Tragis, Petani Tabalong Tersambar Petir Sepulang Tanam Padi Ssttt.. Rampok Tanah Laut Lolos dari Penyekatan di Hutan Samboja Alasan H2D Kembali Tolak Hasil Rekapitulasi PSU di Banjarmasin Heboh Buronan Kalsel Kabur ke Hutan Samboja, Ternyata Rampok Tanah Laut Batal Tender Jalan di Batola, CV Ridho Menang Gugatan PTUN

Tanah Longsor di Tala Bikin Warga Kini Was-was

- Apahabar.com Jumat, 22 Januari 2021 - 11:42 WIB

Tanah Longsor di Tala Bikin Warga Kini Was-was

Proses evakuasi terhadap korban longsor yang terjadi di Tala beberapa waktu lalu. Foto-Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Bencana alam di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) menimbulkan kecemasan bagi warga.

Longsor terjadi di kawasan tebing pegunungan area perkebunan sawit PT SSU.

Meski jauh dan tidak berdampak langsung terhadap pemukiman, namun warga Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Tala, dibuat was-was.

Mereka khawatir terjadi longsor susulan. Pasalnya di kaki lereng pegunungan tersebut merupakan pemukiman mereka.

Seorang warga, M Khaidir mengatakan longsor itu berada di atas gunung di lokasi perkebunan sawit PT SSU. Longsornya bercampur tanah dan batu besar.

“Sangat mengkhawatirkan sebab di bawah sana ada pemukiman warga,” ujar Khaidir, Jumat (22/1) pagi.

Longsor itu diperkirakan terjadi pada Jumat lalu, namun baru sempat ditinjau warga tempo hari.

“Memang kami mendengar dari atas tebing gunung ada bunyi bergemuruh. Namun tidak menyangka ternyata terjadi longsor,” terang Khaidir.

Ia sangat mahfum, karena di sana ada aktivitas perusahaan sawit PT SSU. Sejak ada perusahaan ini pegunungan banyak pepohonan kini menjadi perkebunan sawit.

“Akibat ini pula aliran anak-anak sungai jadi tertutup dan tidak pancar ke sungai sungai,” katanya.

Tak ayal, kata Khaidir, dampaknya menimbulkan longsor di saat intensitas hujan tinggi.

“Longsor itu jika tidak ditangani sejak sekarang akan membahayakan penduduk dan mata pencaharian menjadi terganggu. Di bawah sana ada persawahan dan sebagian kebun warga,” bebernya.

Ia berharap Pemkab Tala memberikan teguran pihak perusahaan agar memperhatikan dampak lingkungan di sekitar.

Selain perkebunan sawit tambah Khaidir, di Bajuin juga ada aktivitas pertambangan biji besi dan emas.

Ia menyebut seperti di Desa Pemalongan, Sungai Bakar dan Tebing Siring.

“Ada yang aktif dan ada juga yang berhenti tanpa memperhatikan dampak lingkungan sekitar,” tutupnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cuaca Tak Menentu, BMKG Imbau Masyarakat Siaga

Kalsel

Kapolda Kalsel Pantau Kesiapan Pilbup Kotabaru 2020
apahabar.com

Kalsel

Gerakan Mahasiswa di DPRD Kalsel, Bawa Nisan, Tanda KPK ‘Mati’
apahabar.com

Kalsel

Walau Tak Menolak, Warga Sekitar Karantina di SKB Batola Tetap Was-was
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa Uniska Gelar Aksi Peringati Jumat Kelabu 23 Mei 1997
apahabar.com

Kalsel

Ketuki Rumah Warga, Bhabinkamtibmas Mantewe Bicara Hati ke Hati

Kalsel

Cuaca Kalsel Hari Ini: Banjarmasin dan Banjarbaru Cerah!
Properda

Kalsel

PT AGM Kembali Raih Properda Hijau, Apa Rahasianya?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com