Barito dengan beberapa daerah tangkapan air, seperti Balangan, Batang Alai, Riam Kiwa, Riam Kanan, Tabanio, Maluka dan sebagainya.

Dia menerangkan banjir disebabkan oleh dua faktor yakni alam dan kegiatan manusia. Faktor alam seperti curah hujan, topografi, hingga kondisi sungai dan tanah.

Sementara faktor kegiatan manusia dapat dilihat dari indikator penurunan lahan, padatnya permukiman dan infrastruktur, dan sebagainya.

“Tujuan rapat tadi adalah mencari solusi ke depan. Apa yang harus kita lakukan agar ketika nanti terjadi curah hujan tinggi maka daya rusak banjir dapat dikendalikan,” jelas dia.

Dalam rapat juga disepakati bahwa Pemprov Kalsel bersama pemerintah pusat akan melakukan perencanaan secara komprehensif. Baik perencanaan jangka pendek, menengah maupun panjang.

“Itu yang nanti akan kita kaji secara menyeluruh. Melibatkan seluruh kabupaten/kota termasuk kementerian,” sebutnya

Begitu pula mengenai pendanaan, mengingat sistem ini memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Pemprov berupaya untuk melakukan kolaborasi bersama kementerian terkait, dalam upaya pengendalian banjir di Kalsel.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemprov Kalsel

Jelang HUT RI, Calon Paskibraka Diseleksi Ketat
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Proyek Renovasi Stadion 17 Mei Banjarmasin Terus Berlanjut
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Ratusan ASN Pemprov Kalsel Terima Satyalancana Karya Satya
Mujiyat

Pemprov Kalsel

Resmi Jabat Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat Fokus Penanganan Pascabanjir
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Tuntas Gelar HPN di Kalsel, Paman Birin Bagai Dapat Durian Runtuh

Pemprov Kalsel

Paman Birin Pastikan Jokowi Hadiri HPN 2020 di Kalsel
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Optimalisasi Sektor Perikanan Dinilai Mampu Dongkrak Perekonomian Banua
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Buka Musrenbang, Paman Birin Paparkan Capaian Kalsel Selama 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com