Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis! Sidang Kedua, Eks Dirut Baramarta Kukuh Hasil Korupsi Dinikmati Berjemaah

Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinas P3AP2KB Kapuas Akan Bentuk UPTD PPA

- Apahabar.com Kamis, 28 Januari 2021 - 23:06 WIB

Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinas P3AP2KB Kapuas Akan Bentuk UPTD PPA

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kapuas terus berupaya mengurangi kasus kekerasan perempuan dan anak.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas P3AP2KB Kapuas, H Dusi, melalui Kasi Pemantapan Lembaga Layanan Anak, Rasyidi, mengatakan perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan mendapat kekerasan.

“Bisa melalui kekerasan fisik, pisikis, kekerasan seksual dan penelantaran,” katanya di Kuala Kapuas, Kamis (28/1).

Menurut Rasyidi penyebab dari kekerasan anak tersebut adalah semakin majunya teknologi termasuk penggunaan smartphone yang bebas, yang tidak terkontrol kepada anak, kurangnya sosialisasi dan pendampingan terhadap anak.

Kasi Pemantapan Lembaga Layanan Anak Dinas P3AP2KB Kabupaten Kapuas, Rasyidi. Foto/Istimewa

Menyikapi hal tersebut, Dinas P3AP2KB Kapuas akan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dengan harapan penanganan kasus kekerasan anak maupun perempuan bisa lebih cepat, terpusat dan terencana.

“Semoga terbentuknya UPTD PPA bisa memudahkan Dinas P3AP2KB Kabupaten Kapuas dalam melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap anak bisa lebih cepat dan terencana,” ujarnya.

Sedangkan bagi pelaku kekerasan seksual yang dilakukan berulang-ulang akan diterapkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 tentang pelaksanaan kebiri kimia.

“Dengan adanya ancaman tersebut maka dapat membuat pelaku merasa ketakutan dan memberikan efek jera,” kata Rasyidi.

Adapun untuk kasus kekerasan yang ditangani dan pendampingan kasus oleh Dinas P3AP2KB Kabupaten Kapuas, di antaranya pada 2019 tercatat ada 11 kasus sedangkan untuk 2020 ada 12 kasus.

“Upaya yang kami lakukan terhadap kasus-kasus tersebut adalah dengan melakukan pendampingan, bisa dengan mendatangkan tenaga pisikolog tergantung dengan masalah yang dilakukannya,” pungkas Rasyidi.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Jelang Pencocokan dan Penelitian Data Pemilih, PPK se-Kapuas Ikuti Bimtek

Kalteng

Olahraga Tradisional Besei Kambe Go Nasional
apahabar.com

Kalteng

Kenang Jasa Pahlawan, Pengendara di Palangka Raya Diajak Heningkan Cipta
apahabar.com

Kalteng

Positif Covid-19 di Barut Bertambah, Total 19 Pasien Dalam Perawatan
Nakes

Kalteng

Miris, Seorang Nakes Hamil 6 Bulan di Kobar Meninggal karena Covid-19
apahabar.com

Kalteng

New Normal di Mata Aktivis Sosial dan Kemanusian: Sebaiknya Melewati Pengkajian Mendalam
Gubernur Kalteng Sumbang Seluruh Gaji untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Kalteng

Gubernur Kalteng Sumbang Seluruh Gaji untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalteng

2020, Barut Wajib Susun RDTR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com