SBY Mengaku Bersalah Pernah Beri Jabatan pada Moeldoko Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 5.000 per Gram Adaro-PAMA ‘Cerai’, Bagimana Nasib 4.850 Karyawannya? Tertular dari Istri, Mantan Wagub Kalsel Rudy Resnawan Positif Covid-19 Hari Ini, Giliran Perwira dan Prajurit Lanal Kotabaru Divaksin Covid-19

Tanah Longsor di Tala Bikin Warga Kini Was-was

- Apahabar.com Jumat, 22 Januari 2021 - 11:42 WIB

Tanah Longsor di Tala Bikin Warga Kini Was-was

Proses evakuasi terhadap korban longsor yang terjadi di Tala beberapa waktu lalu. Foto-Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Bencana alam di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) menimbulkan kecemasan bagi warga.

Longsor terjadi di kawasan tebing pegunungan area perkebunan sawit PT SSU.

Meski jauh dan tidak berdampak langsung terhadap pemukiman, namun warga Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Tala, dibuat was-was.

Mereka khawatir terjadi longsor susulan. Pasalnya di kaki lereng pegunungan tersebut merupakan pemukiman mereka.

Seorang warga, M Khaidir mengatakan longsor itu berada di atas gunung di lokasi perkebunan sawit PT SSU. Longsornya bercampur tanah dan batu besar.

“Sangat mengkhawatirkan sebab di bawah sana ada pemukiman warga,” ujar Khaidir, Jumat (22/1) pagi.

Longsor itu diperkirakan terjadi pada Jumat lalu, namun baru sempat ditinjau warga tempo hari.

“Memang kami mendengar dari atas tebing gunung ada bunyi bergemuruh. Namun tidak menyangka ternyata terjadi longsor,” terang Khaidir.

Ia sangat mahfum, karena di sana ada aktivitas perusahaan sawit PT SSU. Sejak ada perusahaan ini pegunungan banyak pepohonan kini menjadi perkebunan sawit.

“Akibat ini pula aliran anak-anak sungai jadi tertutup dan tidak pancar ke sungai sungai,” katanya.

Tak ayal, kata Khaidir, dampaknya menimbulkan longsor di saat intensitas hujan tinggi.

“Longsor itu jika tidak ditangani sejak sekarang akan membahayakan penduduk dan mata pencaharian menjadi terganggu. Di bawah sana ada persawahan dan sebagian kebun warga,” bebernya.

Ia berharap Pemkab Tala memberikan teguran pihak perusahaan agar memperhatikan dampak lingkungan di sekitar.

Selain perkebunan sawit tambah Khaidir, di Bajuin juga ada aktivitas pertambangan biji besi dan emas.

Ia menyebut seperti di Desa Pemalongan, Sungai Bakar dan Tebing Siring.

“Ada yang aktif dan ada juga yang berhenti tanpa memperhatikan dampak lingkungan sekitar,” tutupnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pilkada Kalsel: Jika Positif Narkoba, Pasangan Sahbirin-Muhidin dan Denny-Difriadi Dinyatakan Gugur
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Profesionalisme Advokat, DPC Ikadin Banjarmasin Gelar RAC ke-7
apahabar.com

Kalsel

Kawal BLT di Tiap Kecamatan, Bhabinkamtibmas Polres HST Pastikan Penyaluran Berjalan Aman

Kalsel

Prostitusi Online di Martapura, Satpol PP Tangkap Dua Wanita
Lewat Bahan Pokok, Polres Batola Dukung Perjuangan Petugas Medis

Kalsel

Lewat Bahan Pokok, Polres Batola Dukung Perjuangan Petugas Medis
apahabar.com

Kalsel

Bupati Banjar Imbau ASN Ikut Atasi Banjir
apahabar.com

Kalsel

Parpol Enggan Serahkan Data Saksi, Bawaslu Tetap Laksanakan Pelatihan
apahabar.com

Kalsel

Bupati Banjar Siapkan Kamar Buat Al Fatih di Jakarta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com