Kadinkes Positif, Wali Kota Banjarmasin Kembali Divaksin Covid-19 Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan

Terbukti Melanggar Etik, Arief Budiman Dicopot dari Ketua KPU RI

- Apahabar.com Rabu, 13 Januari 2021 - 17:17 WIB

Terbukti Melanggar Etik, Arief Budiman Dicopot dari Ketua KPU RI

Arief Budiman dicopot dari jabatan Ketua KPU RI oleh DKPP, terkait pendampingan kepada Evi Novida Ginting. Foto-Indozone

apahabar.com, JAKARTA – Keputusan tegas diambil Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Mereka memberhentikan Arief Budiman dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Rabu (13/1).

Putusan DKPP tersebut terkait pendampingan Arief terhadap komisioner KPU, Evi Novida Ginting, ketika menggugat Surat Keputusan Presiden ke PTUN Jakarta.

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua KPU kepada Arief Budiman selaku Ketua KPU sejak putusan dibacakan,” beber Ketua DKPP, Muhammad, seperti dilansir Republika.

Arief juga dinyatakan bersalah, karena tetap menjadikan Novida sebaga komisioner KPU. Arief dinyatakan melanggar kode etik dan dinyatakan tidak pantas menjadi Ketua KPU.

DKPP juga memerintahkan KPU RI melaksanakan putusan tersebut paling lama 7 hari. DKPP juga meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mengawasi pelaksanaan putusan.

Perkara ini terkait pengaktifan kembali Evi Novida Ginting pascaputusan PTUN yang mengabulkan gugatannya.

Selanjutnya terbit Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 83/P Tahun 2020 yang mencabut Keppres pemberhentian Evi sebelumnya.

Sementara anggota DKPP, Ida Budhiati, mempersoalkan surat KPU RI Nomor 663/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tertanggal 18 Agustus 2020 meminta Evi segera aktif kembali sebagai komisioner KPU RI.

Sedangkan amar keempat putusan Nomor 82/G/2020/PTUN merupakan putusan yang tidak dapat dilaksanakan dan tidak menjadi bagian dari Keppres Nomor 83/P Tahun 2020.

Dengan demikian, Arief Budiman tidak memiliki dasar hukum maupun etik memerintahkan Evi Novida kembali sebagai anggota KPU RI.

“Menurut hukum dan etika, Evi Novida Ginting Manik tidak lagi memenuhi syarat sebagai penyelenggara pemilu, setelah diberhentikan berdasarkan putusan DKPP Nomor 317 dan seterusnya,” tegas Ida.

Sebelumnya Arief menjelaskan kehadiran di PTUN hanya untuk memberikan dukungan moril kepada Evi, karena sudah bekerja sama selama beberapa tahun.

Arief juga merasa tidak melanggar kewenangan dengan menerbitkan surat KPU RI Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020.

“Surat tersebut hanya bersifat administratif sebagai tindaklanjut dari keputusan Presiden yang mencabut pemberhentian dengan Tidak hormat,” beber Arief.

Evi sendiri dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara Pemilu, terkait kasus perolehan suara caleg Partai Gerindra Dapil Kalimantan Barat 6.

Akibatnya KPU RI disebut bertanggung jawab atas perubahan perolehan suara Dapil Kalimantan Barat 6 untuk Partai Gerindra atas nama Hendri Makaluasc dan penggelembungan suara untuk Cok Hendri Ramapon.

Tidak hanya Evi, DKPP juga menjatuhkan sanksi kepada lima komisioner lain, termasuk Arief Budiman.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemerintah Prediksi 34.300 Pekerja Migran Kembali ke Indonesia
apahabar.com

Nasional

Cegah Korupsi, Berikut 3 Agenda Besar Presiden Jokowi
apahabar.com

Nasional

Longsor Tambang Emas di Banjarbaru
apahabar.com

Nasional

Gempa Magnitudo 6,3 di Jailolo Terasa Hingga Manado
apahabar.com

Nasional

Warga Natuna Tolak Evakuasi WNI dari Wuhan, Polda Kepri Kirim 117 Personel
apahabar.com

Nasional

Sandiaga Tiba di Kalsel: Hadiri Haul Seperti Ada Panggilan Jiwa
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Pembayaran Pelayanan Kesehatan Terkait Covid-19 Dipercepat
apahabar.com

Nasional

Trump: AS Sedang Selidiki Apakah Virus Corona Berasal dari Lab Wuhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com