Dijadikan Bukti Denny Indrayana, Begini Penampakan Surat Pernyataan Komisioner KPU Banjar Ingat! Warga Banjarmasin Tolak Vaksin Covid-19 Dapat Denda dan Diputus BPJS Flash Sale UMKM Binaan Adaro, Ratusan Produk Ludes dalam Sekejap Bantahan Pertamina Izin Pangkalan Elpiji di Banjar Butuh Rp50 Juta  BREAKING! Kecelakaan Maut di Cempaka, 1 Pengendara Tewas

Tetap Waspada, Ada 32 Aktivitas Gempa Susulan di Sulawesi Barat

- Apahabar.com Sabtu, 16 Januari 2021 - 10:44 WIB

Tetap Waspada, Ada 32 Aktivitas Gempa Susulan di Sulawesi Barat

Gempa Sulbar menyebabkan Kantor Gubernur ambruk. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Terjadi 32 aktivitas gempa susulan di Sulawesi Barat hingga Sabtu (16/1), pukul 07.03 WIB.

Hasil monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi gempa dengan magnitudo maksimum 4,8.

Gempa itu merupakan rangkaian gempa bumi susulan dengan magnitudo 5,9 yang terjadi pada 14 Januari 2021, pukul 13.35 WIB.

Pada hari yang sama pukul 06.32 WIB, wilayah Mamasa diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update dengan magnitudo 4,8.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,89 LS dan 119,05 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 29 kilometer (km) arah Tenggara Kota Mamuju, Sulawesi Barat, pada kedalaman 10 km.

BMKG merilis bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif Majene. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan sesar naik.

Guncangan gempa yang tidak berpotensi tsunami itu dirasakan di daerah Mamuju (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Radity Jati mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa-gempa sebelumnya.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kapal Rute Surabaya-Balikpapan Terbakar, Ratusan Penumpang Berhasil Dievakuasi
apahabar.com

Nasional

Usulan RUU Permusikan Ditarik, Ini Alasan Anang Hermansyah
apahabar.com

Nasional

Aklamasi, Teguh Santosa Pimpin JMSI Pusat
apahabar.com

Nasional

Jumlah Pasien Sembuh di Indonesia Meningkat, Simak Rinciannya
apahabar.com

Nasional

Beragama Islam, Pria Bernama Slamet Hari Natal Viral di Medsos
apahabar.com

Nasional

Hong Kong Laporkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Ribuan Warga Pesisir Lampung Selatan Mengungsi ke Sekolah
apahabar.com

Nasional

Ratusan Warga Gorontalo Mengungsi Akibat Termakan Isu Tsunami
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com