Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Tak Masuk Rencana PPKM, Kalsel Tetap Gencet Penyebaran Covid-19

- Apahabar.com Jumat, 8 Januari 2021 - 20:51 WIB

Tak Masuk Rencana PPKM, Kalsel Tetap Gencet Penyebaran Covid-19

Juru bicara Satgas Covid-19 Kalsel, HM Muslim. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Meski tak masuk dalam rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Kalimantan Selatan akan melakukan intervensi dalam penanggulangan Covid-19.

Kebijakan ini berdasarkan hasil koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan bersama 6 daerah secara virtual, Jumat (8/1) sore.

“Kenapa ini penting dan dianggap mendesak? Karena beberapa alasan, di antaranya kapasitas tim kesehatan relatif penuh di beberapa daerah,” ungkap Juru bicara Satgas Covid-19 Kalsel, HM Muslim ditemui di Command Center Kantor Setdaprov Kalsel.

Intervensi akan dilakukan dengan peningkatan strategi 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Hal ini dilakukan agar tepat sasaran, serta penerapan protokol kesehatan dapat lebih disiplin.

“Secara agresif dilakukan untuk mengendalikan jumlah kasus dan kematian tidak berkelanjutan,” lanjutnya.

Sejalan dengan PPKM, intervensi akan dilaksanakan pada 11-25 Januari mendatang. Pemprov Kalsel akan melakukan evaluasi setiap 2 minggu sekali.

“Jadi nanti hasil evaluasinya seperti apa tergantung dengan kondisi. Apakah diperketat atau direlaksasi,” sebutnya.

Evaluasi tersebut akan mengacu pada tiga hal yaitu berdasarkan penambahan kasus harian, angka kematian dan pasien sembuh.

Masing-masing daerah diharapkan untuk menggencarkan pola komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Jadi secara masif dilakukan di berbagai media. Dengan menekankan agar semangat jaga diri, jaga keluarga dan jaga negara,” imbuh Muslim.

Dari arahan Menko Marvest, setiap daerah diharapkan dapat menekan kasus Covid-19 sebelum pelaksanaan vaksinasi dimulai. Kata Muslim, Pemprov Kalsel akan segera melakukan rapat koordinasi untuk menyusun strategi itu.

“Nanti akan keluar peraturan kepala daerah, sebagai antisipasi dalam menekan beberapa angka tadi. Baik kematian maupun kasus aktif,” lanjut dia.

Dari data Satgas Covid-19 Kalsel menunjukkan angka kasus aktif relatif berada di bawah nasional yaitu 6,26 persen. Sementara angka kesembuhan di atas nasional yaitu 89,98 persen.

Namun, persentase kematian masih tinggi yaitu 3,76 persen.

“PR kita adalah membuat strategi agar angka kematiannya dapat dikendalikan. Kemudian tidak meningkat lagi,” tuturnya.

Untuk lebih lanjut, penerapan PPKM harus melalui keputusan kepala daerah dan saat ini Kalsel masih dalam tahap pengkajian. Apabila diberlakukan, maka ada kemungkinan pembatasan dilakukan seperti masa PSBB lalu.

“Kan pembatasan kegiatan masyarakat. Seperti misalnya perkantoran kehadirannya berpola. Kemudian di tempat – tempat tertentu kegiatan hanya sekian persen dari skenario, untuk menjaga jangan sampai ada kerumunan,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Butuh Peran Media Massa, Mimpi Hj Ananda Bangun Pemerintahan Banjarmasin yang Baik
apahabar.com

Tak Berkategori

Mau Liburan dengan Jet Pribadi, Begini Cara dan Harga Sewanya
apahabar.com

Tak Berkategori

113 Polisi Dipecat Sepanjang 2020, Ini Kasus Terbanyak
apahabar.com

Tak Berkategori

Sepi Pengunjung, RTH Ratu Zalecha dan Taman CBS Dijaga Satpol PP

Nasional

Pelaku Pembunuhan Mayat di Dalam Drum Tertangkap!

Tak Berkategori

Dokter Spesialis Paru Terpapar Covid-19, Waket DPRD Kalteng Buat Status Menyentuh
apahabar.com

Sport

Link Live Manchester United Vs Wolves, Menanti Pesta Setan Merah!
apahabar.com

Tak Berkategori

Tenang, Tak Ada Penolakan Jasad PDP di Gambut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com